Luka Asmara Adelia
tanya Lia meminta ijin.
"Boleh, Sayang. Ada di sana toiletnya," jelas Anita, menunjuk satu pintu yang terbuat dari kayu, berukuran lebih kecil dibanding pintu-pintu lain di rumah itu. "Perlu dibawakan keperluan yang lain?"
"Ndak, Bu. Terimakasih," ucap Lia.
Gadis itu memilih menenangkan diri sejenak dan pergi dari perkumpulan orang kaya di sekitarnya itu, rasanya dia jadi rindu dengan kampung halaman dan Uti.