Awan Tenang, Angin Membawa Cinta
“Tuan, Nyonya… ada seorang pria yang berlutut di depan gerbang vila. Di tangannya ada setumpuk dokumen. Kami sudah coba usir, tapi dia tetap nggak mau pergi...”
Wulan melirik ke arah layar monitor di tablet.
Tampak Jordan berlutut di depan gerbang, tangan kirinya memegang tumpukan kontrak pembelian mobil, sementara tangan kanannya mengangkat sebuah papan kecil.
Di atas papan itu, tertulis delapan belas kata besar.
[Wulan, aku sudah pesan tiga mobil sport kesukaanmu. Kumohon, maafkan aku.]
Dan yang paling konyol...
ตอนยอดนิยม