Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jerat Pemikat

Jerat Pemikat

Namira dan aku mah belum paham, lebih tepatnya gak mau paham karena setelah ini pasti akan ada adegan 18+. “Kok kita makan di sini, Bang?” tanya Namira. “Di dalam panas, di sini aja yang semilir. Adek mau satenya lagi? Abang kayak begah banget, mau nggak nih?” tanyaku yang melihat adikku begitu suka sate yang kami makan ini. “Mau, Bang. Semua boleh?” “Boleh, Abang bosan. Buat Namira aja.”
4.0K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as planet katai adalah
Read
+Library
The New Man (Manusia Baru)

The New Man (Manusia Baru)

Sati mengakhiri pembicaran kepada Sky karena tidak ingin terlibat lebih dalam pada orang asing yang belum dikenal. Sky berjalan menjauhi kerumunan, melanjutkan kativitas tugas rahasiahnya kembali. Sedangkan Sati masih berfikir apa penyebab ikan sebesar ini sampai kabur dari laut dalam dan memilih mati di bibir pantai. Fenomena alam kedua yang terjadi di provinsi Antas, yang sama sekali belum pernah terjadi sepanjang sejarah negara Mayapada terbentuk.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as planet katai adalah
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Sebelum pindah ke tempat tinggal baru, di desa Pagat, tak jauh dari ibukota kabupaten yang terkenal dengan kue apemnya, Barabai. Aku dan Mas Adry menginap di rumah orang tua Mas Adry yang ada di kota Pelaihari. Mas Adry hanya dua bersaudara, ia anak tertua. Sedangkan adiknya bernama Dara. Ia baru kelas tiga di sekolah menengah atas.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as planet katai adalah
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Ruhniknik melompat pula mengikuti. Di satu pedataran berumput, di samping sebuah batu besar yang tertutup lumut, tergeletak tak bergerak seekor katak hijau luar biasa besarnya, hampir sebesar buah kelapa. Dua matanya yang coklat membeliak tak bergeming. Di sekitar sosok katak besar itu berkeliling puluhan katak hijau yang tadi melompat dari tubuh Jin Paekatakhijau. Puluhan katak ini berjongkok di tanah, menatap ke arah katak besar dengan sikap seolah menghormat. Puluhan katak yang masih menempel di tubuh Ruhmasigi tiba-tiba berlompatan dan bergabung bersama teman-temannya mengelilingi katak besar.
1031.6K viewsCompletedAdded to Library 725 Times as planet katai adalah
Read
+Library
Terjerat Cinta Mafia Kejam

Terjerat Cinta Mafia Kejam

kata Atland matah. Bersambung… Hallo semua jangan lupa vote yang banyak yahhh dan terima kasih sudah membaca part ini :> Salam hangat Mrs. Styles ^_^
104.4K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as planet katai adalah
Read
+Library
Crazy Woman

Crazy Woman

kata Fikri dengan wajah datarnya. #####################################################
106.6K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as planet katai adalah
Read
+Library
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Tidak ada lagi sejarah. Hanya ada satu titik kecil yang masih bertahan: Atlantis di Barat. "Dia sudah menguasai 90% dunia," kata Kai. "Dia mengubah segalanya menjadi Asset kosong. Penduduk kota? Jadi NPC tanpa dialog. Monster? Jadi Mob level 1." Kai memutar bola dunia hologram itu. "Tapi masalah terbesarnya bukan Downgrade. Masalahnya adalah ini." Sebuah jendela terminal hitam muncul di layar. Baris kode putih berjalan cepat.
1022.7K viewsCompletedAdded to Library 816 Times as planet katai adalah
Read
+Library
BATARI

BATARI

Aroma darah, dendam masa lalu Isabel, dan rasa sakit yang terjadi di Bali seolah memanggilnya pulang untuk menuntaskan segalanya. "Terima kasih untuk informasinya, Elio," ucap Batari, suaranya kembali membeku, sedingin kristal es yang tak tersentuh. "Tapi kau harus tahu satu hal tentang dunia Wijaya. Di dunia ini, tidak ada yang namanya orang aman." Batari membalikkan badannya, menatap Elio untuk terakhir kali dengan mata yang mati. **"Aku adalah badai itu sendiri, Elio. Dan badai tidak pernah butuh perlindungan."**
10433 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as planet katai adalah
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

tanya Anandia sambil memegang liontin di tangannya. Dimas mengangguk. “Semakin cepat, semakin baik. Energi bulan purnama malam ini cukup kuat untuk membuka portal, tapi itu juga berarti makhluk-makhluk gaib akan lebih aktif.” “Hebat,” gumam Arga dengan nada sarkastik. “Jadi bukan hanya kita yang mencoba masuk, tapi mereka juga mencoba keluar.” Anandia memutar matanya. “Arga, kau tidak membantu.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as planet katai adalah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status