Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

Jadi, di mata uji ketiga celaka itu, kami kedapatan disuruh mengarang puisi bebas—padahal, seingatku nih akademi meski isinya cuma sekumpulan remaja tolol dan sepuh bau tanah kolot yang moralitasnya perlu dipertanyakan, seenggaknya mereka punya satu visi masuk akal: melahirkan generasi pemimpin bermartabat, bukannya pengangguran sok tau yang kerjanya cuma mendulang mimpi dan ngehalu. Belibet? Dasar pemalas merepotkan. Gini, biar kusingkat. Bukannya menyinggung, tapi penyair nyataanya gabungan antara parasit dan sampah. Tapi, well, sebagai orang yang udah profesional sejak dini, aku tetap kerjain. Walau itu perintah yang gak manusiawi. Walau itu instruksi yang bikin aku jadi setengah mampus d
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

Hal ini dimanfaatkan oleh lawan politik pemerintah untuk melontarkan kritik di masa – masa kampanye. Tentu saja pemilihan umum kali ini akan dimenangkan oleh partai besutan penguasa. Kemenangan telak sudah seperti budaya bagi partai ini. Hal ini tidak terlepas dari campur tangan pemerintah. Banyak pihak yang melakukan golput karena sudah menjadi rahasia umum bahwa korupsi, kolusi, dan nepotisme menjadi budaya di tubuh pemerintah. Bahkan pihak tentara juga ikut campur dalam bidang politik pemerintah. Peran mereka di pemerintah membawa aksi protes di kalangan masyarakat.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
MENANTU JENDERAL NAGA EMAS

MENANTU JENDERAL NAGA EMAS

Sebagian mereka ada yang dipulangkan, sebagian lagi ditemukan tewas, dan sebagian lagi hilang tiada kabar. Di antara orasi mereka adalah menentang pemerintahan yang otoriter, korup, dan sering terlibat suap dan nepotisme. Mereka menyerukan kebebasan berbicara di berbagai media seperti televisi, internet, media cetak, dan media sosial. Selanjutnya isu HAM, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.
8.527.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Mereka merasa bahwa Wira adalah individu yang hebat, tetapi tidak pernah menyangka bahwa pria itu akan menulis puisi yang begitu provokatif! Seseorang dari faksi penasihat kanan menimpali, "Benar, Yang Mulia. Ini adalah penghinaan terhadap pemerintah, kita tidak bisa mentoleransinya." Raja Bakir memandang faksi penasihat kiri. Lantaran mereka tidak berkomentar, dia pun bertanya, "Adakah yang ingin disampaikan oleh Penasihat Kiri?"
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135.1K kali sebagai puisi kritik pemerintah
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Aku merebut gulungan itu bahkan sebelum ia sempat menyerahkannya dengan sopan. Aku mulai membaca baris demi baris. Mataku menyipit. "Ala yahoy..." gumamku datar. Aku menghela napas panjang, menatap Sori dengan pandangan kasihan yang dibuat-buat. "Apa kau sedang bercanda? Kau menyebut ini puisi? Struktur yang kaku, kata-kata yang terlalu formal... Puisi Kekaisaran, tsk... tsk..." Aku berdecak kecewa sambil melempar kembali kertas itu ke meja. "Benar-benar mengecewakan. Ini terlalu hambar untuk disebut mahakarya."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
KAPAN AYAH PULANG

KAPAN AYAH PULANG

Malah Buya Heru semakin keras menganjurkan untuk menumpas kemungkaran. Beliau juga sudah tidak segan-segan lagi mengkritisi pemerintah, tapi justru hal ini sangat menguntungkan bagi Hendro Parangsing. Sekarang Hendro Parangsing memiliki celah, celah inilah yang dimanfaatkan oleh Hendro Parangsing, dia berhasil mengutip ucapan Buya Heru yang diolah oleh wartawan sedemikian rupa, seolah-olah Buya Heru menghasut masyarakat untuk melawan pemerintah.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
18.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa

Sang Penguasa

Dia bisa merasakan tekanan yang berat dari pandangan mereka, seolah setiap orang di alun-alun itu menganggapnya sebagai sumber dari segala masalah. "Rakyat Karstiel," kata Rehan dengan suara tegas. "Aku tahu banyak dari kalian yang marah, putus asa, dan tidak percaya lagi pada pemerintahanku. Tapi dengarlah aku—ini bukan tentang siapa yang berkuasa, ini tentang kita semua. Musuh yang kita hadapi tidak terlihat, tetapi mereka ada di sekitar kita. Mereka bukan hanya bangsawan yang rakus akan kekuasaan, tetapi kekuatan kegelapan yang ingin menghancurkan segalanya."
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Siasat Sang Penguasa

Siasat Sang Penguasa

Sungguh sebuah pemandangan yang memilukan. Simpati yang barusan Arga rasakan telah lenyap, digantikan amarah yang berkilat-kilat di mata birunya. Amarahnya ditujukan kepada kaisar. Dia menengadah, mendesis kepada sang penguasa singgasana dan istana. Cakar-cakar tajamnya tertekuk ke lantai mosaik dari petak-petak marmer shapire dan granit putih, ingin mencakar mereka hingga tercabik-cabik.
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Love between Cubicles!

Love between Cubicles!

“Entah ya, kalau aku sih udah merasa tulisan ini bagus. Tapi rupanya Bob berpendapat lain.” Kulirik Bob yang tengah memijit-mijit pelipisnya dengan jemari tangan. “Bahasanya kurang kritis, nih. Terlalu banyak puji-pujian di awal yang mubazir. Coba bikin yang lebih lugas dan tegas,” katanya tanpa ampun sambil menyerahkan kertas berisi tulisanku yang sudah dia coret sana-sini.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai puisi kritik pemerintah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status