Selamat Tinggal Janji Delapan Tahun
Di pernikahan sahabatku, buket bunga itu sempat direbut oleh seorang gadis, tapi kemudian tak sengaja jatuh ke pelukanku.
Sahabatku, Shofia Lahda, langsung memberiku selamat, "Andin, pengantin selanjutnya giliran kamu ya."
Para tamu pun secara serempak menoleh ke arah pria yang sudah kupacari selama delapan tahun, CEO Grup Argam, Lukas Argam.
Namun, dia justru mengambil paksa buket itu dari tanganku dengan tenang, lalu memberikannya begitu saja kepada gadis di sampingku yang juga sekretarisnya, Terry.
"Tadi orang lain yang dapat duluan."
Dia mengusap rambutku dengan suara yang begitu lembut, "Nurut ya, balikin dulu ke Terry Gisela, kita udah sepakat nunggu kesempatan berikutnya."
Lampu sorot
Hot Chapters