Aku yang tak mengerti cinta
“Saat kamu pulang dan aku tidak ada, lalu kamu menemukan secarik kertas yang kutulis, katakan kamu siap membacanya. Aku akan pergi, sebentar, jangan mencariku Leo … jangan juga rindu. Katakan dalam doa bahwa aku sedang baik-baik saja!
Salam, Siva”
Catatan yang sempat kubuat di secarik kertas lusuh yang kutemukan dari bawah kolong ranjang. Aku susah payah untuk menulisnya, pulpen yang hampir sekarat dan tidak muncul tinta pada kertas, perjuangan akan menulis sebanding dengan perjuanganku untuk hidup.
Hot Chapters