Jeruji Tanah Anarki
Setipis benang layang pun tidak masalah, cukup untuk membuat nadi tetap dalam iramanya, menari di hamparan ladang bunga bertemankan kupu-kupu, capung, dan burung-burung.
Rangkaian aksara di buku yang terbuka tidak lebih dari pengalih atensi orang lain, barangkali ada yang melihat, sementara ingatan tak jeranya kembali memutar kenangan, membuat hanyut dalam pikiran yang terus saja senang melanglang berkelana ke masa lalu kendati terus pula berbagi rasa pada sedih yang tak pernah absen meramaikan. Sadar semua percuma dan sia-sia tidak cukup kuat untuk menjadi pengakhir. Selalu kembali mengulang dan terulang meski lagi-lagi berakhir dengan sesak dan sakit, jiwa teriris, juga rindu yang makin te
Bab Populer