Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri yang Kau Anggap Bodoh

Istri yang Kau Anggap Bodoh

"Gimana jalan-jalannya Mas?" tanya Sukma melihat sekilas ke arah Yudi masuk ke rumah saat azan Isya berkumandang. "Iya, tadi macet di jalan. Maklum lagi musim liburan." Yudi duduk di sebelah Sukma lalu memberikan kantong kresek yang dia bawa. "Tadi aku beli nasi bebek kesukaanmu? Kamu belum makan kan?"
107.4K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as puisi bugis singkat
Read
+Library
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

“Kamu tuh ya, kuat sekali. Padahal suami atau keluargamu ke mana? Dudah hampir waktunya melahirkan, lho!” Nayara tidak langsung menjawab. Ia hanya tersenyum tipis dan menyerahkan mangkuk bubur ke tangan Bu Lilis. --- Satu jam kemudian, gerobak bubur itu kembali ke depan kontrakan kecil berwarna krem pudar. Di sisi kanan, berdiri sebuah warung mini yang sekaligus menjadi tempat berkumpul warga kontrakan. Nayara duduk di bangku panjang, mengelap keringat sambil meneguk air putih. Di sekelilingnya, para ibu-ibu mulai duduk merubunginya.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as puisi bugis singkat
Read
+Library
Perempuan yang Merengkuh Tabah

Perempuan yang Merengkuh Tabah

Bunga mengambilnya dengan hati bertanya. "Kau pintar menulis puisi rupanya. Kata-kata mu indah sekali. Kau berbakat!" Ujar Surya lagi. "Hanya mengisi waktu saja!" Elak Bunga sambil mengambil lalu membuka kertas itu. Siangku sempurna menutup hari Saat soreku baru saja menyapa Kuharap dewi malam akan menenangkan tidurku nanti Seperti sang putri tidur yang melegenda
103.3K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as puisi bugis singkat
Read
+Library
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa." "Tentu saja." Arjuna tersenyum. Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa? "Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...." Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna. "Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
9.3430.3K viewsCompletedAdded to Library 11.6K Times as puisi bugis singkat
Show Reviews (65)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Read All Reviews
Sang Pendekar Naga Hitam

Sang Pendekar Naga Hitam

sombong Aryo Guntur Satrio Wirang, Alikusuma dan Wisang Geni menyerang Aryo Guntur secara bersamaan. Meski menghadapi tiga murid naga Ki Naga Baruna secara bersamaan tapi Aryo Guntur masih dapat mengimbangi mereka bertiga. Meski sudah menyerang dari tiga arah berbeda tapi Aryo Guntur masih bisa menangkis serangan yang di lancarkan oleh Satrio Wirang, Alikusuma dan Wisang Geni. Meski Satrio Wirang sudah menggunakan mata Antaboganya dan Jurus Naga Hitam tingkat keduanya. Alikusuma sudah menggunakan Pusaka Tongkat Naga Putihnya. Dan Wisang Geni juga sudah menggunakan Pusaka Pedang Naga Api. Tapi Aryo Guntur dengan Pusaka Tombak Naga Petirnya masih bisa mengimbangi mereka bertiga. Pertarungan m
9.670.5K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as puisi bugis singkat
Read
+Library
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

POV: Author “Papa belum pulang, Ma?” tanya Raja sambil menyendok nasi ke piring. Biasanya ia datang paling akhir ke meja makan, jadi agak aneh melihat kursi Papanya kosong begitu saja. “Papa kan lagi ke Makassar, cek cabang baru di sana. Masa lupa?” sahut Bu Magdalena tanpa menoleh. “Oiya… lupa aku. Pantesan vibes rumah tambah sepi, udah sepi makin sepi.”
107.7K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as puisi bugis singkat
Read
+Library
Bahagia Setelah Dimadu

Bahagia Setelah Dimadu

Tiba-tiba sang ibu memanggilnya ketika sudah mau berangkat. "Kenapa, Bu?" tanya Danu memandang ibunya yang terlihat seperti seorang koki pastry dengan topi menjulang dan celemek di badan. "Ini, tolong titip ke ibunya Nisa," ucap ibunya Danu seraya menyodorkan sebuah goodie bag. "Ibu bikin kue dengan resep baru. Mau minta tolong di-review sama ibunya Nisa. Dengar-dengar beliau itu sangat suka kue. Ngerti banget namanya 'taste'."
1013.2K viewsCompletedAdded to Library 449 Times as puisi bugis singkat
Read
+Library
Pangeran Pendekar Terasing

Pangeran Pendekar Terasing

“Aduh, kau ini. Kenapa mesti berteriak? Lihat, kau membuat mereka menangis. Minumlah dulu, tenangkan nafasmu.” Bu Peng menggeleng-geleng melihat perilaku adiknya. Meski kedua pangeran itu telah berusia lima tahun, tapi anak kecil akan selalu menangis saat terkaget-kaget dan bangun dari tidurnya. Dengan nafas masih terengah-engah, Bu Sengku mengambil sebuah poci berisi teh dan buru-buru meminumnya sampai terdengar sedakan-sedakan kecil dari tenggorokannya.
8.218.0K viewsCompletedAdded to Library 719 Times as puisi bugis singkat
Read
+Library
Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah

Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah

tanyaku tak kalah berbisik. "Ini kayak mantra Kak," ucapnya, memperlihatkan tulisannya ke arahku. Gereleng putih Jig ka cai ngadon ceurik Jig ka darat ngadon midangdam Jig ka imah asa jobong koong Kop cai asa tuak bari Kop dahar asa tatal bobo Kaula nyaho ngaran sia ... si .…
1021.1K viewsCompletedAdded to Library 528 Times as puisi bugis singkat
Read
+Library
Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Hurufnya bisa dieja tapi bahasa Bugisnya menggunakan bahasa Bugis Kuno. Nenek Male mengantarkan Aru, Bajo, dan Mapta pada cerita baru lagi. Namun setidaknya, Aru telah ditemukan. Apakah benar dia seorang parakang atau tidak benar-benar hanya korban. Jawabannya akan ditemukan esok hari saat Aru bercerita semuanya. Dingin pagi tapi menusuk hingga Bajo tak mampu menggerakkan tubuhnya untuk mengambil air wudhu. Subuh hari seperti ini, air sangat dingin. Namun, pada siang hingga sore hari, cuaca sangat panas.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as puisi bugis singkat
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status