Rasa
Malam itu, Abian tidur sedikit terlambat, dan tak tepat waktu.
Hari pun, silih berganti. Setelah dua hari lamanya, tak belajar efektif seperti hari-hari yang lain, ini adalah hari ketiga setelah lomba itu dilaksanakan. Pada hari dan tanggal itu, para santri mendapat giliran untuk menghubungi orang rumahnya dengan menggunakan handphone wali kelas, dan bergiliran satu per satu.
Tampak jelas, wajah-wajah yang ceria, riang, dan bersemangat. Setelah lama menyimpan kerinduan , hari itu tiba saat dimana mereka akan membayar hutang rindu tersebut walau tak secara langsung.
Sikat na Kabanata