Dewa
Memang pasar Beseran diapit oleh tanjakan dan turunan, jadinya di sana terkadang rawan kecelakaan.
"Sebenarnya kamu mau ke mana, Nak?" tanya lelaki rapuh itu. Namun sebelum Dewa membalasnya, ada anak remaja keluar dari tenda baksonya.
"Pak, baksonya berapa?" ucapnya.
Penjul bakso itu pun langsung berdiri menghampirinya. "Tujuh ribu saja," remaja yang masih berbalut seragam abu-abu putih itu pun mengambil uang sepuluh ribuan dari sakunya. Kain itu mengingatkan Dewa kepada sekolahannya. Hari itu dia tidak masuk sekolah, besok juga nampaknya tidak, jika fisiknya masih seperti itu. Hantaman warga kemarin baru dirasa teramat menyakitkan waktu itu. Mendadak ingatannya tertuju kepada seseorang. Chi
Hot Chapters