Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.759.3K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.3K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Kelana

Kelana

Untuk segala lukamu Yang menjadi lukaku Sedihmu Yang adalah sedihku Badai dalam dirimu Yang mewarnai hidupku; Merah, ungu, jingga, kelabu Untuk segala kamu Yang telah kupilih dengan segenap kesadaranku Lana meremang membaca halaman pertama dari buku yang tengah ia baca. Kata-kata dalam puisi pendek itu membuat Lana merasakan sesuatu yang begitu sedih dan menyentuh, dan entah bagaimana membuatnya teringat Arga.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Pudarnya Rasa Cinta

Pudarnya Rasa Cinta

Begitu kalimat itu diucapkan, semua orang terdiam. Penyiksaan, kematian akibat ledakan, dua nyawa melayang. Setiap kata yang terucap begitu mengejutkan. Aku terpaku mendengar kata-kata Indra, tidak percaya sambil melihat ke perutku. Aku hamil? Anak ini masih begitu kecil, aku bahkan belum tahu keberadaannya, tetapi dia sudah harus meninggalkan dunia ini.
8.5114.1K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Love in Kyoto

Love in Kyoto

Gadis itu kini menangis tersedu-sedu, ia membatin “Inikah sakitnya mengalami Long Distance Relationship? Huhuhu…, Kak Takuya…, Takuya…!” * [1] Puisi dari Santy Nurya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Gerak tangan Isabel terhenti. Rin menerawang ke malam perpisahan anak tingkat tiga. Sebagai ketua panitia acara, puisi itu digunakan J-End sebagai kalimat pembuka dalam pidatonya. “Dia hanya bilang ‘Sebuah Puisi Tua dari Slavidion’, tanpa judul dan tanpa nama penyair.” 'Hitam dan Putih Dalam kilatan waktu Terpecah jauh' “Kamu bisa mengingatnya?” tanggap Isabel tak percaya. Padahal ia juga hadir dalam acara perpisahan itu.
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 370 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Pria tua itu bersujud di depan batu bertulis itu dengan ribuan emosi yang sepertinya tak mampu dijelaskan oleh riuhnya hujan deras dan derunya angin kencang malam itu. SELESAI *************************************************************************************************************** NAMUN PERANG TAK AKAN PERNAH USAI. SAMPAI JUMPA DI SYAIR SINGGASANA JILID 2
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 469 Times as puisi pablo neruda
Show Reviews (6)
Read
+Library
Tommy Rainbowisdom
Nah ini, novel fantasy yang aku tunggu-tunggu. Udah bagus, bikin penasaran lagi... Penasaran sama kelanjutan cerita Ganendra, Ayunda, dan karakter-karakter lain. Settingnya juga oke punya ... Ada kota favoritku, Palangkaraya. Cepet-cepet update, Thor!
fatekhatur rohmah
Temponya emang gak terlalu cepat, pelan tapi udah ada kejutan di bab-bab awal dan bikin penasaran. Dialognya bagus dan penulis bener2 pas ngasih momen yang bikin aku kaget alias ga buru-buru. Masih belum bisa ditebak tokoh jagoannya yh mana nih, plis deh yg kayak gini jangan cepet2 tamat
Read All Reviews
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menemaninya seakan rumah tangga kami sempurna. Air mataku terus berderai mengingat saat makan malam barusan. Bagaimanapun juga sepiring kepiting saus Padang tak lebih menarik dari seorang perempuan bertitel bidan. Kubenamkan wajah di atas sajadah. Mengadukan perasaan yang berkecamuk dan hati yang remuk kepada Sang Pencipta. Kemudian menentramkan hati dengan membaca kalam ilahi.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.0K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.0K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as puisi pablo neruda
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status