Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir
"Portal permanen akan mengubah Gilingwesi menjadi medan perang antara dua dunia."
Raka menutup matanya, mengikuti gerakan tangan Resi Agung yang telah diajarkan padanya—mirip dengan tarian Bedaya, lambat dan penuh kesadaran spiritual. Jari-jarinya bergerak seperti menggoreskan mantra-mantra kuno di udara, membentuk pola tak terlihat yang berdenyut dengan energi. Artefak itu mulai bercahaya semakin terang, hingga akhirnya menyatu dengan tanah. Sebuah portal terbuka, bentuknya mirip lampion raksasa yang terbuat dari cahaya keemasan, bergantung di langit-langit gua seperti bulan yang terperangkap.
인기 회차