Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam Panas, Hati yang Membeku

Malam Panas, Hati yang Membeku

[Kak Morin, kenapa kamu belum turun juga?] [Aku sudah nggak tahan lagi. Kalau kamu nggak turun membantuku, aku akan naik mencarimu!] Jari-jari Morin bergerak sangat cepat, gerakannya begitu terbiasa. Sama sekali tidak tampak terganggu, walau satu tangannya tertimpa diriku yang setengah berbaring di atas ranjang. [Mia mau tidur siang, kamu nggak boleh naik mengganggunya. Jangan menantang batas kesabaranku. Kalau kamu membuat dia merasa nggak senang, maka jangan harap bisa masuk rumah ini lagi.]
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai puisi hujan malam
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Langit sore itu seperti sedang menulis puisi dengan tinta abu-abu. Hujan turun perlahan, rintiknya menari di atas genting dan menuruni kaca jendela, meninggalkan jejak seperti garis waktu yang tak pernah berhenti.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai puisi hujan malam
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Yang disebut adu puisi adalah dua orang akan membuat puisi dengan tema yang sama, lalu mereka akan membandingkan mana yang lebih unggul. Nazar melantunkan, "Hujan turun, bala awan bentangkan perang, panglima bunga dan rumput saling menyerang. Pasukan bantuan dipanggil tergesa-gesa, bibir dan lidah beradu, memercikkan cahaya asmara."
9.61.2M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.7K kali sebagai puisi hujan malam
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Curug Kembar Pintu Gerbang Dunia Lain

Ia terus menggumam satu kalimat: > “Pintu sudah terbuka… suara mereka sudah terdengar…” Di langit, bulan menghilang. Hanya kabut tipis menyelimuti pucuk pohon. Dan dari kejauhan—suara gamelan kembali terdengar… pelan, mengalun seperti nyanyian dari dasar bumi. Arga tahu… ini baru awal. Dua malam lagi. Hujan turun deras sejak sore. Petir mengoyak langit berkali-kali, dan angin bertiup membawa bau tanah basah yang bercampur amis.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi hujan malam
Baca
+Pustaka
MANTANMU JADI ISTRI BOS

MANTANMU JADI ISTRI BOS

“Kalau kamu nggak bisa cintai aku lagi, tapi seenggaknya, kamu bisa jadi milik aku sekali lagi. Walau buat yang terakhir kalinya.” *** Malam hari itu, hujan turun deras di luar jendela rumah mereka. Petir menyambar, dan langit malam seolah menangisi isi kepala Juanda yang penuh badai. Dia pulang dalam keadaan mabuk. Kemejanya kusut, dasi melambai tak tentu arah, wajahnya merah, tapi bukan karena angin malam atau hujan, tapi karena amarah, rindu, dan kehampaan.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi hujan malam
Baca
+Pustaka
Dibuang Suami, Dipinang CEO

Dibuang Suami, Dipinang CEO

Kemudian dia melangkah cepat ke luar rumah, menoleh sebentar, suaranya dingin: "Kalau aku gagal nemuin dia malam ini… bukan cuma aku yang hancur. Tapi keluarga kita bu." Pintu tertutup keras di belakangnya. Dan hujan makin deras. Jalan Raya Margasari, 23.12 Hujan turun deras, menyelimuti jalanan yang sunyi dan gelap. Di tengah malam yang mencekam, tubuh Raisa berdiri terpaku, seolah menunggu takdir yang sudah ditulis.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai puisi hujan malam
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

Ping : aku pun ingin bertemu Runi. Apa aku tidak tahu malu? Entahlah. Yang kutahu, pesan yang langsung masuk sebelum mataku berkedip, membuatku menatap langit gelap yang tidak menyisakan cahaya bintang satupun karena gerimis. Musim hujan masih berlangsung. Tapi, kilat dengan petir yang seakan membelah langit malam tak terasa menggangguku malam ini.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi hujan malam
Baca
+Pustaka
Perangkap Cinta Sang CEO

Perangkap Cinta Sang CEO

Aidan tersenyum dan mulai mengingat lagi. "You are my heart poetry when my longing endlessly. I want you to be there when I open my eyes until I closed them at night. You cast away my grey haze, on the long search of my savanna. What a morning dew. You wipe all the thirst for my loveless heart, you are the aurora portrait that I drew for my sundown. You are like a beautiful flower that colors my spring. In times of this heart upset, you make it bright. You are my sun, and you are the ocean. Where my heart empties, you are the answer to my prayer. Which ends of my waiting, like a shooting star. The last hope of my heart," ujar Aidan membacakan puisi yang pernah dituliskannya dulu untuk Malikh
8.823.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 910 kali sebagai puisi hujan malam
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Malam Tuan Muda Cahya

Kupu-Kupu Malam Tuan Muda Cahya

Di tengah dinginnya malam, darah Tamara mendidih hebat dan uap-uap hitam bisa terlihat mengepul di atas kepalanya. Keringat dingin terus mengucur deras, membuat baju Tamara sedikit basah. Jari-jari Tamara mengepal keras hingga memutih. Kukunya menancap tajam ke dalam telapak tangan. Tanpa sadar, darah merah dengan cepat mulai mengalir keluar dan menetes ke lantai.
733 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai puisi hujan malam
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Tulisan itu bercahaya, lalu jatuh perlahan ke tanah, membentuk kalimat terakhir malam itu: “Cinta adalah hujan yang menulis kita berdua di waktu yang berbeda.” Dan seiring kalimat itu selesai, Rendra perlahan memudar bersama rintik hujan. Yang tersisa hanyalah kertas basah di tangan Aira — kosong, tapi hangat, seolah tinta baru saja mengering di atasnya. Ia menatap halaman itu, lalu berbisik, “Kalau kau benar menulis di dalam hujan, aku akan membaca setiap rintiknya sampai dunia berhenti mendengar.”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi hujan malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status