Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Dedaunan pohon menari-nari kala angin meniupnya. Sasya melirik jam yang ada si ponselnya. Sudah pukul 17.00 WIB rupanya. Ia telat pulang karena harus menghadiri rapat di ruangan OSIS tadi. Ini semua gara-gara Rendy. Sasya terus saja mencibir Rendy yang selalu lari dari tanggung jawabnya. "Ish, ini kenapa pada di-cancel semua, sih?" gerutu Sasya saat melihat pesanan ojek online-nya kembali dibatalkan.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 276 Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Read
+Library
Wanita Kelas Atas Milik sang CEO

Wanita Kelas Atas Milik sang CEO

“Tempus fugit ....” Pandangan tajam seorang pria mengarang pada pintu berpelat jam pasir dengan sepasang sayap kupu-kupu yang cantik berwarna keemasan. Adrian Laksana, seorang pria yang akan selalu memperhitungkan segala hal termasuk wanita dan tempat yang ia datangi. Wajah tegasnya mengangguk perlahan, mengakui kelab ini cukup filosofis. “Bukankah itu—menandakan waktu akan terbang ... berlalu dengan indah?”
1.6K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Read
+Library
Susahnya Jadi Mas Joko

Susahnya Jadi Mas Joko

Bab 131: Senyum, Salam dan Sapa Kemudian, aku menjalani hari-hariku seperti orang yang menyibak lembar demi lembar dari sebuah buku cerita, atau dongeng pengantar tidur yang dibacakan untuk anak-anak, atau juga novel romansa yang dibaca bersama oleh pasangan lansia di suatu senja. Sret, sret, srett..! Rasanya begitu cepat waktu berlalu, diam-diam saja dan tidak terasa. Pagi hari aku membuka mata untuk memulai aktifitasku, tahu-tahu aku sudah berada di malam hari dan bersiap untuk kembali memejamkan mataku. Aih, benarlah kata orang, bahwa waktu akan terasa lambat bagi mereka yang tidak disibukkan oleh pekerjaan. Sementara pada saat yang sama, waktu terasa sangat singkat bagi mereka-mereka yan
9.614.6K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Show Reviews (17)
Read
+Library
Ayusqie
Akhirnya, tayang juga Susahnya Jadi Mas Joko ini. Novel pelarian yg saya tulis karena gak (belum) bisa ngelanjutin kisah Aje Karin n Hekal Olive. Semoga kaka2 reader suka dengan kisah Mas Joko yg kocak sekaligus pilu ini. Dukung saya ya kak supaya ttp semangat menulis. Terima kasih.
Rubiman Bin Tukimin Rubi
TIGA NOVEL ANDA SUDAH SAYA BACA KETGANYA MENGANDUNG PESAN MORAL YG SANGAT TINGGI, YAITU SEMUA TOKOHNYA MAMPU MENGENDALIKAN SYAHWATNYA TERHADAP GODAAN WANITA Walaupun sangat berat tentunya Ditunggu karya terbarunya.. SEMANGAT............
Read All Reviews
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Persahabatan itu seperti padi di sawah, kelihatan kuat tapi bisa patah kapan saja.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo. Pagi di Sidomulyo terasa kelabu. Langit mendung, bau lumpur dan sisa asap masih menyelimuti desa. Ardi Santoso bersembunyi di gudang pasar, jantungannya berdegup kencang. Bioskop Mbak Sari hancur, dan gue masih buronan, pikirnya, keringat menetes di dahinya.
823 viewsCompletedAdded to Library 18 Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Para petani menanam doa lebih banyak daripada benih. Juhi bin Jihu berjalan ke taman tengah, kini dipenuhi reruntuhan patung giok yang hancur tak terselamatkan. Dia mendekat, mengangkat satu serpihan giok, memeluknya seperti anak yang kehilangan ibunya. “Mengapa semua memudar?” Sari Tunjung muncul di bawah gerimis yang tak berair. “Karena kau ciptakan waktu seperti musuh, bukan kawan.”
101.8K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Read
+Library
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

gerutuku sebal Hai hujan Lihat lah diriku Aku menunggu Menanti dengan ragu Dia yang membelenggu Dalam ruang kelabu Hai hujan Lihatlah diriku Yang terbelenggu Rentang waktu Hingga ragu Mengharu biru Hai hujan Aku tau Tak penting bagiku Merajuk Karna Hidup Bukanlah soal waktu “haaaaaaaaaah...ya sudahlah “pikiirku merapikan diri dan ruangan,memojokkan tiap hadiah agar tak memenuhi ruang tidur tempatku dan dia merebahkan diri. “Kruyuuuuuuuk..” “Looh,aku lapar ternyata..”kataku Ternyata aku keasikan melamun sampai melupakan waktu makan malam ku
103.1K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Read
+Library
ONE NIGHT STAND

