Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

Gadis Lugu Tertindas, Dipungut Paman Tampan

"Katakan siapa yang sebenarnya memerintah kalian? Kenapa membawaku ke sini?" Jio dan Adit saling pandang kemudian tersenyum sinis. Adit mengeluarkan ponselnya. "Sepertinya gadis bodoh ini memang perlu dikasih tahu apa yang terjadi, Ji. Biar otaknya agak encer!" Adit membuka internet lalu membiarkan Ziana membaca berita yang trending di sana. "Cepat baca! Ada banyak berita tentang gadis bodoh sepertimu!"
106.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 158 Beses bilang puisi padamu jua
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 127 Beses bilang puisi padamu jua
Read
+Library
Aku Padamu, Gus!

Aku Padamu, Gus!

“Apa pakde bisa meminjamiku uang? Fia akan ganti, Pakde.” “Uang pakde sudah digunakan mendaftar kuliah sama Nurun, Fia. Pakde akan mencoba mencari hutang di bank. Nanti kita jual semua isi toko Ibumu. Insya Allah rezeki sudah diatur sama Allah. Kita bisa bangkit lagi ke depannya. Pakde enggak mau kamu menikah dengan bandot tua itu.” “Aku tidak mau menikah dengannya, Pakde.” Di hatiku sudah ada sebuah nama yang selalu kuucap dalam sepertiga malamku.
1060.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.8K Beses bilang puisi padamu jua
Read
+Library
Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Di bawah atap rumbia, Adi sedang bersandar santai pada tiang kayu, seolah memang sudah menebak bahwa mangsa indahnya akan datang berkunjung lagi. Begitu hidungnya menangkap aroma pekat sedap malam, senyum asimetris yang tampan terukir di wajah tegapnya. "Ah, Nimas Sedap Malam kembali lagi," sapa Adi, suara beratnya terdengar begitu akrab di telinga Puspa. "Bagaimana? Apakah pencarian rempah khayalan Anda hari ini membuahkan hasil?" "Bukan rempah khayalan." Puspa mengindahkan sindirian itu sambil tersenyum tipis dan melangkah mendekat. "Rempahnya memang ada, tapi Mrasaruji terlalu miskin."
10351 viewsOngoingIdinagdag sa Library 10 Beses bilang puisi padamu jua
Read
+Library
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Aku sayang kamu bukan karena kamu masih gadis atau udah jadi ibu—tapi karena kamu Padma Hardjaja.” “Kamu makin hari makin pinter deh ngomong manisnya,” puji Padma dengan sungguh-sungguh. “Soalnya kamu makin hari makin jadi pemikir. Jadi buat ngeringanin beban kerja otak kamu, aku kasih yang manis-manis aja.” Padma berdecak pelan, tapi tidak melancarkan protesnya kepada Badai. “Ada lagi?” tanya Badai. “Biar kita sekalian bahas hari ini dan besok kita bisa yakin kalau kita emang mau dateng ke acara ini.”
5.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 151 Beses bilang puisi padamu jua
Read
+Library
TULPA

TULPA

Abdi di sini menanti dikau datang Memeluk mawar bertabur darah Terlilit duri, menangisi dikau sang dayita Yang tak kunjung pulang. Kuhirup oksigen sebanyak-banyaknya. Entah mengapa tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Membayangkan sosok Kelam yang pergi dari kehidupanku di balik bait-bait puisi yang tengah kutulis berhasil memporak-porandakan perasaanku. Kugenggam erat bolpoin yang kupegang. Hingga suara intruksi sang juri membuatku segera bangkit dari tempat duduk. "Waktu habis! Puisi harap dikumpulkan kepada para juri! Kami ucapkan terima kasih untuk kalian semua peserta dari perwakilan masing-masing kelas. Selamat siang dan selamat beristirahat!"
106.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 190 Beses bilang puisi padamu jua
Read
+Library
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Makasi Bu Sri." "Ini ada pisang goreng, tapi udah gak hangat. Mau?" "Wah cocok nih, bokeh deh!" "Mar, tuh lihat Bude sama Babeh, cocok ye? Gua gemes banget dah!" "Ya emang sih, tapi yo Kita bisa opo toh, biarin saja, biar waktu yang menjawab, kalau memang jodoh yo jadi." "Du ileh, Lu ditinggal Ian jadi puitis bener! Dah ah Gua mau nyusulin Bang Jupri."
108.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 281 Beses bilang puisi padamu jua
Read
+Library
Jodoh Di Tangan Papa

Jodoh Di Tangan Papa

Kama merasa sama sekali tidak memiliki peran dalam hidup Arsha. Ketukan di pintu membuat Kama mengangkat wajah, Nufaira masuk dengan sebuah amplop di tangan. Pewarna matanya sedikit meleber memperjelas jika wanita itu habis menangis. “Surat untuk Tuan dari Nyonya ... Nyonya pamit pulang ke Indonesia dan berpesan agar Tuan tidak lupa makan,” tutur Nufaira, perlahan menyimpan surat itu ke atas meja.
1059.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang puisi padamu jua
Read
+Library
Jodohku Pak Dosen

Jodohku Pak Dosen

"Ma, ini lho Dik Nayla yang dulu kuceritakan sama Mama." Deg. Nay merasa tidak nyaman karena Ardian suka cerita tentang dirinya ke sang ibu. "Oh ini. Kuliah dimana, Nak?" "Hmm, saya kuliah di Kota Bandung sini, Bu." "Hebat lho Ma, ambil jurusan Matematika." "Apa sih, jangan berlebihan! Aku nggak lebih hebat dari dirimu, lho." "Dik, Mas itu cuma lulusan SMA enggak kuliah mana bisa disebut lebih hebat dari mahasiswa sepertimu."
1019.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 585 Beses bilang puisi padamu jua
Read
+Library
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Dia tahu dia akan mengejutkan semua orang jika dia menunjukkan bakatnya. Darryl tersenyum dan menatapnya. "Katakan padaku kenapa puisi itu bagus?” 'Ha ha! Puisi itu berjudul 'Pasir Murni Surgawi — Pikiran Musim Gugur' oleh Ma Zhiyuan, penyair besar dari Dinasti Yuan. Bagaimana bisa tidak menakjubkan?' pikir Darryl. Jewel memiringkan kepalanya sambil berpikir dan berkata, “Pokoknya, menurutku itu luar biasa! Puisi itu ditulis dengan indah."
8.57.2M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 151.2K Beses bilang puisi padamu jua
Ipakita ang mga Review (2480)
Read
+Library
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status