Titik Nadir Sang Pendosa
luk sepi sendirian.
“Selamat merayakan idul fitri, Naura, mohon maaf lahir dan batin.” Indra menghela napas panjang sekali lagi. Setelah perasaannya sedikit lebih tenang, Indra mulai berjalan menuju masjid. Segera, rasa sepi dihati sedikit menepi. Berbaur dengan tetangga dan berbagi cerita membuat rasa kesendirian di hati Indra sedikit terobati. Apalagi, setelah salat tetangga terdekat langsung mengajak Indra mampir untuk makan di rumahnya.