ONE NIGHT STAND

Dua hari kemudian... Percayalah apa yang sudah kamu lewatkan akan membawa hikmah dan pelajaran berharga bagi kehidupanmu di masa depan. Dalam satu hari kita diberi waktu selama 24 jam untuk melakukan segala aktifitas kehidupan. Hitungan waktu itu akan terus berputar setiap detik dan menit. Bagi sebagian orang, perputaran waktu itu sangatlah berharga. Karena waktu itu tidak akan mau menunggu, tidak bisa berhenti, dan tak akan terulang. Terkadang waktu digambarkan sebagai pedang. Barang siapa yang menyia-nyiakan waktu, maka ia akan rugi.
9.8961.3K viewsCompletedAdded to Library 21.1K Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Show Reviews (73)
Read
+Library
Herofah
Author sudah up dua bab sekaligus ya... mungkin setelah ini, author akan pending up dulu sampai target ulasan tercapai... jadi kalau mau lanjut, kuy bubuhkan komentar kalian di kolom ulasan ini ya... next part kita akan bertemu dengan kisah manis Xander dan Mischa yang akan berkemah dengan Arsen...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Marlina sama sepertiku dan perempuan lainnya, begitu mencintai lelaki yang setia ia tunggu. Lelaki satu-satunya yang mampu melepaskan dirinya dari kesedihan dan penyesalan dunia. *** 2000 Waktu merangkak begitu cepat. Setiap menitnya menyisahkan kisah yang tak mungkin Sapardi atau pun Sri lupakan. Tumbuh kembang sang buah hati. Menggemaskan saat pertama kali mengucapkan kata ibu. Membahagiakan tatkala kaki mungilnya menapaki tanah. Kini, waktu meringkus sedikit kebersamaan Sri dengan sang buah hati. Tiara mulai menduduki bangku sekolah, pagi hingga siang hari, dihabiskan putrinya itu untuk belajar.
1011.2K viewsOngoingAdded to Library 224 Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Read
+Library
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

(Maulana Jalaluddin Rumi) Mas Abi ku tersayang, biarkanlah Zea menjadi sebentuk puisi yang diluncurkan sang waktu. Kemudian menjadi abu dirapal kesunyian. *** Love Mahar
106.0K viewsOngoingAdded to Library 210 Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Read
+Library
Suami Warisan

Suami Warisan

SUAMI WARISAN 175 – Sailendra [TAMAT] -EMPAT TAHUN KEMUDIAN- Diri kita bisa pulih sekaligus merasa hancur di waktu yang bersamaan. Pulih adalah perjalanan yang melibatkan penerimaan atas diri selagi kita hancur, berbenah kemudian membangun kembali diri kita. Waktu menjadi satu-satunya obat bagi Rengganis. Menit berganti jam, kemudian hari berubah jadi minggu sampai tak terasa tiga tahun sudah berlalu.
10157.7K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as puisi perihal waktu sapardi djoko damono
Show Reviews (58)
Read
+Library
Ketut Martini
suami warisan...dari judulnya aza udh bikin penasaran.. seseorg yg mendapat warisan seorg suami?... setlah baca..waah...dari bab 1 smpe bab skrg udh ke 40 smakin aku jatuh cinta ...tokoh narend yg macho habis..trus rengganis pastinya gemoy banget..klop dech mreka berdua.. thor sera emg paling top.......
Mo Xiang Liu Yun
[...6] Saya baru pernah baca novel Indonesia sebagus ini, ceritanya lain daripada yang lain, bacanya engga mau udahan, selalu penasaran pengen tahu kelanjutannya, susah move on. Untung akhirnya Narendra jadian sama Rengganis jadi engga bikin kecewa. Di bab terakhir seharusnya ada Narendra menikah res
Read All Reviews
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang sangat personal tentang cara Sapardi Djoko Damono menangkap esensi waktu dalam puisinya. 'Perihal Waktu' bukan sekadar refleksi filosofis, tapi lebih seperti percakapan intim dengan diri sendiri tentang bagaimana kita memaknai setiap detik. Aku selalu terpana dengan baris-barisnya yang sederhana namun menusuk, seolah-olah waktu bukanlah konsep abstrak melainkan entitas hidup yang bernafas bersama kita.

Dari sudut pandangku, puisi ini bicara tentang ketidakberdayaan manusia di hadapan waktu. Ada ironi yang indah dalam cara Sapardi menggambarkan waktu sebagai sesuatu yang 'tak pernah menunggu' namun sekaligus 'selalu ada'. Ini mengingatkanku pada momen-momen kecil dalam hidup dimana kita sadar bahwa waktu terus berlalu, tapi kita justru terjebak dalam kenangan atau kekhawatiran akan masa depan.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status