Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anomali Dunia Darma

Anomali Dunia Darma

“Iya, karena Mamaku orang Indonesia.” Si rumput liar ini benar-benar tidak digubris kehadirannya. Aku teringat dengan pertanyaan yang diajukan Pak Darma pada saat aku duduk di kubangan darah Jessica. Apakah kamu hidup? Dan jawaban yang aku dapatkan tak lain aku ini mati bagi yang lain. Dunia yang dibangun oleh teman-temanku, tidak terganggu jika aku tidak hadir di dalamnya. Aku mati bagi mereka. Apakah ini maksudnya kalau aku ini dianggap mati oleh orang-orang sekitar?
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Baca
+Pustaka
Di Balik Nama dan Luka

Di Balik Nama dan Luka

Ia membaca puisi yang ditulisnya sendiri. “Untuk Ibu yang mencintai dalam luka, Untuk Ayah yang pergi dengan nama, Untuk lelaki yang menghapuskan duka, Dan untuk diriku, yang akhirnya bisa bangga.” Semua bertepuk tangan. Maya menangis lagi—tapi kali ini bukan karena luka, melainkan karena kebahagiaan yang tidak dibayarnya dengan air mata sia-sia. Hidup mereka belum selesai. Masih banyak bab untuk ditulis.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk

Sang Penakluk

Indira mengangguk kembali dan meletakkan gelas dengan hati-hati. “Aku yatim piatu dan kehilangan segalanya saat belum menyadari apa itu arti hidup tanpa ayah dan ibu.” Mina mengangguk penuh simpati. “Berjuang keras menjadi pribadi yang baik sementara batinku sendiri menyimpan luka. Aku tidak lagi kebal untuk disakiti. Aku ingin orang berhenti menyakitiku.” Air mata mulai merebak di kedua kelopak mata Indira.
1046.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Baca
+Pustaka
Mirror : Death Note

Mirror : Death Note

katanya dengan emosi yang tertahan. Dia memainkan pisau dan tentu membuatku ketakutan. Aku sudah berpikir kalau tidak akan bisa melihat matahari esok hari. Sejenak aku menyesal telah datang ke sini. Aku menyesal meninggalkan Indonesia. Meninggalkan teman-teman dan ... Aku merindukan Rangga. Tangisku pecah. Tapi dia justru tertawa. Berusaha melepas ikatan tangan, tapi justru pergelangan ku terasa pedih.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Baca
+Pustaka
Titik Nadir Sang Pendosa

Titik Nadir Sang Pendosa

Entah akan bagaimana dia menata hidup kedepan karena satu-satunya penyemangatnya saat ini sudah tidak ada lagi. “Kita pulang, Ndra, kasihan Bi Rida kalau menunggu terlalu lama. Kita urus dengan layak dan kebumikan hari ini juga agar dia tenang di alam sana.” Salah satu tetangga yang mengantar berusaha menenangkan Indra. Matanya tampak berkaca-kaca karena ikut bersimpati. Dia tahu betul rasanya kehilangan seorang Ibu. Hampa. Hidup seperti kehilangan arah karena tidak tahu harus bergantung kemana.
1021.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 764 kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
shameita
thor yang bai...dan selalu pny byk ide dlm plot novelnya.... tolong dong judul² ini di upload di GN juga thor..... PLEASEEEE.... :) Air mata sang bidadari Mencintai harapan Dermaga yang terbelah Akankah selamanya luka Kita yang terluka Menyulam air mata Masih yang terindah
Ayu Ayuningtiyas
ceritanya bagus Thor, pembelajaran utk semua anak gadis agar bisa menjaga diri dan kehormatannya,jgn percaya sama mulut manis dan kelakuan laki" yg bilang cinta dan sayang.semoga ada kehidupan yg lebih baik lagi untuk Naura.
Baca Semua Ulasan
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

TUT Sambungan terputus, Redita menghela nafas panjang. Matanya memanas, hatinya kembali pedih. Kenapa setiap kebahagiaan yang ia cicipi hanya bertahan sementara? Apakah benar ia tidak pantas bahagia? "Selamat tinggal, terima kasih banyak!"
9.9266.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.6K kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Baca
+Pustaka
BERUANG GUNUNG ALTAY

BERUANG GUNUNG ALTAY

"Di sini pula aku kehilangan cintaku. Hari-hari begitu singkat bagi kita. Tapi namamu akan terukir selamanya sebagai kenangan paling indah yang tak terlupakan." Jonan memegangi bahu Oldi untuk memberi kekuatan, lalu membantunya berdiri. Jujur hati Jonan tidak enak setiap kali ada peristiwa duka dan bertaburan kata-kata yang menurutnya berlebihan. Kematian akan menjemput setiap makhluk yang bernyawa. Buat apa meratapi dan menyesali peristiwa yang sudah biasa terjadi?
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Baca
+Pustaka
Obsession Love Disorder

Obsession Love Disorder

Dan menjawab Mommy “Okay, I'm leaving for Indonesia as soon as possible. But don't set me up for what I'm going to do there. And don't lie to me, if your intention is not to dump me.” (“Okay, aku akan berangkat ke Indonesia secepat mungkin. Tetapi jangan mengaturku tentang apa yang akan aku lakukan disana. Dan jangan bohongi aku, jika benar niatmu bukan untuk membuangku.”)
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Baca
+Pustaka
Who are you (Indonesia)

Who are you (Indonesia)

Hari ini adalah Kamis sore, tepatnya nanti malam adalah Jumat kliwon yang dalam weton jawa adalah hari dimana kita harus mengirimkan doa kepada saudara dan kerabat yang sudah meninggal. Ku usap batu nisan yang bertuliskan nama kedua orang tuaku, tak pernah terbesit sedikitpun mereka akan meninggalkanku disaat keadaan yang benar-benar sulit bagiku. "Ma.. Pak.. Maafin Adit belum bisa menjadi anak yang berbakti sepenuhnya, doakan Adit supaya bisa mempunyai bahu yang kuat seperti Bapak dan penuh kasih sayang serta perhatian seperti Mama.." ucapku lirih sambil menahan air mataku.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Baca
+Pustaka
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Kepada pewaris peradaban, yang telah menggoreskan Sebuah catatan kebanggan, di lembar sejarah manusia Wahai kalian yang rindu kemenangan Wahai kalian yang turun kejalan Demi mempersembahkan jiwa dan raga Untuk negeri tercinta Wahai kalian yang rindu kemenangan Wahai kalian yang turun ke jalan Demi mempersembahkan jiwa dan raga Untuk negeri tercinta
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai puisi tentang indonesia berduka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status