Duka Cita
Meletakkan piyama tidur yang baru diambilnya, di pangkuan.
“Halo, Cit … ini aku Laura, pacar mas Pandu,” kata Laura tanpa keraguan. “Maaf kalau jalannya harus begini, tapi kami sudah pacaran lama dan saling mencintai. Sebagai sesama perempuan, kamu pasti bisa ngerti bagaimana posisiku sekarang.”
“Maaf, tapi aku tetap nggak ngerti,” sahut Cita tetap datar. Memangnya, apa yang harus Cita mengerti?
Hot Chapters