Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

“Anjing!” Hutan Pada Suka terbasuh senja kemerahan bagai beludru. Keheningan yang muram telah menggantikan suara-suara dalam aneka nada tinggi di siang hari. Tiada nyanyian serangga, angin mati, bahkan burung hantu enggan keluar sarang. Mardian berdiri di tepi hutan lebat menantang langit. Kedua tangannya terkepal erat, seluruh tubuhnya bergetar hebat. Matanya berkobar. “Wahai langit tempat Yang Kuasa berpijak, dengarlah: hari ini aku berhenti memohon, aku tak sudi lagi meratap untuk sedikit belas kasihnya. Katakan padanya: jika dia ingin membakarku di neraka, aku menerimanya dengan sepenuh hati!”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Lintang diminta untuk membagikan filosofi Tanah dan Langit, sebuah refleksi yang ia pelajari dari para petani, nelayan, dan tetua dari berbagai tempat—Buton, Papua, Korea, dan kini, Jepang. Ia berdiri di depan mereka. Dalam keheningan, ia membuka dengan puisi: "Langit bukan hanya atap Ia adalah kitab yang tak tertulis Tanah bukan hanya alas Ia adalah tubuh ibu yang setia Di antaranya, kita berdiri Bukan untuk menaklukkan Tapi untuk merawat" Semua hening.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
MAS FAIMO BAKUL TEMPE

MAS FAIMO BAKUL TEMPE

"Tiada negeri seindah negeri dimana kita dilahirkan. Tapi tak ada salahnya kita berkelana ke negeri lain. Agar kita tahu keindahan itu tak hanya ada disatu tempat saja." *** Tanah airku Indonesia Negeri elok amat kucinta Tanah tumpah darahku yang mulya Yang ku puja sepanjang masa... Tanah tumpah darahku yang makmur Pulau kelapa yang amat subur
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Aira's

Aira's

Bait Untukmu Setetes air mata telah memadamkan semangatku, Seucap kata dari kau telah membelah hatiku, Kau bilang aku bodoh, Kau bilang aku tak gigih, Pembacaan puisi yang ditayangkan perdana di tv nyaris membuat ayah menangis seorang diri ketika mendengar dan melihat bagaimana pilunya Aira membaca puisi. "Maafkan Ayah Nak!" batin ayah sendu dan meremas kuat selimut yang ia pakai.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

“Hahhh... kenapa alam selalu bangun duluan dari manusia, sih...” “Kau tidur seperti batu,” komentar Ayu dari arah sungai, sedang mencuci sisa peralatan makan. “Mungkin bumi memang menganggapmu bagian dari dirinya.” Tirta menepuk dadanya bangga. “Ya jelas. Aku—Tirta Sang Tanah!” “Tanah liat,” tambah Rakasura tanpa menoleh. Tirta mencibir. “Tanah liat juga bisa jadi patung dewa kalau diukir sama pengrajin hebat.”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Dia mengunci pintu pagar dan membawa mereka tidur. Meski sudah di tempat tidur, mereka belum langsung tidur. Jiang Xi menggunakan waktu ini untuk mengajarkan mereka menghafal puisi klasik. Puisi yang mudah diingat tentu saja 'Belas Kasihan kepada Petani': Mencangkul di ladang pada tengah hari, keringat menetes ke tanah. Siapa tahu nasi di piring, setiap butirnya penuh dengan kerja keras.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
DUKUN 99

DUKUN 99

Gunung-gunung yang tinggi, Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Dari pulau-pulau, lembah-lembah Gunung-gunung yang tinggi Oh, Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai puisi tanah air
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Dia menggumamkan puisi itu, lalu berkomentar, “Meskipun puisi ini cukup bagus, isinya penuh dengan kekecewaan dan ketidakpuasan. Itu masih nggak sesuai dengan te ....” “Rasa malu dari zaman dulu masih menghantuiku, kapan kebencian ini akan sirna? Aku ingin menunggangi kuda melintasi perbatasan musuh, memukul mundur musuh, dan mendapatkan kembali tanah yang hilang. Setelah meraih kemenangan, aku akan kembali untuk mengabdi kepada Raja!” Wira melafalkan lanjutan puisi itu dengan penuh semangat.
96.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184.5K kali sebagai puisi tanah air
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Awas, Bos Jatuh Cinta!

Awas, Bos Jatuh Cinta!

Dia jongkok di tanah dan tampak seolah-olah ia sedang menggali melalui kotoran? Sharon berjalan bingung cara dan mendengar ibunya membaca dua baris puisi, “Bunga yang tersenyum hari ini, besok akan mati, semua yang kita inginkan hari ini, menguji kita dan kemudian pergi ...”
9.3673.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.5K kali sebagai puisi tanah air
Tampilkan Ulasan (100)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Dengarkan baik-baik, judul puisi ini adalah 'Petir'." Nazar menggeleng-gelengkan kepala sambil mulai melantunkan puisinya, "Sekilas kulihat rantai api membelah angkasa, kusangka Kaisar Langit sedang menyalakan bara. Kalau memang bukan asap dari kayangan, mengapa petir menyala berulang di awan?" Ewan sampai ingin langsung melompat dari sini. Karena saat Nazar membacakan puisi itu, suaranya sangat keras sehingga banyak wisatawan di sekitar ikut mendengarnya.
9.61.2M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42.2K kali sebagai puisi tanah air
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status