Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Berandalan Sekolah

Suamiku Berandalan Sekolah

Memulai membaca puisinya tanpa contekan, sambil menatapku begitu dalam. 'Langit itu Kamu Hamparan pasir putih Menembus batas waktu Aku terpaku pada angin berhembus Setiap kali, ku menyapa rasanya terenyuh Kamu adalah langit biru Tidak terhitung, aku melihatmu Betapa rindu, rasaku kepadamu Langit, tolong panggilkan dia untukku Aku tau, jika diriku tidak sebaik itu Tapi aku mohon, aku hanya ingin kamu
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

“Ini... bukan pena biasa.” Pena itu berhenti menulis. Dan seketika, langit berubah. Kalimat-kalimat di atas sana mulai turun seperti hujan. Tapi tidak membasahi. Mereka menyentuh tanah, dan setiap kali menyentuh, tanah menjadi hidup. Bunga tumbuh dari kata. Rumput muncul dari puisi. Jalan terbentuk dari frasa. Dan di ujung jalan itu, muncul satu pintu besar yang belum pernah ada sebelumnya. Di atasnya tertulis:
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

"Ceritakan padaku tentang tanah itu. Seperti apa tempatnya?" ​Aris tersenyum pahit. "Namanya Lembah Dirgantara. Isinya hutan pinus yang sangat rapat, dengan sungai jernih yang airnya bisa langsung kamu minum. Ayahmu dulu sering membawaku ke sana saat kami masih kecil. Dia bilang, 'Ris, kalau suatu saat dunia ini jadi terlalu kotor, kembalilah ke lembah ini. Airnya akan mencuci jiwamu'. Dia sangat mencintai tanah itu, Kinan. Dia lebih memilih mati daripada melihat pohon-pohon di sana ditebang demi pabrik kimia."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

“Papa dan Mama sering mengatakan mesti mencintai negara. Kenapa kita mesti mencintai tanah air kita? Karena dengan adanya negara, kita baru bisa memiliki rumah! Intinya, mencintai tanah air adalah tanggung jawab dan tugas kita! Mencintai negara sama saja mencintai keluarga kita sendiri dan mencintai saudara kita sendiri!” “Caden, kamu mesti ingat, dengan kuatnya tanah air kita, rakyat baru bisa ikut kuat. Dengan makmurnya tanah air kita, rakyat baru bisa ikut makmur. Dengan amannya negara kita, rakyat juga baru bisa menjadi aman!”
9.51.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.1K kali sebagai puisi tanah air
Tampilkan Ulasan (177)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Talak di Malam Anniversary

Talak di Malam Anniversary

Bersimbah angan tanpa tujuan Dalam derap gerimis yang pongah menghujam Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi Membawa sebaris kata bahagia yang menenggelamkan nurani Diatas pengharapan tak berkesudahan Tentang rindu kusam Tentang cinta terbuang Mengutip satu namamu diantara keluh kesah Gundah gelisah, airmata dan lara Masihkah ada sedikit senyum darimu? Dibatas penantianku yang kini makin terbata Jika masih ada ruang di hatimu Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah Pada tanah membentang Pada pohon-pohon rindang Serta angin yang mengusik keangkuhan Setidaknya biar ada tanda yang bisa kubaca dan kuraba Janganlah sepi yang hadir
1043.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 945 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Reihan: Enkripsi Perasaan

Reihan: Enkripsi Perasaan

“Ég reisti altari úr beinum og tárum Kallaði á anda þína með loga þúsund vitlausra kerta Hverja nótt rist ég nafn þitt á stein Og hvísla: “Þú ert mitt, barn mitt…” “Ég er móðir... ei dauð... ei horfin... Ég bíð... í hverri órólegri draum Barn mitt... kom heim...“ (Terjemahan) “Hmmm,Sunyi tanah luka, berdebu darah Angin perang membawa namamu, wahai jiwa yang patah Tanganku menggapai, langit memerah
800 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
CINTA TERSEMBUNYI TUAN TANAH

CINTA TERSEMBUNYI TUAN TANAH

Suara gunawan terdengar begitu senang sehingga Citra nyaris dapat menggambarkan senyuman di wajahnya. "Aku sangat menyukai karyamu yang luar biasa,itu adalah sebuah kepastian.terapi kurasa Lukisan alam adalah bakat terbesarmu." "Ya." Citra sangat menyukai membuat sebuah lukisan alam,yang menggambarkan kehidupan alam Brakseng tempat dimana ia menghabiskan sebagian masa mudanya, masa dimana ia hidup dengan bebas tanpa ada ikatan apapun.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Bulan Sabit

Pendekar Pedang Bulan Sabit

“Tanah. Dalam jiwa, tanah adalah tempat menyemai dan menuai. Jiwa menyemai bibit kebaikan dan menuai kebahagiaan. Tanah berwarna coklat kehitaman seperti jiwa yang subur dalam serbuan hijau pepohonan.Pepohonan jiwa manusia untuk keteduhan. “Sedangkan udara. Udara tak kasat mata, namun bagian terpentingnya adalah bagian paru-paru. Udara adalah elemen pesan tak tertulis. Elemen kata yang mendiami rasa dijiwa. Udara yang melayang membuat jiwa terbang menjarah ke tempat yang tak bisa dijangkau oleh raga. Dengan sifat udara, jiwa mampu menyelusup ke dalamnya. Merasakan desiran nestapa atau letupan bahagia. Kehalusan udara dan menyamai halusnya jiwa.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status