Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

Abdi di sini menanti dikau datang Memeluk mawar bertabur darah Terlilit duri, menangisi dikau sang dayita Yang tak kunjung pulang. Kuhirup oksigen sebanyak-banyaknya. Entah mengapa tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Membayangkan sosok Kelam yang pergi dari kehidupanku di balik bait-bait puisi yang tengah kutulis berhasil memporak-porandakan perasaanku. Kugenggam erat bolpoin yang kupegang. Hingga suara intruksi sang juri membuatku segera bangkit dari tempat duduk. "Waktu habis! Puisi harap dikumpulkan kepada para juri! Kami ucapkan terima kasih untuk kalian semua peserta dari perwakilan masing-masing kelas. Selamat siang dan selamat beristirahat!"
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Baca
+Pustaka
Sang Tuan Muda Sejati

Sang Tuan Muda Sejati

tegas Helios. "Janji, Tuan Muda." Winardi menyahut cepat. "Ah, Tuhan memang baik. Aku sebenarnya sopir baru Nyonya Laila. Aku menggantikan sopirnya yang sakit parah. Baru dua bulan aku kerja, waktu kita ketemu di taman waktu pernikahan siapa hari itu." Winardi menjelaskan. "Oh ... ya ..." Helios mengangguk. Helios tidak akan lupa, itu hari pernikahan Victor.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Rasa penasaran di benak sang prajurit semakin bertumpuk-tumpuk. “Burung kepodang terbang tinggi. Bulunya indah kuning semburat.” Lelaki tua di depan sana bersuara. Ucapannya itu lebih mirip parikan, yaitu pantun pendek yang umum berkembang di Jawa. Untuk kesekian kalinya membuat Seta bingung sendiri. Namun tidak demikian halnya dengan Ki Sajiwa. “Yang dicari ada di sini. Marilah andika datang mendekat,” sahut sang petapa dari Teluk Lawa.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Baca
+Pustaka
Kisah Para Penggetar Langit

Kisah Para Penggetar Langit

Setiap saat angin menghembuskan bisikanmu Setiap malam bintang meminjam cahaya matamu Setiap pagi mentari meminjam kecerahan wajahmu Jika orang berkata, maut kan memisahkan, Bahagialah, karena bagiku maut kan mempertemukan Sampai nanti, ku tunggu kau di ujung jalan Tempat telaga kesukaanmu Tempat dimana kau suka memetik bunga Tho Dan berlari mengejar kupu-kupu Sampai nanti kita bertemu kembali Mata Khu-hujin berbinar-binar. Ia menangis terharu, lalu tersenyum simpul ketika Cio San menyanyikan lirik ‘tempat telaga kesukaanmu, tempat dimana kau suka memetik bunga Tho, dan berlari mengejar kupu-kupu’.
9.959.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Mengantar Nyawa setelah hari raya

Mengantar Nyawa setelah hari raya

Girang Rumana dalam hati. "Sumebyar ing sukmo madu sarining perwito. (Menyebar ke jiwa madu sarinya perwita). Maneko warno prodo, mbangun projo sampurno. (Aneka warna prada, membangun diri yang sempurna). Sengkolo tido mukso, kolobendu nyoto sirno. (Kesialan pasti musnah, musibah matapetaka nyata hilang). Tyasing roso mardiko.(Timbullah rasa merdeka atau bebas)."
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Baca
+Pustaka
Palung Cinta Mafia

Palung Cinta Mafia

Jika hatimu tak lekas cerah Pejamkanlah matamu dan tidurlah Bawa dirimu terbang dan melayang Dalam indah dunia mimpi Jika hatimu t’lah riang Buka matamu dan bangkitlah dari mimpimu Karena ada orang-orang yang menantimu” Selesai membacakan puisi kehidupan itu, Kalvi menatap dengan lembut wajah Migy. Dalam hatinya, baru kali ini ia merasakan benar-benar mencintai seorang wanita. Walau telah banyak menjalani hubungan, tapi tak sekalipun hatinya berdesir hanya untuk satu wanita. Migy merasa terharu mendengar puisi kehidupan yang dibacakan oleh kalvi. Ia tak menyangka jika si mesum itu bisa berseni, yang ia pikirkan, Kalvi hanya bisa mempermainkan perasaan wanita saja.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Baca
+Pustaka
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Dan memang begitulah sejatinya seorang Lee Min Hyuk. "Lalu jika bukan pelacur, aku harus menyebut kalian dengan sebutan apa? Jalang, murahan, atau mungkin, peliharaan?" Min Hyuk tertawa di akhir kalimatnya. "Wanita-wanita seperti dirimu dan Kim Soumi itu sama saja, kalian sangat mudah di bawa ke atas ranjang dan tubuh kalian bisa dinikmati oleh sembarang orang, jadi panggilan pelacur itu kurasa lebih pas untuk kalian. Hanya bedanya, Kim Soumi itu lebih pintar darimu dalam menyembunyikan identitasnya."
1019.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Tak terbayangkan datangnya kemari Dia lari lalu berhenti Memegang tangan merenggut hati Oh, sudikah sekiranya kau datang Atau, aku saja yang mendatangimu Katakan ‘iya’ saat ini padaku Aku akan mengejarmu Satu langkah aku menujumu Dua langkah kau menjauhiku Sepuluh langkah aku memandangmu Seratus paku kau tancapkan di hatiku Tega, kau benar sungguh tega Dengan apa aku harus mengejarmu? Bisakah kau berhenti sejenak Napasku sudah tak lagi sempurna Telah aku abdikan untukmu Oh, Malang adalah cerita hedupku “Selesai!” kata Mei setelah rampung menulis. “Aku tidak paham sama sekali.” “Masak? Padahal itu paling sederhana!”
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Baca
+Pustaka
Pendekar Romantis

Pendekar Romantis

“Pendekar Romantis, kekasihmu ini aku bawa, jangan khawatir, Soha aman bersamaku, aku sudah mengamati kalian selama 2 hari, dan aku yakin dia merupakan keturunan Nyi Palasi dan Nyi Samirah” Tertanda, Nyi Mawar Liar “Hmm…Nyi Mawar Liar…siapa dia, aku tak pernah mendengar nama ini, hebat sekali orang itu, aku sampai tak tahu Soha dia bawa,” batin Sembara gemes sendiri, ia menyadari kebodohannya yang terlalu lama mempermainkan Dogal cs, tak tahunya Soha malah di culik. Pemuda sakti ini juga kaget saat kotak kecil yang berisi kitab dan kalung yang Nyi Rayi titip dan ia suruh Soha menyimpannya ikutan lenyap.
10134.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai puisi soe hok gie mandalawangi
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status