Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

"Dulu waktu kecil, orang tuaku sibuk dengan pekerjaan. Aku dibesarkan oleh Kakek dan Nenek. Nenek selalu menyuruhku banyak membaca supaya jadi bijak. Kakek mengajariku kaligrafi yang menuntut ketenangan dan fokus. Setiap goresan melatih ketabahan." "Mereka membimbingku tumbuh dewasa, mengajarkanku cara hidup, nilai-nilai menjadi seorang pria sejati. Saat aku kuliah di luar negeri, Kakek tiba-tiba sakit keras. Aku nggak sempat melihatnya untuk terakhir kalinya." Suara Rexa penuh penyesalan. "Tahun lalu setelah Nenek didiagnosis penyakit jantung, aku memutuskan pulang lebih awal. Aku nggak ingin kejadian serupa terulang."
9.81.9M viewsCompletedAdded to Library 66.1K Times as puisi tentang kakek
Show Reviews (196)
Read
+Library
Fensi Kiswardani
untuk pembelian koin 16 rb. isi 20 rb, trnyta blm bs beli. cobak isi tmbh 5 rb. pas pmbelian koin trnyta berhasil. n iseng ngecek saldo, berapa yg kepotong...pkir kisaran 16 rb skian lah...eh kaget dong, sisanya cmn 4 rb skian. berarti harga koin ny bkn 16 rb, tp 21 rb. gila...parah bgt dah. ga lagi
Hafidzah Talita Azzahra
penulisannya sangat bagus, detail dan lengkap, cerita nya sungguh menarik, bikin penasaran sama kelanjutan nya dan banyak pengetahuan yang belum saya ketahui di dalam nya! cocok dengan tema dan genre nya, alur nya panjang tetapi tidak bikin bosan di baca berulang, novel the best yg saya baca thn ini
Read All Reviews
Boneka Beruang: Evolusi Sang Iblis Terkutuk

Boneka Beruang: Evolusi Sang Iblis Terkutuk

"Kenapa kamu sampai di sini? Dengan siapa kamu ke sini?" Sizhi menangis saat berjumpa dengan kakeknya yang dia kira sudah meninggal sejak beberapa tahun lalu. Dia hanya bisa memeluk kakeknya dengan erat, seperti enggan melepasnya. "Aku kangen dengan kakek. Hidup tanpa ada kakek seperti berada di neraka. Tak ada satupun orang yang sesayang kakek kepadaku" kata Sizhi. "Hari kematian kakek adalah petaka bagiku"
334 viewsOngoingAdded to Library 7 Times as puisi tentang kakek
Read
+Library
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran. Dia adalah kita dan kita adalah dia. Namun, dia tak pernah mengakuinya." Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
9.93.1K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as puisi tentang kakek
Read
+Library
KAKAK ANGKATKU AYAH DARI ANAKKU

KAKAK ANGKATKU AYAH DARI ANAKKU

Di mata Lucas, Athar anak yang cerdas dan menggemaskan. "Athar kalau udah ketemu papa, nanti ke sini tengok kakek lagi. Atau kalau nggak, Kakek tinggal di rumah papa Athar ajah pasti rumah papa Athar besar dan bagus." Bocah itu terus berceloteh dengan tangan memperagakan segala macam apa yang dia katakan.
5.1K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as puisi tentang kakek
Read
+Library
KEPONAKANKU ANAK DARI SUAMIKU

KEPONAKANKU ANAK DARI SUAMIKU

Dea naik ke atas tempat tidur memeluk sang kakek yang sudah tidak bernapas lagi. “Dea sama Daddy, Sayang.” Tian langsung memeluk putrinya dari belakang. Sebelum Dea mengikuti jejak Aruna dan Ressa, membangunkan paksa sang kakek. “Daddy ada di sini buat Dea, Dea jangan takut sendirian. Kakek gak suka Dea nangis kan?” lelaki itu membalikkan tubuh Dea pelan. Menyeka bulir-bulir air mata yang berjatuhan di pipi sang putri.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as puisi tentang kakek
Read
+Library
Istri Sah CEO

Istri Sah CEO

Aku tak ingin mendiamkan nasi goreng buatanku ini lama-lama di wajan, aku takut wanita licik ini menaruhnya racun sianida ke nasi goreng buatanku ini. "Kakek, nasi gorengnya sudah siap," senyum kakek terpancar jelas kearahku, ini adalah moment sangat langka antara aku dan kakek, beliau sangat sibuk jadi jarang ada kesempatan untuk mampir kerumah ini. "Hmmm dari baunya kayaknya enak nih?" ucap kakek memuji "Pasti enak dong Kek, kan ini nasi goreng buatan Zahwa hehe," tutur Zahwa.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as puisi tentang kakek
Read
+Library
Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

kata pria tua renta itu dengan suaranya yang tercekat di tenggorokan. Kaisar yang duduk di atas ranjang pasien itu tergelak, menertawakan perkataan sang kakek yang beralasan jika semua kekejamannya dilakukan demi dirinya. "Haha! Demi kebaikanku? Bertahun-tahun aku kehilangan dan melupakan sosok mama, berani-beraninya Kakek bilang semuanya demi kebaikanku!" kata Kaisar dengan suara tertahan.
1020.3K viewsCompletedAdded to Library 712 Times as puisi tentang kakek
Read
+Library
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

katanya pelan, “maka aku akan menulis ulang apa yang dia buat.” Setiap langkah mendekat ke menara terasa seperti memasuki lapisan ingatan yang semakin dalam. Ia melihat versi dirinya di masa lalu — gadis kecil yang duduk di sisi kakeknya, mendengar kisah “Darah yang Mengikat Langit.” Kakeknya pernah berkata, “Kau pikir Tuhan menulis takdir manusia? Kadang, manusia menulis Tuhan agar mereka punya alasan untuk takut.”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as puisi tentang kakek
Read
+Library
PERFECT HUSBAND [INDONESIA]

PERFECT HUSBAND [INDONESIA]

Pintar sekali kakek satu ini merusak moodnya. “Kamu tidak mungkin sedang berpikir bahwa saya tengah mengarang cerita bohong bukan?” ucap sang kakek dengan nada mengejek. Zuhra menaikkan pandangannya, menatap serius pria tua di hadapannya. “Saya nggak akan terhasut ucapan orang yang ingin suami saya hancur. Kakek bukan siapa-siapa, jadi nggak ada alasan untuk saya bisa percaya,” ucapnya tegas.
9.975.3K viewsOngoingAdded to Library 1.9K Times as puisi tentang kakek
Read
+Library
Gadis Peliharaan Sugar Daddy

Gadis Peliharaan Sugar Daddy

Walaupun semua orang mungkin setuju kalau orang tua sepertinya halal untuk balas digaplok, tapi aku rasa melawan kakek peot yang arogan tetap saja tidak sopan. "Sebenarnya bisa apa yang dia suntikan padamu, Kevin? Sampai-sampai kau rela meninggalkan kuliah, meninggalkan semua fasilitas yang kakek berikan bahkan minggat dari rumah dan membantah satu-satunya orangtuamu?!" Kakek menarik kerah bajuku dan berteriak tepat di depan wajah. Sebenarnya aku tak masalah kalau dia mau marah-marah. Aku hanya tak tahan dengan bau mulutnya mengingat Kakek adalah seorang perokok berat bahkan di usianya sekarang.
1016.5K viewsCompletedAdded to Library 462 Times as puisi tentang kakek
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status