Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Meski kesal karena konsentrasinya terganggu, ia membuka pesan tersebut. ‘Sampai kapan kamu hanya akan bermain pesan seperti anak-anak begitu? Jangan-jangan punyamu tak bisa berdiri.’ Santoso tersenyum membaca pesan itu. Ia pun membalasnya dengan singkat, ‘Sabar. Tunggu saja tanggal mainnya!’
380 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Nomor baru Ginos masih ada di daftar blokirnya, Susan tidak melihat pesan terakhir yang dia kirim. [Susan, aku mengorbankan hidupku untuk meminta maaf, bisakah kamu memaafkanku?]
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Baca
+Pustaka
Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!

Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!

Yang ada adalah 15 panggilan tak terjawab dari Rangga dan puluhan pesan singkat. Semuanya berisi permintaan maaf, ratapan, dan janji. Ayu membaca pesan terakhir Rangga: “Aku minta maaf, Sayang, aku bodoh! Aku tahu aku salah, aku sudah mengabaikanmu. Tapi aku mohon, angkat teleponku. Aku enggak akan bisa tidur nyenyak sampai kamu maafin aku. Kita bisa selesaikan ini baik-baik. Please, Yu, aku cinta kamu.”
998.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Baca
+Pustaka
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

────୨ৎ────────୨ৎ──── Aku angin yang menertawakan debu, ketika kuyup hujan memenuhi haribaan. Aku di gantang nelayan menarik perahu, untuk meriwayatkan kisah di tengah samudra. Memilah kata menjadi baitmu, itulah aku. Menghalau jengah, mengusir rindu. Menguliti pelangi untuk mewarnai hariku bersamamu, biar cinta indah sesuai harapku.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Baca
+Pustaka
SUAMI USIL

SUAMI USIL

Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti (Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu. Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap. Hidupku menjadikan terang ketika kamu di sana. Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu. Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum)
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Baca
+Pustaka
Rela Menjadi Madu Sahabatku

Rela Menjadi Madu Sahabatku

“Ya, aku memang sangat kecewa padamu, Asha, aku tidak menyangka sahabat yang sudah aku anggap seperti saudara justru membuatku sengsara.” Asha menggenggam kedua tangan Sahira. “Aku mohon padamu, Sahira, jangan mencintai Mas Cakra karena Mas Cakra hanya punya aku seorang. Di sini kita berdua hanya meminjam rahimmu sebentar untuk mendapatkan keturunan.”
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Baca
+Pustaka
Kukembalikan Suamiku Pada Mantan Istrinya

Kukembalikan Suamiku Pada Mantan Istrinya

Akhir-akhir ini dia jadi sering mengirimiku kata-kata puitis seperti ini. [Di luar hujan begitu deras membasahi jalanan. Sedang aku memilih diam, sibuk meredam rindu, yang ingin berteduh kepadamu] Tersenyum lagi saat membacanya. Dia memang cocok kan jadi penulis puisi. Tiba-tiba ponselku berdering. Panggilan dari Mas Ardhy. "Hallo assalamualaikum, Mas.." "Waalaikum salam, Arini. Gimana kabarmu dan juga ibu?" Terdengar suara dari seberang telepon.
10255.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Baca
+Pustaka
Stetoskop Hati

Stetoskop Hati

“Betul sekali, terima kasih Melia dan Jensen.” Aku menerangkan sedikit materi tentang puisi dan memberikan contoh puisi dari penyair-penyair hebat di Indonesia, seperti Chairil Anwar, Khalil Gibran, dan Sapardi Djoko Damono. Mereka sangat antusias membacakan puisi-puisi yang aku tampilkan lewat layar proyektor. “Nah, sekarang kalian coba tulis puisi mau tentang ayah, ibu, atau keduanya. Waktunya tiga puluh menit. Nanti Kakak periksa hasilnya.”
9.815.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Ketika Istri Berubah cantik

Ketika Istri Berubah cantik

Sahabat kecilku Jingga Mungkin aku bukanlah Orang yang telah mengandung Dan melahirkanmu Namun aku sagatlah menyayangimu Tak harus dengan melahirkanmu Untuk bisa menyayangi juga Mencintaimu bukan? Wahai sahabatku Jingga Jiwaku begitu menyayangimu Semampuku aku akan menjagamu Dan berada di sisimu selamanya Ibuku .... Aku merindukanmu namun tak pernah Sekalipun aku melihat wajahmu Meskipun aku ingin ada di pelukanmu Namun hanya ilusi dalam mimpiku saja Engkau meninggalkanku Begitu lama dan sangat lama
1065.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Baca
+Pustaka
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 995 kali sebagai puisi sahabat pendek 2 bait
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status