Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAWAR

MAWAR

FLASHBACK Nico Pov Ibukota memang tidak pernah mati aktivitas meskipun hujan badai petir sekalipun, terbukti dengan banyaknya kendaraan yang masih memadati ibu kota Indonesia tersebut. Aku merasa lelah karena baru saja menyelesaikan sebuah meeting dengan kolegaku, membahas pembangunan hotel kesekian yang akan di bangun di pulau dewata Bali. Nada suara panggilan rock and roll dari ponselku memenuhi keheningan di dalam mobil, aku langsung meminggirkan mobil berniat menerima panggilan dari papa, kebetulan aku tidak membawa earphone. "Halo Pa?"
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
MAHAR 2 JUTA

MAHAR 2 JUTA

"Saaaah." "Ya Allah," lirih Maisya. Maisya seketika itu menghentikan tangisannya dan dua MUA tadi gerak cepat membenahi make up Maisya. Meski make up mereka waterpruff, namun ada beberapa titik yang perlu mereka kembalikan seperti sebelumnya. MUA tahu, kalau Maisya tak menginginkan pernikahan tersebut, tapi MUA juga tak menyangka jika Maisya akan menangis hebat seperti tadi. MUA yang awalnya mengira Maisya sudah ikhlas itu, kini menyadari satu hal. Sekuat dan sekokohnya hati manusia, tetap di ruang terdalamnya terdapat rasa kecewa, sedih, hancur dan terpaksa. Dari situ dua MUA tadi bisa belajar, bahwa anak akan tetap terluka meski dia mau menuruti paksaan dari orang tuanya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Ah, ya untuk sesaat aku lupa dengan kehadirannya disampingku. “Tidak mungkin kami tidak hadir dalam penyambutan matemu sekaligus pengangkatan Lunamu,” ucap pria yang dipanggil Papa oleh Dave itu dengan suara baritonnya. Bahkan suaranya benar-benar mirip dengan suara Dave.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
Tamally Ma'ak

Tamally Ma'ak

"Sudah katakan saja perempuan ini sakit apa, hingga bisa sekarat ini?" Sekarat? Kepala botak bapak kau. Apa dia menyumpahiku benar-benar sekarat. "Dia menderita penyakit maag. Untunglah, belum tingkat akut. Penderita ini tidak boleh melewatkan jam makan kerana dapat meningkatkan beban asam duodenum yang bisa memperburuk radang lambung. Karena lambung yang terluka bisa menyebabkan iritasi akibat cairan lambung pada mukosa lambung. Gejala yang ditimbulkannya adalah nyeri di bagian ulu hati."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
MAHAR 500 PERAK

MAHAR 500 PERAK

“Mahar itu uang koin?! Lima ratus perak? Apa dia pikir ini candaan?!” Penghulu tampak canggung. Ia menoleh ke arah Wijaya, berharap sang ayah bisa menenangkan situasi. Tapi Wijaya hanya menghela napas panjang, menunduk, lalu berkata pelan. “Yang penting ijab kabul sah.” “Tapi, Mas—” protes Ratna lagi, namun sang paman menahan lengannya. “Sudah, Ratna. Ini bukan waktunya mempermalukan pengantin.”
685 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

Dia mendengkus, cemberut lalu memandangku dengan segala tatapan sinis. "Ya .. bisa jadi beliau belum paham mana makanan yang bisa dimakan Fais dan mana yang belum," jawabku lembut. "Halah, makanan bayi, ya jelas tertulis makanan bayi, mana mungkin beli chip tortila rasa sapi panggang, roti coklat dengan keju, minuman kesehatan! Apa itu semua?!"
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Meski dia tahu Cahyo tidak menginginkannya, setidaknya mengabdikan dirinya seumur hidup tidaklah rugi. “Bagus. Kita sarapan sekarang, jangan membuat kesalahan sedikit pun.” Cahyo keluar lebih dulu dan kemudian di susul oleh Yuni. “Selamat pagi, Ma, Pa.” sapa Cahyo setelah sampai di meja makan. “Apa kau akan bekerja hari ini?
103.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

ujar Mak Tita. “MGP. Mama Golf Papa. Manggala Sastradinata. Lengkapnya Manggala Abipraya Sastradinata.” “O em ji… Em ji pi… Singkatan tho…” Mak Tita sampai memukul dahinya sendiri. “Nah, lu nama keren gitu lu panggil Mamang.” Ganti Gia yang bersuara. “Gimana orangnya nggak marah.” “Memang lu nggak pernah baca proposal gue apa?”
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 863 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Jemari lentik yang kini bersih multifungsi mulai menari indah di layar ponsel. 'MAAAFKAN CINTA ....' A ku mundur bukan berarti tak punya rasa padamu L ukamu sembuhkanlah dahulu S akit rasanya mengetahui kebenaran masa lalu A da harapan semua ini lekas berlalu K arena hati ini pun hanya satu tertuju I nginku menerima segalanya tanpa malu M aafkan cinta .... A tas keputusan yang buatmu terluka
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Ia menyampaikan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk dibawa ke Pulau Pahawang. “Printer?” tanya Emmy. “Iya. Nantinya kita butuh itu untuk membuat dokumen-dokumen untuk disana,” jelas Ronco. “Beneran gak ada toko atau fotokopian ya di sana?” tanya Rianti khawatir. Rianti adalah tipe orang kurang menyukai keterbatasan fasilitas dan dia begitu jelas menunjukkan kekhawatirannya itu. “Kalau pinter gua, ga bisa dibawa deh. Adik gua juga pakai soalnya. Dia masih kuliah juga di bawah gua,”
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai pt maa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status