Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menikahi Pria Lumpuh

Menikahi Pria Lumpuh

Aku, biarlah seperti bumi. Menopang meski diinjak, memberi meski dihujani, diam meski dipanasi. Sampai akhirnya kau sadar, kalau aku hancur... kau juga. (Fiersa Besari) *** Satu tahun kemudian....
84.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Amuk iblis di tempat tak dikenali, kan ku tahan sepenuh hati, Semua demi bertemu kamu lagi, Wahai istriku, Janganlah berhenti berdoa dan berharap, jadikan malam sebagai waktu meminta-minta, Kepada yang maha kuasa, pencipta semesta alam, Jadikan aku kuat dengan doa-doamu, dan keberanianku, Semoga kita bertemu lagi, istriku yang cantik, Maafkan segala kesalahan kakanda, Semoga kita ditakdirkan bertemu lagi di seberang lautan sana. Erik tidak tahu definisi kata-kata manis, puisi buatannya tidak mengandung kata-kata manis yang membuat Linda senang, tetapi berisi makna pahit tentang perang dan perpisahan. Puisi yang cukup untuk merobek hati seorang istri yang ditinggal suaminya ke medan perang da
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Semesta bicara tanpa bersuara / Semesta ia kadang buta aksara / Sepi itu indah, percayalah / Membisu itu anugerah Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari
9.870.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Perjalanan Hidup Alvira

Perjalanan Hidup Alvira

Oh mungkinkah diri ini dapat merubah buih yang memutih menjadi permadani seperti pinta yang kau ucap dalam janji cinta. Juga mustahil bagiku menggapai bintang di langit siapalah diri ku? Hanya insan biasa Semua itu sungguh aku tiada mampu~ (Exist - Buih Jadi Permadani)
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya Akhirnya kami menuliskan lagi puisi pada sebuah tembok yang belum tertulisi, atau tiada gambar di sana. Mei tidak bertanya soal arti, atau maksud mungkin, yang tertuang dalam puisiku tadi. Jika bertanya, aku akan menjelaskan kepadanya bahwa, “Aku juga tidak tahu!”
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Ellipsis

Ellipsis

Menyeruak kasar semua duka Tak ada lagi senyum tersisa Dan Ketika aku membuka mata Aku tersadar dari mimpi segala durja Menyatu padu semua dilema Merobek tudung segala rasa Tak ada hal lain yang kurasakan Selain sesal teramat dalam Tak mungkin aku meneruskan perjalanan Dengan mata separuh terpejam Aku berjalan memutar haluan Coba perbaiki cela yang tertinggal di belakang Kuketuk setiap pintu rumah mereka Namun, tak ada satupun yang dibuka Dari dalam rumah mereka berkata; Kopi sudah menjadi jelaga… Aku menundukkan pandangan dan memijat pangkal hidungku begitu Ashika selesai membaca puisiku. Aku hanya bisa menahan tawa dan malu melihat tingkahnya. Entah kenapa ia berpikiran untuk mencetak tuli
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Dan ia mulai membaca puisi: --- > “Sunyi tidak berisik, tapi menyentuh. Ia tidak datang karena diminta, tapi karena dibutuhkan. Sunyi tidak menyelamatkan, tapi menemani. Dan hari ini, aku tidak ingin didengar dari atas. Karena rumah yang kami bangun tidak punya lantai dua. Semua duduk sejajar. Semua pulang dengan tenang.” --- Beberapa terdiam. Beberapa bingung. Sebagian menatap tanpa berkedip. Tak ada tepuk tangan. Tapi suasana menjadi sangat hening.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Dunia kita yang berbeda Seperti gelap dan terang Akan saling manghapus Dunia kita yang berbeda Seperti siang dan malam Waktu juga akan memisahkan kita Dunia kita yanga berbeda Seperti air pada api Kita akan saling binasa ...] Isabel mendengarnya. Setiap bait yang keluar dari mulut Rin. Air matanya tiba-tiba mengalir dan membuatnya semakin sulit untuk mengatur napasnya sendiri. Sebenarnya, Rin hanya mengucapkan mantra itu satu kali. Tapi, bait demi bait mantra itu memenuhi pikirannya. Seolah itu bukan hal yang asing.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Itu adalah puisi terkenal oleh Qin Guan dari Dinasti Song, 'The Immortal Magpie Bridge'. Seluruh puisi terdengar seperti itu. Awan-awan itu sengaja dibuat melayang. Penyesalan terletak pada bintang jatuh. Kami melakukan perjalanan secara rahasia di sepanjang Bima Sakti. Saat angin musim gugur bertemu dengan embun permata. Berlari lebih cepat adalah banyak urusan duniawi. Belaian kekasihku mengalir seperti kolam.
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266.5K kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Baca Semua Ulasan
In Relationship

In Relationship

Di lubuk hati ini. Namun, sepertinya kamu benar ingin ini berhenti. Bukti? Kamu bahkan sudah jauh berlari, meski tahu aku masih di sini. Berdiri seorang diri, dikeliling ramai asing dalam sepi. Bumi, takdir yang menyebalkan. Sebuah puisi tercipta begitu saja dalam kepalanya. Seolah puisi itu memang untuk Tristan, puisi tentang bagaimana Tristan meninggalkan dirinya.
87.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai puisi tentang bhinneka tunggal ika
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada satu puisi yang selalu membuatku merinding setiap membacanya, karya Sapardi Djoko Damono berjudul 'Pada Suatu Hari Nanti'. Meski bukan secara eksplisit tentang keberagaman, ia menyentuh universalitas manusia dengan metafora yang dalam.

Puisi ini berbicara tentang bagaimana semua hal fana akan hilang 'pelan-pelan', tapi justru dalam kesederhanaan bahasanya tersirat pesan inklusivitas. Aku sering membayangkan baris 'kertas ini akan kulipat pelan-pelan' sebagai simbol penerimaan terhadap perbedaan - semua cerita, semua budaya, suatu saat akan menemukan tempatnya yang tenang dalam lipatan sejarah.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status