Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Qolbu Quddus

Qolbu Quddus

Jiwa-jiwa yang sudah lama hancur, diakibatkan tangan-tangan kekar yang seharusnya melindungi, malah membuat bencana lain dalam kehidupan. Jiwa-jiwa ingin kebebasan. Kebebasan, dimana tidak ada orang suka mengurui, melarang melakukan ini dan itu. Kebebasanku sangat sederhana, dimana aku bisa tertawa ditengah-tengah keramaian yang selalu aku benci.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as puisi kebebasan
Read
+Library
Ketika Aku Mulai Melepaskanmu

Ketika Aku Mulai Melepaskanmu

"Ma... Faris bisa bebas bukan karena remisi. Ternyata, yang membantu Mas Faris keluar dari penjara itu Valerie. Aku sendiri nggak tahu hubungan apa yang ada di antara mereka, sampai Valerie sudi membebaskannya memakai uang jaminan." "Apa?! Valerie?!" Mata Debby membelalak sempurna, napasnya tertahan karena tersulut emosi yang membakar. "Gila wanita itu! Dia benar-benar nggak tahu sedang berurusan dengan siapa! Kamu tenang aja, Zahwa. Biar Mama yang urus wanita picik itu nanti!"
9.657.6K viewsOngoingAdded to Library 2.0K Times as puisi kebebasan
Read
+Library
POEDJAN

POEDJAN

” *** Dedeng tidak ingin berbasa-basi dengan manusia hari ini, terlebih pada mereka yang tengah mengerjakan cetakan harian yang mencoba mengusung tema kemerdekaan ketika Olanda saja masih berjalan dengan senjata di punggung mereka. Beberapa hari lalu seperti yang sudah-sudah, seseorang mengirimkan sebuah naskah hikayat. Hikayat ini tentu menggegerkan jagat perpujanggaan lantaran seorang penulisnya menjunjung harkat martabat wanita sedemikian tinggi hingga sebagian lelaki merasa terancam karena karya tersebut. Hikayat dengan judul “Pernahkah Kita Pulang?” sampai ke kantor Surat Kabar Tempoe. Hikayat itu berbentuk imajinasi–sebuah fiksi. Menceritakan tentang seseorang bernama Poetri yang memen
105.6K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as puisi kebebasan
Read
+Library
Kulepas Kau Dengan Ikhlas

Kulepas Kau Dengan Ikhlas

Selamat kuucapkan padamu Wahai orang yang pernah paling aku sayang Kulepas dirimu dengan ikhlas Moga Tuhan jagakan dirimu dan dia Kudatang memberikan selamat Walau langkah kaki gamang Untuk kamu, aku datang Semoga dirimu bahagia Kulepas dirimu dengan ikhlas Semoga engkau dan dia bahagia Dulu kita pernah berbagi rasa Kini kita hanya teman yang biasa Dulu kita bisa berencana Tapi Tuhanlah yang menakdirkan Hidup terus berjalan Engkau t'lah kurelakan Pada Tuhan semua Kupasrahkan Selamat kuucapkan padamu Wahai orang yang pernah paling aku sayang Hoo-oo Hoo-oo Hoo-oo Hoo-oo Dulu kita pernah berbagi rasa Kini kita hanya teman yang biasa
104.3K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as puisi kebebasan
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

tanya pemimpin Chaos itu, yang kini bentuknya lebih menyerupai kembang api yang indah. "Kebebasan sejati bukan saat kau bisa menghancurkan segalanya," jawab Nari lembut. "Kebebasan sejati adalah saat kau bisa menciptakan sesuatu yang belum pernah ada, tanpa menyakiti siapa pun."
907 viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi kebebasan
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Ia tidak berkata apa-apa, hanya tersenyum, seolah meyakinkan bahwa Kai tidak sendiri. Kai bersiap menulis. Sosok pena rusak itu mendekat, membelah langit dengan teriakan narasi paksa. Dan Kai menulis kata pertamanya: “Bebas.” Langit langsung berubah warna. Sosok pena rusak itu mulai meleleh, tulisannya berubah menjadi puing-puing puisi yang tidak selesai. Dunia baru mulai merespons. Tapi ini baru permulaan.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as puisi kebebasan
Read
+Library
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

"Surya Wijaya! Kau menyebut dirimu penulis, tapi kau hanyalah penyensor yang takut pada kegelapan! Kebebasan sejati adalah saat kita bisa mewujudkan amarah kita!" "Amarah tanpa tujuan hanyalah racun," balas Surya, melangkah maju dengan wibawa kaisar yang tak tergoyahkan. "Kau ingin kebebasan? Aku akan memberikanmu kebebasan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh korban-korban keluargamu dulu."
874 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as puisi kebebasan
Read
+Library
Lahirnya Kultivator Dewa Samudra

Lahirnya Kultivator Dewa Samudra

Ujar Pollux membuat Kael tersentak dengan hati bergetar. "Ke-kebebasan?" Tanya Kael, entah kenapa bibirnya bergetar saat mengucapkan. Pollux mengangguk tegas. "Lautan adalah kebebasan. Sedangkan manusia adalah budak kebebasan. Maka dari itu jantungmu berdebar kencang saat menikmati pemandangan lautan. Kenapa? Karena kau selalu mengharapkan kebebasan. Dan saat itu ada di depanmu, masih banyak beban di pundak yang menghalangi untuk menggapainya. Itulah kenapa, jantungmu berdebar tapi kepalamu resah untuk menerima."
102.0K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as puisi kebebasan
Read
+Library
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Sebaliknya, aku merasa sangat beruntung. Mobil Harvey sudah terparkir di pinggir jalan dan menungguku. Begitu melihatku, dia langsung tersenyum sambil melambaikan tangan. "Jessica, aku di sini!" Aku membalas senyumannya lalu berjalan menghampiri dengan langkah ringan dan penuh keyakinan. Mulai hari ini, aku tahu kebebasanku akhirnya telah tiba.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as puisi kebebasan
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kata-kata itu meledak dengan semangat pemberontakan, kesepian, dan kejujuran yang brutal—hal-hal yang tidak pernah ia temukan dalam puisi-puisi kekaisaran yang membosankan dan penuh basa-basi. Sori terduduk lemas di kursi. Harga dirinya sebagai penyair terkenal di Bakkara runtuh seketika. "Hanya dengan satu kalimat ini..." bisiknya dengan suara serak, "setidaknya aku akan terbayang-bayang sepanjang hidupku. Bagaimana bisa dia menuliskan jiwa manusia hanya dalam empat kata?"
101.2K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as puisi kebebasan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status