Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SENJA DI BALIK RAHASIA

SENJA DI BALIK RAHASIA

senja selalu berarti satu hal: Rendra Ia menghela nafas pelan, mencoba mengusir kenangan yang tiba-tiba menyeruak tanpa izin. tapi seperti hujan yang datang tanpa aba-aba, bayangan itu tetap hadir. yaitu tawa Rendra, cara dia menatap, bahkan cara dia selalu datang saat senja mulai turun. "Alya?" suara itu... Jantungnya seketika berdegub lebih cepat. Perlahan ia menoleh. dan ternyata disana berdiri hanya beberapa langkah darinya. "ya benar, itu Rendra".
416 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai potret senja
Baca
+Pustaka
SEHIDUP SEJANNAH

SEHIDUP SEJANNAH

Aku tersenyum miris. "Wanitaku jauh lebih berharga dari pada hartamu itu. Aku tidak menyesal telah melepaskanmu dan memilih Seina sebagai istriku. Setidaknya dia jauh lebih mengerti bagaimana cara menghormati suaminya sendiri!"
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai potret senja
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Sesaat ia terus memandangi wajah Kenzo. "Apakah kalung ini tidak cukup untuk membuat Tante ingat kepadaku?" Kenzo merasa sangat kecewa, kemudian ia melepaskan kacamatanya dan menghapus air mata yang menetes dipipinya. Begitu terkejutnya Mama Ayu saat Kenzo melepas kacamata yang ia kenakan itu. Mama Ayu mengangkat tangannya kearah pipi Kenzo, ia ingin menyentuh wajah anak laki - laki yang selama ini ia rindukan.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai potret senja
Baca
+Pustaka
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

Selesai bertemu dengan klien, Junos menuju rumah Glyn, dia penasaran dengan keadaan Glyn sekarang. Tak butuh waktu lama, Junos sudah tiba di depan rumah Glyn. Dia melihat keadaan rumah yang sepi, Junos memarkirkan motornya terlebih dahulu lalu perlahan Junos masuk dan melihat Glyn yang tengah tertidur di sofa. Dalam benak Junos ada niatan untuk menjahili Glyn. Junos merogoh air yang ada di dalam pot bunga didekatnya, lalu dia mencipratkan air itu ke wajah Glyn.
9.92.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai potret senja
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Selir

Jerat Cinta Sang Selir

Di depan dan sampingnya duduk para selir. Barrant duduk di ujung meja satunya. Di samping kanannya ada Elisabet. Di samping Elisabet, ada Ylfa. Di depan Elisabet, di samping kiri Barrant duduk Lilija yang tersenyum manis. Fjola duduk di samping Lilija. Gadis itu masih menunduk. Diam-diam, Barrant mengamatinya. “Aku tak akan berlama-lama, silakan dinikmati.” Raja Valdimar menyilakan mereka makan siang.
1024.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 888 kali sebagai potret senja
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
D'sparage Je
Banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari karakter Fjola ini. Cuman sedikit saran aja, ikuti perjalanan Nando merebut kembali Permata seribu dari tangan raja Lacodra dalam cerita The Destinable Of Light
IyoniAe
Hai, semua. Makasih udah baca novel ini. Ini merupakan novel pertama dari seri Fjola. Novel kedua, alias kelanjutannya sudah dapat di baca di GoodNovel dengan judul: Pesona Sang Peri. Lebih seru dan menegangkan.
Baca Semua Ulasan
Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Biru gelap, elegan, dan penuh dengan benda-benda yang terasa lebih pribadi, seperti sebuah lukisan arang potret diri, hasil coretan cepat seorang seniman jalanan di Via del Corso. Potret itu sederhana, hanya sapuan hitam dan abu, tapi menangkap sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata -kilau mata yang nyaris hilang yang tersembunyi di balik senyum tipis nan teduh. Potret itu merupakan bentuk kenangannya bersama Damian, satu-satunya orang yang menjadi penglipur di negeri yang terasa asing bagi Senja. Namun sayang, potret itu tak mampu meredam kerinduan dalam dada. Kerinduan yang ia pendam untuk seorang suami yang meninggalkan bulan madu mereka.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai potret senja
Baca
+Pustaka
My Handsome Partner

My Handsome Partner

kata Senja "Bukankah itu nyata? Aku bahkan punya tongkat Pelia, panah lengkap dengan busur indahnya dan ini apa lagi?" tanya Senja Senja membolak balik benda yang sesekali bercahaya itu. Benda seukuran telur ayam dengan bentuk yang lebih pipih. Ia memiliki warna zamrud dan satu warna ruby. Senja menggosokkan benda itu diatas celananya seolah membersihkan. Tiba-tiba benda itu mengeluarkan sesuatu seperti sayap di kanan kirinya. Benda itu mengambang di hadapan Senja, cahayanya meredup.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai potret senja
Baca
+Pustaka
AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

Bahkan dua orang yang bertugas memonitor CCTV rumah, sedang tidur dengan pulas diruang kerjanya. Sesampainya di depan kolam berenang, Dipta membanting keras tubuh Senja hampir mengenai dinding marmer. Senja tersentak kaget dan merintih kesakitan karena tangannya berdenyut nyeri. Dipta bersedekap sambil memandang wajah sendu Bidari Senja. Ia mengamati wajah itu. Bola mata berwarna hitam pekat, hidung bangir yang kecil, bibir tipis merah muda, juga rambut panjangnya yang diikat kucir kuda.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai potret senja
Baca
+Pustaka
Dinikahi Calon Adik Ipar

Dinikahi Calon Adik Ipar

“Dia hanya sandiwara, Kanya. Kenapa kamu malah jatuh cinta?” Siang ini, Kanya mengunggah foto Sena yang dipotret saat keduanya pergi ke pantai tadi pagi. Dijepret dari samping, garis rahang Sena yang tegas berpadu apik dengan hidung mancung dan bibir tipisnya. Rambutnya agak berantakan lantaran tertiup angin laut, tapi justru itulah yang membuat pesona Sena kian sulit dibantah.
1033.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 942 kali sebagai potret senja
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

“Kenapa lo?” “Abis digebuk sama es batu,” jawab Senja asal. Dia menarik napas panjang dan bersandar di sofa. Matanya menyapu ruangan di sekelilingnya, lalu terpaku pada foto keluarga yang dipajang di dinding. Keningnya mengerut, kemudian kepalanya dimiringkan. Ada yang aneh, Senja bisa merasakannya. Dia lantas menatap Jingga dan Samudra, lalu menunjuk foto keluarga dengan dua versi. Versi ketika Gerhana dan Mentari masih kecil dan versi ketika mereka sudah dewasa. “Itu... yang anak kecil cewek... dia Mentari?” “Masa si Jingga?” gerutu Samudra dan mendengus. “Ini kan rumahnya Mentari, ya jelas itu Mentari.”
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai potret senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status