Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Hingga dia menemukan sebuah puisi di mana puisi tersebut dia yakini bukan tulisan Rindu. Dan Albani pun teringat akan kata-kata Adel beberapa waktu lalu yang mengatakan tentang sebuah puisi karya Fahri yang lelaki itu berikan untuk Rindu. Albani pun membaca puisi itu. * Saudade... Dalam kesunyian ini, hatiku menangis, merintih, menahan pedih... Tak ingin munafik jika aku ingin sekali berlari, merusak takdir, merubah waktu...
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai puisi pablo neruda
Baca
+Pustaka
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

Tapi ia membawa sebuah bundel kertas tulisan-tulisan tugasku dari kelas Menulis Kreatif. “Ini titipan dosen kamu. Dia minta aku balikin,” katanya. Aku membuka halaman pertama. Di sana ada komentar tulisan tanganku sendiri: "Puisi ini bicara dari luka. Tapi juga dari harapan. Nadia, kamu punya suara. Jangan biarkan siapa pun merampasnya." Aku menahan napas. “Masih kamu simpan?” tanyaku pelan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi pablo neruda
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi pablo neruda
Baca
+Pustaka
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari (Puisi karya Swonos) Seusai menuliskannya Zahira pun tergugu, ia tidak tahan ingin bertemu dan memeluk Hasan, ia sangat merindukannya. Tapi ia juga tak ingin merengek pada suaminya untuk segera pulang, ia tidak mau menghalangi Hasan mengejar cita-citanya. Ia tidak mau tangisannya kelak akan memberatkan langkah suaminya di medan perang. Bagaimana pun ia ingin menjadi istri yang baik
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi pablo neruda
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Pov Jibran *** Sekarang aku bagaikan gumpalan debu. Seolah hanya dirinya yang mampu merangkai kembali ragaku. Aku menjadi begitu rapuh Tanpanya, hatiku tak lagi utuh. *** "Sadaqallahul 'Adzim ...."
8.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai puisi pablo neruda
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai puisi pablo neruda
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Ia duduk di atas panggung kecil yang dibuat dari kayu jati, di depannya kecapi kuno berukir naga dan bunga teratai. Jari-jarinya yang ramping menyentuh senar satu per satu, menimbulkan alunan lembut yang menembus dada setiap pendengar. Nada-nada itu bagaikan percakapan rahasia antara hati dan langit. Hening panjang menyelimuti ruangan sebelum akhirnya suara Cahya yang tenang dan bergetar lembut mulai menyanyikan bait puisinya—puisi yang ia tulis untuk sosok yang hingga kini masih berdiam di hatinya.
9.856.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai puisi pablo neruda
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, para readers terkasih. Terima kasih banyak. Tanpa kalian dan editorku terkasih pula, Dalia tidak akan tersaji dengan lebih banyak warna. Dengan dukungan kalian pula, penulis berhasil membawa Dalia pada juara satu small writing contest dan menjadi top winner(。ノω\。)♡♡
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Kata-katanya lebih banyak, tapi lebih tajam dalam diam. Suatu malam, saat hujan turun pelan, Nara menemukan sebuah kertas terlipat rapi di atas meja makan. Tertulis: “Untuk Mama dan Papa, dari Alana.” --- Puisi itu ditulis dengan tangan mungil tapi rapi. Tidak indah secara teknis. Tapi menyayat dalam cara yang tak bisa ditiru siapa pun. --- Judul: Rumah Tanpa Alarm
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi pablo neruda
Baca
+Pustaka
Marvin Rock Si Suami Terhebat

Marvin Rock Si Suami Terhebat

Sungguh mengecewakan. “Ada keperluan apa Anda ke mari?” tanya Pablo serius. “Saya berminat membeli manuskrip puisi kuno peninggalan Kerajaan Glory.” “Apa Anda memang membutuhkannya seperti membutuhkan The Violet Glory?” “Tentu. Tak kalah pentingnya.” “Saya buka dengan harga enam ratus ribu dollar,” sergah Pablo cepat-cepat dan semangat.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai puisi pablo neruda
Baca
+Pustaka
Kisah Cinta Ludwina & Andrea

Kisah Cinta Ludwina & Andrea

- Pablo Neruda Saat melihatnya, Andrea tersenyum dan memeluk Ludwina erat-erat. "Kalau aku punya akun instagram, aku akan like foto ini ratusan kali," katanya lembut. "I love you, Wina." "I love you, Andrea." Ludwina memejamkan matanya dan membisikkan paragraf dari Pablo Neruda tadi kepada Andrea. "Itu adalah puisi cinta yang sangat aku suka, tapi aku nggak pernah mengerti bagaimana rasanya memaknai puisi itu, sampai aku akhirnya bertemu dengan kamu. Sekarang semua puisi cinta seperti dituliskan untuk mewakili perasaanku untukmu."
1015.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai puisi pablo neruda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status