Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sebening Senja

Sebening Senja

Belum lagi hilang keresahannya mencari kabar Senja, gadis yang berdiam di Pondok pesantren selama masa kuliahnya itu dikejutkan kabar dari Sang Bunda. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sekarang Bening harus menghadapi kenyataan dengan perasaan yang tidak karuan. Malu, sedih, kecewa sudah pasti. Satu hal yang ia ingat dalam keadaan ini, nasehat Sang Murabbi--Abah Yai Hamid. "Sesorang atau sesuatu datang dalam hidup kita bisa jadi itu anugerah atau hanya akan membawa sejarah. Semua sudah tertulis di lauhul mahfuz limapuluh ribu tahun yang lalu."
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Satu-Satunya

Aku Bukan Satu-Satunya

Amira akan memulai hidup baru, dia harus bahagia. "Hati-hati." Bibi Hanum melambaikan tangan sebagai lambang perpisahan. Amira pun membalasnya, matanya berbinar karena harus meninggalkan sang bibi. Amira mengotak-atik ponselnya, dia hidupkan lalu mematikannya lagi. Paman Oki yang menyadari segera menghibur agar Amira tertawa. Sayangnya hiburan sang paman satu pun tidak ia dengarkan. Akhirnya paman Oki diam, dia membiarkan Amira meluapkan apa yang dirasakannya saat ini.
9.669.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

“Aku mencintaimu.” Suara itu masih tetap selembut dulu, tetapi kata-kata itu terasa sangat menggelegar dan terus terngiang-ngiang di benakku. Aku tersenyum dan sepenuhnya menghilang di bawah langit malam. Reza masih berdiri di tempatnya, perlahan menarik tangannya kembali dan menatap sebuah bintang di langit dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Biar Aku yang Pergi, Mas

Biar Aku yang Pergi, Mas

Selalu saja mengenyam rasa pahit. “Huh, miris memang. Harusnya, aku tidak pernah berharap rasa manis. Ketika aku terlahir memang ditakdirkan untuk hanya merasakan pahit kehidupan saja,” ucapnya sembari tersenyum sinis pada pantulan dirinya di cermin. ***
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Bismillahmu Bukan Untuk Aku

Bismillahmu Bukan Untuk Aku

"Cinta itu bagaikan jamur ya tumbuh di tempat-tempat yang lembap." Ridha berucap agak nyaring dengan sengaja. Nisa sadar bahwa ucapan itu ditujukan untuk dirinya. Ia hanya bungkam sambil membereskan buku-buku yang berserakan di meja. Nisa hanya meyakini bahwa dirinya tak bersalah!
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Dewi Malam Sang Penyelamat CEO Impoten

Dewi Malam Sang Penyelamat CEO Impoten

Tuan Paling Sempurna Hai tuan iya dikau, wahai tuan yang paling sempurna Mungkin engkau tak perlu bercermin dikala salah Karena engkaulah manusia yang paling sempurna Semua orang yang cacat Tuan, Tahukah engkau Bahwa kesempurnaan mu menyakiti hati semua orang Bahkan seseorang bisa gila akan kesempurnaan yang engkau miliki Atau dia yang dirimu anggap hanya seonggok Hingga kau sanggup untuk terus membuatnya menangis! Wahai tuan, Andai dia dan dirimu bertukar raga Agar dikau tahu bagaimana ringkih jiwa dan raganya Akankah kau sanggup menjadi dirinya? Tidak! Karena engkalulah tuan yang paling sempurna Terakhir siratku untukmu tuan
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Tulang Punggung

Aku Bukan Tulang Punggung

"Gak apa apa, sekali kali untuk keponakanku. Besok besok, kalau kamu pulang, kamu ambil sendiri baksonya ya, karena Mas lumayan sibuk" "Injih Mas, makasih banyak" "Ya sudah, kamu pulang sama siapa? " "Pulang sendiri Mas, naik sepeda" Ucap Tika sambil menunjukkan sepeda Tua miliknya. Wahyu merasa kasihan pada adiknya itu, apalagi saat wahyu melihat sepeda Tika sudah butut. "Sudah malam ini, gelap lagi, apa kamu mau diantar pulang sama karyawan Mas atau Mas yang antar kamu pulang? "
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Suri tertawa. Lihatlah, digombali receh seperti ini saja, jiwanya sudah melayang sampai ke bulan. Inilah bedanya jika digombali oleh orang yang kita cinta. Walau kalimat yang digunakan adalah pengulangan kata dari zaman baheula, tapi rasanya mengena. Coba kalau digombali oleh orang yang tidak kita suka. Dibacakan puisi tujuh hari tujuh malam pun tidak akan terasa syahdunya.
1082.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Dua Dunia Satu Jiwa

Dua Dunia Satu Jiwa

hlmtsdhhh
Aria, seorang bangsawan muda dari Kerajaan Tradisional Elemenya, memiliki ketertarikan yang kuat terhadap teknologi yang maju. Namun, di dalam kerajaannya yang kuno, budaya dan tradisi masih kuat berakar. Ketika Aria secara tidak sengaja menemukan portal rahasia yang membawanya ke dunia paralel yang modern dan canggih, dia terperangkap antara dua dunia yang berbeda. Di dunia paralel tersebut, Aria kagum dengan kemajuan teknologi, tetapi juga merasa terasing dan ingin kembali ke rumah. Namun, ketika dia kembali ke Kerajaan Elemenya dengan pengetahuan baru, dia dihadapkan pada perlawanan dari keluarga dan kaum bangsawannya yang konservatif. Dia bertemu dengan sekelompok revolusioner yang in
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status