Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Batinya. Matahari telah menampakkan pesonanya. Embun membasahi bumi. Ayam jantan saling bersahutan berkokok. Menyambut pagi ini dengan penuh keceriaan. Perjalanan kali ini terlihat senggang. Mungkin, karena masih pagi. Fikir Raka. Mengemudikan mobilnya menuju bandara Soekarno-Hatta.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as potret senja
Read
+Library
Cinta Seroja

Cinta Seroja

Neng Eza yang sempat menoleh langsung menutupi wajahnya dengan tangan, namun jari-jarinya di renggangkan sehingga masih dapat melihat tubuh Dirwan yang yang hanya mengenakan handuk tersebut. Perutnya sixpack, dada bidang. Tubuh tinggi atletis. Wajah tampan. Lesum di pipi nya sangat ketara biarpun tidak sedang tersenyum. "Ngapain ditutup begitu wajahnya? kalau mau lihat, lihat aja nggak usah malu-malu. Suka ya suka saja. Akang ini kan sudah jadi milik Neng." suara Dirwan yang begitu dekat dengan neng Eza.
9.73.8K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as potret senja
Read
+Library
LC yang Kusewa Ternyata Istriku Sendiri

LC yang Kusewa Ternyata Istriku Sendiri

Mungkin kalau Senja sudah sehat, ia akan diseret untuk ikut apalagi suaminya pecinta olahraga. “Bu, aku mau tanya sesuatu,” kata Senja akhirnya. Sari menoleh, tersenyum tipis. “Ada apa, Nja?” Senja menggigit bibir bawahnya, merasa gugup. Tapi akhirnya ia mengeluarkan foto itu dari balik punggungnya dan menyerahkannya pada ibunya. “Ini. Aku nemu di kamar ibu. Siapa laki-laki ini, Bu?” Diam-diam Senja mengambil kembali foto itu sebelum keluar tadi.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as potret senja
Read
+Library
Bayangan di Balik Senja

Bayangan di Balik Senja

Dia terus bekerja keras, membuktikan bahwa semua yang dilakukannya adalah untuk kebaikan bersama dan keberlanjutan desa. Suatu hari, ketika Anisa sedang berjalan sendirian di tepi hutan, dia bertemu dengan seorang petani tua yang duduk di bawah pohon rindang. Pria itu tersenyum ramah saat Anisa mendekatinya. Mereka berbincang panjang tentang masa lalu dan masa depan Sunyaragi, serta tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. "Apa pendapatmu tentang semua ini?" tanya Anisa, mencoba mendapatkan perspektif dari seseorang yang telah lama tinggal dan mengandalkan hutan untuk hidupnya.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as potret senja
Read
+Library
Dekapan Hangat Tiga Pria

Dekapan Hangat Tiga Pria

“Iya … siang, Nak. Saya yang harus berterima kasih.” Kaelix melirik sekilas pada tas kamera di tangan Mahendra. “Sepertinya kita membawa hal yang tepat hari ini,” ujarnya ringan. Mahendra mengikuti arah pandang itu, lalu tersenyum kecil. “Ini punya Sasqia. Dia suka sekali memotret, terutama senja.” Senyum Kaelix tak hilang. Justru semakin dalam. “Bagus,” gumamnya pelan. “Hari ini kita cari senja yang layak untuk diabadikan.”
1065.9K viewsOngoingAdded to Library 1.8K Times as potret senja
Read
+Library
Istri Kampungan Yang Disembunyikan CEO Arogan

Istri Kampungan Yang Disembunyikan CEO Arogan

Gluk Untuk yang kesekian kalinya Ziko menelan saliva nya. Di mata Ziko, milik Senja benar-benar sangat menggoda. Kecil, bersih dengan rambut-rambut halus yang tampak rapi, serta klitoris yang berwarna kemerahan. Senja menundukkan sedikit wajahnya, melihat kearah Ziko. Ziko pun mulai mengubah posisinya membungkuk hingga wajahnya lebih dekat dengan titik intim Senja, bahkan lebih dekat, hampir tak berjarak.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as potret senja
Read
+Library
Pesona Sang Simpanan

Pesona Sang Simpanan

Tak ada Dhini yang dulu nampak cantik menawan, yang ada kini hanya wajah Dhini yang dipenuhi air mata dengan penampilan sangat kacau. Meski sekuat tenaga Dhini mencoba merangsek masuk, nyatanya..... Tenaganya dan ibunya tak cukup kuat untuk melawan para pengawal yang rata-rata tubuhnya terlihat layaknya algojo. ** Sore telah beranjak menuju petang. Senja kemerahan di langit perlahan mulai memudar, berganti kegelapan malam tanpa purnama yang memberi sedikit sinar dan keindahannya.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as potret senja
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Sorot matanya bagai hendak menguliti Rimba Rangkuti. “Ada apa kamu lihat-lihat?” ketus ujar Senala. “Belum pernah lihat perempuan cuci muka, ya?” Rimba membuang wajah dan pandangan matanya ke aliran sungai yang jernih. Tampak jelas wajah jengah dan serbasalah Rimba memantul di aliran sungai. “E..., e ..., belum pernah,” jawab Rimba serbasalah.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as potret senja
Read
+Library
Jerat Pesona Mantan Posesif

Jerat Pesona Mantan Posesif

Nagita dengan cekatan membuka pintu kamarnya dan melihat perempuan berusia lima puluh tahun dengan pakaian khas kepala pelayan berdiri di ambang pintu. "Bibi Jena? Kaukah itu?" Nagita langsung memeluk Bibi Jena erat, mengobati rasa rindu. Ia terharu melihat Bibi Jena setelah sekian lama tidak bertemu. "Bagaimana kabarmu, Non?" Bibi Jena bertanya penuh perhatian. "Tuan Daniel begitu merindukan sosok Nona." "Aku baik, Bi." Nagita melepaskan pelukan, menatap Bibi Jena penuh penyesalan. "Maaf karena aku sempat pergi tanpa memberitahu Bibi."
1.7K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as potret senja
Read
+Library
JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

Saat ia mengeluarkan isi amplop tersebut, sekumpulan foto berukuran besar tumpah ke atas meja. Siska terpaku. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat ia melihat foto pertama. Itu adalah foto Hendri. Suaminya terlihat sangat tampan dengan kaos polo santai. Namun, ia tidak sedang berada di lapangan golf hijau bersama klien bisnisnya seperti yang ia katakan semalam. Hendri sedang berada di pinggir kolam renang sebuah resort mewah yang sangat privat. Di pelukannya, ada Veni yang mengenakan pakaian renang sangat minim.
933 viewsCompletedAdded to Library 32 Times as potret senja
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status