Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu dan Terakhir, Kisah Cinta Bersama Sang CEO

Satu dan Terakhir, Kisah Cinta Bersama Sang CEO

Syair Cinta Cinta itu ibarat waktu, dia akan datang dan dia pun akan pergi Terkadang cinta membuatku tersenyum, terkadang cinta membuatku menangis Cinta itu hanya sebuah warna yang bisa kita rasakan saat ada, dan kita akan ingat saat cinta sudah pergi Terkadang cinta itu anugerah, seketika datang di waktu yang tidak kita harapkan Tetapi kadang cinta hanya sebuah kebutuhan, jika sudah dapatnya cinta, habis dan berlalulah cinta itu Tiada cinta manusia yang abadi, cinta itu akan selalu pergi dan berganti, entah hari ini, esok atau nanti Bagaikan Patra dan Febri yang berhasil mencuri hatiku Yanti
93.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
Status Talak di FB Suamiku

Status Talak di FB Suamiku

Ibu, sinar kasih dalam senyum lembut, penuh pengorbanan seperti embun pagi meresapi bunga kehidupan. Dalam tatapannya, dunia terhampar seperti lautan tak terhingga, tiada batas untuk cinta yang mengalir dalam setiap detiknya. Ia adalah pelindung setia, tempat berlindung dari badai hidup, dan sang pemandu dalam lorong gelap. Ibu, nyanyian lembut yang mengalun dalam setiap doa, mengukir jejak keabadian di hati yang mencintai.
1049.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
AKU SANG ISTRI BOSS

AKU SANG ISTRI BOSS

Puisi itu sering muncul di beberapa film percintaan dan di artikel-artikel di internet. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu pada api, yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan pada hujan, yang menjadikannya tiada. “Udah, Mas.”
9.729.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Dimana dia menangis, itulah matimu Dimana dia terbaring, kau bukan siapa-siapa Dia menangis, kau tertawa Dia menangis, kau berdusta Dia menderita, kau bahagia Dia bahagia, kau penuh cita Inilah hidup kita, hidup dia Dia hidup karena ingin hidup kita Dia makan, karena kitalah akan makan Sejak sore tadi, ibu mengerang Merasakan sakit tidak terkira Bahkan, jiwaku lemas melihatnya Aku menangis, dia tambah menangis Akhirnya aku tertawa, dia tersenyum Bahagiaku, ternyata bahagianya Aku tidak menyangka, mataku untuknya Betapa tidak mungkin aku menginjak Semata hidup hanya untuknya Ibuku, berjalan dari gunung satu Mengunjungi gunung selanjutnya
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
Terjerat Gaya Hidup

Terjerat Gaya Hidup

batinku dalam hati #FLASHBACK On “Pokoknya sampe kapanpun Ibu ga akan setuju kalau Kamu sama Raka, anaknya Bu Eva”kata Ibu sambil meluapkan amarahnya ketika tahu Aku berpacaran dengan Raka. “Tapi Bu...Aku dan Raka saling mencintai” Kataku berusaha meyakinkan Ibu “Alaaaah Cinta??memang apa itu cinta, kalau sudah menikah cinta itu tidak bikin kenyang, Cinta tidak bisa bikin orang jadi kaya” kata ibu sambil mencuci piring
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Mula-mula kami hanya terdiam, kemudian Ibu yang mulai bicara. "Cinta pada laki-laki masa lalu telah membutakan Ibu. Seperti kerbau di cucuk hidungnya, Ibu rela melakukan apa saja. Hendi tahu Ibu mempunyai anak tetapi menyuruh Ibu tidak mengakui kalian. Ibu menurut saja ...." ungkapnya dengan suara pelan. "Yang penting Ibu bisa bersama dengan Hendi. Syarat itu Ibu penuhi." Aku mengatup rahang kuat-kuat. Ingin sekali mendebat ucapan Ibu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
Cinta Romantis Bagaikan Buih

Cinta Romantis Bagaikan Buih

Ayah Ravi membungkuk dan melihat kertas yang di lantai, yang ditulis semuanya adalah kata yang sama: Chinta, salahku. Ibu Ravi seketika merinding, dia mendekati Ravi dan melihat matanya yang merah, tangan yang memegang pena pun gemetar, tapi tetap menulis terus kata itu, langsung menangis: “Kamu ini lagi ngapain?” Ayah Ravi mengambil kertas dan penanya: “Apa gunanya kamu tulis ini? Kami sudah tahu semuanya, kamu...... kamu kok bisa lakukan hal ini?!”
15.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
Cinta Manis Suamiku

Cinta Manis Suamiku

“Cinta hanya akan membuat hidupku tidak bahagia.” “Kamu selalu skeptis masalah cinta. Kami selalu berdoa kalau rumah tanggamu dengan Raynar akan berhasil meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar.” Itulah jawaban dari ibu Lentera sebelum Lentera memustuskan meninggalkan kediaman orang tuanya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Tiga Hari Terakhirku sebagai Wanita Sempurna

Di bagian akhir, surat itu berbunyi. [Untuk Clarisa tersayang, saat kamu membaca surat ini, Ibu mungkin sudah lama tiada. Entah kamu masih mengingat Ibu atau mungkin masih membenci Ibu. Tapi yang ingin Ibu katakan adalah, nggak ada satu detik pun dalam hidup Ibu di mana Ibu nggak mencintaimu. Segala yang Ibu lakukan, semata-mata agar kamu bisa menjalani hidup yang lebih baik. Maafkan keegoisan Ibu karena memilih pergi dengan cara seperti ini. Tapi percayalah, kalau Ibu diberi kesempatan untuk memilih lagi, Ibu rela menukar segalanya agar bisa mendampingimu tumbuh besar.] [Ibu mencintaimu]
22.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
Karma Suami Mendua

Karma Suami Mendua

"Kenapa cinta ini menyakitkan? Tidak bisa memiliki, tapi terus meracuni. Kenapa Engkau membuat hamba seperti ini? Tolong, berikan hamba jalan keluar." Harsa tidak sadar bahwa sang ibu berdiri di depan ruangan khusus sholat dengan mata berkaca-kaca. Wanita itu memegang dadanya dengan tenggorokan tercekat. Meratapi nasib percintaan putra sulungnya yang menyedihkan dan bertepuk sebelah tangan.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi cinta ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status