Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Wanita itu mencium sekilas pipi Azam dan membenahi poni rambut Azam yang berantakan akibat keringat. "Hari ini Bu Guru Lala ajarin Azam sama temen-temen nyanyi Mah," celoteh Azam dengan napasnya yang tersengal setelah berlari cukup jauh dari pintu kelas menuju pintu gerbang sekolahnya. "Wah, nyanyi apa?" Tanya sang Mamah lagi. "Banyak Mah, Balonku, naik-naik ke puncak gunung, terus pelangi-pelangi, pokoknya banyak deh," jawab Azam dengan ekspresinya yang menggemaskan.
1020.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 805 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

Mbak Zarima melangkah ke samping rumah "Eh, Dek ... ada buah apa itu?" Kata mbak Zarima sambil menunjuk pohon jeruk bali di samping rumah. Tiba-tiba bayi Zidan memekik menangis kejer, lebih kencang dari sebelumnya, bahkan muka dan badannya sampai memerah parah. Sesekali suaranya tidak terdengar saking kejernya. Mbak Zarima segera masuk rumah setengah berlari, dia menyuruhku menutup pintu dan jendela. Diambilnya sebuah kitab kecil dari tas nya bertuliskan Al Ma'surat, dibacanya kitab itu, ternyata isinya beberapa kandungan Alquran. Dibaca kadang pelan kadang dengan nada tinggi. Bayi Zidan mulai tenang di gendongan uminya. Perlahan-lahan mulai tidur pulas.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Aku Perawan

Aku Perawan

usul Kinan yang membuat Keanu mengernyit. “Nggak jadi deh, asem banget,” ucap Tesa sembari berjalan menjauhi mereka. “Apanya yang asem?” teriak Kinan. Tesa menoleh ke arahnya. “Mukanya,” sahut Tesa dengan cengengesan. Keanu mengernyitkan wajahnya dan Kinan tertawa lebar mendengarnya. “Jadi, gimana?” “Cuma makan bakmi doang, Kak?”
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 840 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Aku mengakhiri obrolan kami. "W*'alaikum salam." Tuut Suara telpon ditutup. Aku mengambil pena dan menuliskan puisi. Seketika aku mengingat wajah Jamal. Untukmu Hati Aku disini Merasa sangat sendiri Hidup tanpamu tiada arti Malam Sampaikan padanya Hariku akan kelam Bila hariku tanpa dia Bulan Sapa dia Sampaikan perasaan Kini Gundah gulana
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

sahut si Mami. "Jadi gimana, Mi? Utang gue yang kemarin lunas, ya? Malah harusnya Mami tambahin lagi buat gue. Ini cewek cantik banget, Mi. Masih muda banget, masih terik. Rugi dong gue kalau cuman jual murah ke Mami." Tidak salah lagi, Taufan menjual dirinya mungkin ke seorang mucikari. Karena samar Laura mendengar suara musik seperti di sebuah bar atau ... entahlah.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
MALAM PERTAMA DENGAN KAKAK SEPUPU

MALAM PERTAMA DENGAN KAKAK SEPUPU

Ia pun meraba kening Jihan. "Keningya sudah tidak panas, sepertinya dia baik-baik saja," ucap Azam perlahan. Sebelum ia beranjak keluar, Ia berbalik lagi, merasa penasaran dengan musik yang sedang di dengar Jihan, perlahan ia melepaskan headsetnya dan mendengarkan musik apa yang sedang di dengarkan. Ternyata lagu yang di dengar Jihan adalah lagu berbahasa Madura, lokah ta a dere, yang artinya luka tak berdarah yang di nyanyikan Fatim Az Zain, penyanyi Madura.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Bertahan Dalam Asa Hampa

Bertahan Dalam Asa Hampa

*Met ... apa nih? Terserahlah. Nggak tahu juga kalian bacanya jam berapa? Komen ya, jam berapa kalian baca bab ini?* "Anissa Fatih Zhakia. Aku mencintaimu. Aku ingin melamarmu dan menjadikanmu halal untukmu. Bersediakah kau menerima pinangan dari pria tak sempurna, bahkan banyak kurangnya ini?" Wah! Nissa seketika menahan napasnya, saat kalimat yang selama ini ia bayangkan tercetus juga dari mulut pria yang sampai saat ini masih kerap ia sebut di sepertiga malamnya.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

Dewa tampak santai menjelaskan kenapa Rizal bisa ada di kamarnya. "Air lemon madu, nih, Bu, Tisya semalam kasih tau Abang, Ibu banyak pikiran, ya, sampai stres gini. Ada apa sih, Bu?" Dewa menghidangkan bakmi kuah dengan potongan ayam yang ia masak, Dewa sama seperti Rizal, pintar memasak, kadang iseng bikin bolu juga bisa. Imel diam, ia hanya melirik putranya sembari menyeruput minuman itu. Terasa nyaman di lidah hingga tenggorokannya. Perlahan, ia meletakkan cangkir.
9.789.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status