Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menemaninya seakan rumah tangga kami sempurna. Air mataku terus berderai mengingat saat makan malam barusan. Bagaimanapun juga sepiring kepiting saus Padang tak lebih menarik dari seorang perempuan bertitel bidan. Kubenamkan wajah di atas sajadah. Mengadukan perasaan yang berkecamuk dan hati yang remuk kepada Sang Pencipta. Kemudian menentramkan hati dengan membaca kalam ilahi.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Sang Penggoda

Sang Penggoda

Hari ini adalah kesempatan untuk dirinya untuk meluapkan emosi yang selama ini ia tahan. “Numpang? Gak ada niat untuk rebut rumah ini? Itu adalah nyanyian lama, udah basi! Mending kalian pergi dari rumah ini, karena tidak ada yang berhak atas rumah ini kecuali ibu. Satu lagi, untuk anda tuan Jordi, segera ceraikan ibu saya!” tukas Rindu dengan tegas.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran. Dia adalah kita dan kita adalah dia. Namun, dia tak pernah mengakuinya." Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
9.93.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa Mutlak

Sang Penguasa Mutlak

Keesokan Harinya Rombongan Lun Ya masih belum melanjutkan perjalanan. Di bawah sebuah pohon besar, Lun Ya duduk sendirian. Punggungnya bersandar pada batang pohon. Tatapannya mengarah ke langit. Awan bergerak perlahan tertiup angin. Namun pikiran Lun Ya jauh lebih berat daripada sebelumnya. Ia memejamkan mata sejenak. Bunga Bintang Salju... Sejak dirinya terlahir kembali, bunga itu selalu berada dalam pikirannya.
10440 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Pudarnya Rasa Cinta

Pudarnya Rasa Cinta

Aku terdiam dan air mataku kembali mengalir. Ayah, ibu maafkan aku. Putrimu hanya bisa berbakti lagi pada kalian di kehidupan selanjutnya. Indra yang sudah begadang beberapa malam tampak gelisah. “Cari saja sendiri kalau anakmu hilang. Kenapa harus mencariku?” “Aku lagi kerja.”
8.3114.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
SANG PEWARIS

SANG PEWARIS

Dia berdiri dengan tenang ditengah keluarga yang sudah tidak sabar menunggu cerita karangan Rumi. “Suatu hari, ada seekor jerapah berkacamata yang mengajar matematika di hutan—” Mereka nampak serius mendengar Rumi bercerita tentang Profesor Jerapah yang menjadi guru matematika di hutan, murid-muridnya adalah hewan-hewan yang berukuran lebih kecil darinya. Rumi bahkan berakting sebagai jerapah itu sendiri dan memberikan pertanyaan pada murid-murid yang tidak lain adalah keluarganya sendiri.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Kartu ucapan itu berisi sebuah puisi. [ Kepada: Naomi. ] [ Aku telah melintasi gunung dan menyusuri sungai. ] [ Aku juga pernah mengalami banyak hal dan melihat perubahan dunia. ] [ Sekarang, kamu adalah gunung dan sungaiku. ] Begitu membaca puisi itu, semua orang pasti tahu bahwa itu adalah puisi cinta. Jika Caden sudah memastikan Naomi adalah wanita yang dicarinya selama ini, mungkin saja dia akan mengejar Naomi dengan penuh semangat.
9.51.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39.0K kali sebagai puisi pak sapardi
Tampilkan Ulasan (177)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

Ok sir," jawab Lusi. (Baik Pak,) Lusi akhirnya membacakan puisi yang berjudul Prajurit Tangguh. "You are a valiant young man, with a striped uniform and a long-barreled weapon that you always hold in your hand. You are a Tough Soldier, who is a lamp in the dark. Which becomes an umbrella when it rains, which becomes a comfort when we are sad. You are willing to die to protect the Republic of Indonesia, O tough soldier," ucap Lusi dengan semangat empat lima membacanya.
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status