Hidup Kembali di Zaman Kuno
Adipati Surya: "Hamba mohon ampun, Paduka! Kerugian kali ini tak terkira. Kapal-kapal dagang dari timur enggan berlayar, takut bertemu 'Si Ular Laut' dan gerombolannya. Jika ini terus terjadi, lumbung kita akan kosong sebelum musim panen tiba!"
Panglima Wirantaka: "Benar, Paduka. Bajak laut itu semakin berani. Mereka menyerang di siang hari bolong, bahkan menyisakan pesan hinaan di tiang kapal yang dirampas. Ini bukan hanya perampokan, ini adalah penghinaan terhadap martabat Giri Amerta!"
Raka, dengan mata tajam menatap peta, tangannya mengepal erat. Wajahnya memancarkan kemarahan yang tenang namun mematikan.
Hot Chapters