Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Obsesi Tuan Muda Candra

Obsesi Tuan Muda Candra

Hujan turun lagi, tapi suara tetesnya menyatu dengan tawa anak-anak, menjadi irama kehidupan yang baru. Beberapa minggu kemudian, Universitas Papua Barat mengundang Candra untuk mengadakan program terapi kreatif rutin. Pada sesi pertama, seorang mahasiswa Fakultas Hukum bernama Arif datang menghampirinya. Dia mengaku terjebak dalam obsesi keadilan ekstrem, sampai lupa bahwa hukuman tanpa belas kasihan tidak akan menyembuhkan. “Cerita Anda tentang meninggalkan dendam membuatku menyadari: keadilan yang benar adalah yang memberi kesempatan untuk memulai ulang,” ujar Arif. Candra mengajaknya menggambar, memvisualisasikan keadilan sebagai cahaya yang menerangi, bukan pedang yang menyakiti.
10603 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
I am The Real King

I am The Real King

Sakit sekali! Abumérta mengingat lagi masa lalunya, tatapan matanya menerawang. Jauh di lubuk hatinya, yang ia inginkan sebenarnya sederhana, KEADILAN. Ya, keadilan. Satu kata yang mudah dimengerti namun tidak akan pernah habis jika ditelaah secara panjang lebar. Nyatanya, di dunia ini, entah ada berapa ratus juta nyawa yang tidak ingin lagi berpangku pada kata 'keadilan' tersebut. Termasuk salah satunya... Abumérta. Hingga akhirnya ia memilih jalan hidup yang selama ini dirasakannya meski ia tahu itu salah.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 170 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Silsilah Naga Emas

Silsilah Naga Emas

Li Zhen : "Kita telah melalui begitu banyak cobaan, dan setiap luka yang kita derita adalah bagian dari perjuangan kita untuk keadilan. Aku berjanji, demi desaku yang hancur dan setiap jiwa yang tertindas, aku akan terus berjuang, menantang setiap bayang kejahatan, hingga kebenaran terungkap dan keadilan bersinar terang." Mei Xiang:
1.4K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Rahasia sang Pewaris

Rahasia sang Pewaris

Saat dia berdiri di atas panggung untuk menyampaikan pidato kemenangan awalnya, dia berkata dengan tegas: “Keadilan bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Kita harus memperjuangkannya, melindunginya, dan memastikan bahwa kegelapan tidak pernah menang. Perang ini belum selesai, tetapi saya berjanji, saya tidak akan pernah menyerah.”
91.3K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!

“Bukan tentang darah… tapi tentang keadilan. Tentang dunia yang akhirnya berhenti saling membunuh.” Ia membuka mata kembali. “Namun yang kulihat hari ini hanya… akhir dari dua manusia.” Dyall melangkah lebih dekat. “Keadilan tidak selalu tampak indah,” katanya. “Terkadang ia tampak seperti kekejaman. Tapi tanpanya, lebih banyak darah akan tumpah.” Elyse menoleh padanya. “Kau percaya itu sepenuhnya?” Dyall menatapnya tanpa ragu. “Aku percaya pada pilihanmu.”
9.885.4K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit

Kekuatan Harvey York untuk Bangkit

“Apa gunanya berjuang untuk negara tanpa keadilan? Longmen memutuskan untuk menunjuk seorang pemimpin cabang cara lama!” “Karena itu masalahnya, wajar saja untuk menghancurkan negara yang melakukan ini padaku, kan?” Mata Henrik berbinar. “Aku membawa keadilan kepada orang-orang di sini atas nama Amerika! Itulah keadilanku!” Harvey menghela napas. “Negara ini memiliki ketidakadilan. Beberapa orang terkadang diperlakukan tidak adil.” “Selalu ada telur-telur jahat di negara ini...”
9.139.5M viewsCompletedAdded to Library 869.9K Times as puisi tema keadilan
Show Reviews (17437)
Read
+Library
Weneedta
Hai... Jika berkenan mampir ke cerita aku yuk >>> "Antara Kamu dan Putraku". Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Ceritanya relate dgn kehidupan sehari-hari. Ditunggu ya. Makasih ^_^
Zizizaq
Bagus thor, aku suka karyamu. Tapi nggak sanggup baca sampai akhir, yang penting udah tau alurnya. Baca juga karya Zizizaq! 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. nikah kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4 Cinta setelah dendam
Read All Reviews
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Lagi? Menurut Cak Kamid, Surat At-Tin ini dikirim sebagai teguran keras terhadap manusia sebagai makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan Allah. Manusia diciptakan bahkan melampaui semua bentuk kehidupan, tetapi malah berakhir dengan tragis. Hal itu karena manusia dilemparkan ke dalam keadaan paling menyedihkan jika tidak beriman dan enggan berbuat kebaikan. "Ini adalah penegasan bahwa tidak ada yang bisa melebihi Keadilan Yang Maha Adil," saran Bowie.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 229 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Ada sesuatu di dalam suaranya yang menggetarkan — bukan amukan, melainkan kehangatan lebur yang menguji fondasi. “Keadilan bukan ilusi,” jawabnya, nadanya dingin namun kuat. “Ia adalah prinsip. Mungkin rapuh di tangan yang salah, tetapi hal itu bukan alasan untuk melemparkannya ke jurang. Kami dipanggil bukan untuk menilai kalau nilai itu layak atau tidak. Kami dipanggil untuk menegakkan, untuk menutup retakan waktu yang diakibatkan olehnya.”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
KERUMUNAN ADALAH NERAKA

KERUMUNAN ADALAH NERAKA

suaranya menggema, membuat seluruh kerumunan terdiam. Sari melangkah maju. "Kami hanya ingin keadilan bagi desa ini. Tapi kami tidak tahu jalan mana yang harus kami pilih." Sang penjaga gaib menatap mereka satu per satu. "Keadilan bukanlah tentang memilih siapa yang menang atau siapa yang kalah. Keadilan adalah tentang keseimbangan. Jika manusia rakus, alam akan melawan. Jika manusia bijak, alam akan memberi lebih dari yang mereka butuhkan."
1.7K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
Sistem Super Boros

Sistem Super Boros

Kalau menurutmu aku menantang otoritasmu, selamat, kamu benar, karena begitulah sikapku saat menulis esai ini. Aku bisa memarahi kamu, tapi bisakah kamu memarahiku? Siapa bilang tidak ada keadilan di dunia? Kebaikan dan kejahatan akan diberi pahala dan hukuman oleh surga. Bunga prem itu mulia dan murni, dan batu giok itu putih. Sungguh konyol bagi kekuatan besar untuk menelan gajah.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as puisi tema keadilan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status