Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita yang Kau Sakiti

Wanita yang Kau Sakiti

Dia bertekad untuk terus memperbaiki diri terus setiap hari. Pada malam kuadukan resahku Pada sepi kularutkan rinduku Pada sunyi kutemukan tenangku Pada hening kulabuhkan cintaku Duhai Sang Pemilik Hati Ampuni hamba yang lemah ini Masih saja tak tahu diri Merindu dia yang tak halal bagi hati Tunjukkanlah Jalan penghilang resah Obat musnahkan gundah Doa penenang hati yang terbelah
1063.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Aku tahu. Tapi izinkan kami menebusnya dengan cinta.” “Lamun cinta jadi rasa, laut bakal tenang deui.” (Jika cinta menjadi rasa, laut akan tenang kembali.) Cahaya jingga terlihat meluas, ombak besar yang tadinya berputar kini mereda perlahan. Suara-suara kenangan di udara menghilang, meninggalkan hanya satu suara lembut, yakni suara bumi yang berbisik penuh kedamaian.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Ketenangan pasca-Festival adalah jenis yang produktif, penuh dengan getaran energi yang fokus dan tenang. Pusaran Penyesalan yang telah berubah menjadi Danau yang Tenang, dan The Silence yang kini menjadi Pengamat, telah membuka lapisan realitas yang sebelumnya tertutup oleh konflik mereka. Yang Terkubur adalah yang pertama merasakannya.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Ia duduk di atas panggung kecil yang dibuat dari kayu jati, di depannya kecapi kuno berukir naga dan bunga teratai. Jari-jarinya yang ramping menyentuh senar satu per satu, menimbulkan alunan lembut yang menembus dada setiap pendengar. Nada-nada itu bagaikan percakapan rahasia antara hati dan langit. Hening panjang menyelimuti ruangan sebelum akhirnya suara Cahya yang tenang dan bergetar lembut mulai menyanyikan bait puisinya—puisi yang ia tulis untuk sosok yang hingga kini masih berdiam di hatinya.
9.857.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai puisi tenang
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Baca Semua Ulasan
Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

Pengasuh Polos untuk CEO Dingin

"Oke Jel, kamu tenang." Nozela mencoba menenangkan dirinya sendiri, dia mensugesti pikiran dan perasaannya dengan kalimat penenang. Nozela menarik napas dalam kemudian meghembuskannya panjang, dia melakukannya beberapa kali hingga perasaannya mulai tenang. Drrtt..drrtt.. Nozela berjengit saat ponselnya bergetar di tengah keheningan mobilnya, dia memejamkan mata sambil mengelus dadanya.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Lady Xiwu menatap buku itu seolah berharap bisa membaca isi tulisannya dari kejauhan. Kaisar membaca dalam diam cukup lama, alisnya sedikit berkerut. Ia membaca pelan, seolah setiap kata memiliki bobot dan makna tersendiri. Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Untukmu Hati Aku disini Merasa sangat sendiri Hidup tanpamu tiada arti Malam Sampaikan padanya Hariku akan kelam Bila hariku tanpa dia Bulan Sapa dia Sampaikan perasaan Kini Gundah gulana Pagi Cepatlah berganti Sampaikan pada mentari Berikan pesan agar dia kemari Setelah berpuisi aku tertidur lelap.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Anak Kembar Milik Sang Cassanova

Anak Kembar Milik Sang Cassanova

“Dulu aku benci melihat air tenang, Liam. Karena setiap kali aku melihat ketenangan, aku selalu takut akan ada badai yang menyusul. Tapi hari ini... aku merasa benar-benar damai.” Pacing hari itu berjalan sangat lambat dan penuh kedamaian. Tidak ada ponsel yang berdering, tidak ada bayang-bayang John yang mengganggu, hanya ada suara kicauan burung dan teriakan girang anak-anak.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

Hamparan kebun teh yang hijau mampu menenangkan pikiran Entah apa yang kamu pikirkan Aku yang telah mengandung anakmu atau dirinya yang selalu mencintaimu dan selalu mengharapkan Sebenarnya keinginanku sederhana Kamu melupakannya dan aku akan mencintaimu juga Mamun waktu begitu kejam Kadang aku merasa iri dengannya yang sudah kau cintai begitu besar Sementara kamu tidak pernah mengucapkan kata cinta itu kepadaku Sore ini aku bahagia dengan rindangnya pepohonan dan kedamaian semilir angin yang menerobos jendela kamarku. Sore ini aku ingin menenangkan diri. Aku ingin kedamaian. Karena suasana seperti ini jarang bisa kutemukan lagi. Aku harap kamu bahagia bersamaku setelah ini
9.524.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 696 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status