مكتبة
تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Perempuan Tanah Adat

Perempuan Tanah Adat

jawab Wati lagi, emosi di hatinya sudah mulai berkecamuk. “Tapi Wati ... indak taragak ka baralek gadang? Anak gadih surangnyo, jan dituruikan bana, apolai inyo gadih Minang, harus labiah rajin ka dapua dari pado ka rantau.” [Tapi Wati ... Apa tidak ingin untuk segera mengadakan pesta pernikahan? Anak gadis semata wayang, jangan terlalu dituruti, apalagi dia gadis Minang, harus lebih rajin dan lihai ke dapur dari pada ke rantau]
2.3K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 68 مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
Alegoria

Alegoria

Berkhianat kepada mereka adalah dosa yang tak terampuni. ***** Oh ombak yang berdebur di bibir laut Sungai jernih yang mengiris daratan Pada gunung cadas yang diselimuti kabut Angin lembah membawa kelembutan. Oh tanah airku, Alegra Raya Terbenam dalam doa, Terlukis dalam gembira, Aku adalah merpati yang lahir dari rahimmu. Oh sejahteralah, Alegra Engkaulah sang penyelamat dari petaka besar
103.6K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 127 مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Tanahnya memantulkan cahaya biru keperakan, dan di tengahnya, berdiri meja kayu tua dengan lembaran kertas basah berserakan di atasnya. Aira mendekat. Di setiap lembar kertas itu, ada tulisan samar — tinta hitam yang sudah luntur, tapi masih terbaca dalam cahaya hujan: “Kata-kata adalah cara hujan mencintai tanah tanpa menyentuhnya.” “Jika aku hilang, bacalah langit. Aku meninggalkan suaraku di sana.” Aira menyentuh satu lembar.
101.2K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 34 مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Matanya memandang jauh, seperti menembus waktu. "Dulu… sebelum kita semua lahir, tanah ini bukanlah milik manusia," ucap Ki Harjo lirih. "Daerah bukit kecil, rawa, dan dua pohon beringin itu adalah wilayah suci bangsa lelembut. Mereka tinggal berdampingan, tak mengganggu. Tapi manusia, seperti biasa, mulai serakah."
1.5K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 37 مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

yang renyah dan ritmis, seolah-olah sedang menyayat kulit ego para raja yang masih tersisa. "Aksara pertama," suara Dewi bergema lembut seiring dengan goresan pisau di atas daun. "Air yang mengalir dari mata air pegunungan hingga ke muara laut adalah urat nadi bumi. Tidak ada satu pun benteng batu atau bendungan kayu yang boleh dibangun untuk menahan alirannya demi kepentingan satu wilayah, karena menahan air sama dengan mencekik leher saudara yang tinggal di hilir."
10741 وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 29 مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ia hanya berdiri diam dengan jubah putihnya yang tampak bersinar redup di tengah debu gudang. Ia mengangkat tangannya, sebuah gulungan cahaya terbuka, dan ia mulai menulis surat puitis untuk Majelis Tertua. Kepada Majelis Yang Bertahta di Singgasana Putih, Bintang yang kita titipkan pada tanah, kini telah kehilangan fajar murninya. Laut telah memeluknya terlalu erat, membawa garam yang merusak inti api.
101.2K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 45 مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.6K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 137 مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun di antara dedaunan. Rindu ini menggema seirama dendang alam kehidupan. Kau bunga yang mewangi tertanam indah di taman hati. Kau nama yang selalu kusenandungkan. Kau wajah yang kulukis di kanvas hatiku Berwarna jingga penghuni jiwa.] Mas Fais ini mau bilang otewe ke sini saja pakai puisi aku jadi ge-er.
10147.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 4.4K مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
Elegi

Elegi

Sekali lagi ia mengabaikan eksistensi sepasang Sura, beserta peri pohon, dan juga sesosok Dragon ketika mendapati isi kotak itu adalah lembaran kayu aspen dengan sebuah tulisan yang begitu rapih di permukaannya. Yang fana ialah waktu Yang nyata ialah kau Dan aku hanyalah ketidakpastian yang membelenggu Air ialah diriku dan kau ialah pijar api yang menggelora Kita hanyalah kepulan asap yang tertiup angin lalu tiada Rindu ialah setiap denyut yang menyesakkan dada Ia jatuh di Bumi yang tak semestinya ia tinggali
2.2K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 60 مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

tanya Sita seperti tak sabar saat Bumi berhenti untuk menyesap dulu rokoknya. "Di antaranya ada puisi untuk perempuan yang tak begitu kukenal, tapi cukup sering kulihat di kampus. Ada juga puisi untuk perempuan yang kemudian jadi istriku... sekarang sudah jadi mantan istri. Dan...," Bumi menoleh sebentar ke wajah Sita, lalu melanjutkan dengan suara pelan tapi mantap, "ada pula puisi yang kutulis untuk Teteh."
1011.7K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 279 مرة ضمن puisi tanah air
قراءة
+مكتبة
السابق
123456
...
9
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status