Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kau Duakan Aku, Kubawa Anakmu Pergi

Kau Duakan Aku, Kubawa Anakmu Pergi

"Biarkan semua jadi masa lalu, ngga ada yang bisa mengubah perasaanmu kalau bukan kamu sendiri." Aini menghirup udara dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan. Gejolak dalam hatinya mulai mereda. Ia pun mengulurkan tangannya ke belakang yang langsung disambut oleh Adza. "Adza kangen sama Papa?" tanya Aini mencoba berbicara pada putrinya. Adza menggelengkan kepalanya. Ia tak berani mengatakannya pada sang mama. "Adza mau ketemu Papa? Ngga apa-apa bilang aja. Nanti Mama pasti kasih izin," sela Zain berusaha menengahi.
1056.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
Suami Adikku, Ayah Anakku

Suami Adikku, Ayah Anakku

Aku menjelaskan dengan sungguh, Rahisa malah manggut-manggut seraya tersenyum simpul. "Padahal aku enggak ada sebut Gatan. Move on kek, Buk," ejeknya makin merajalela. "An**ng," makiku malu. "Soal ayahmu, kamu mau gimana?" Cerita Ibu tentang aku yang bukan anak kandung Ayah juga sudah kubagi dengan Rahi. Seperti biasa, dia menangis kemarin. Katanya, aku ini mungkin tokoh novel yang terlempar dari dalam buku. Hidupku banyak drama, singkatnya.
104.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 148 Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
Claudia's Gift Shop

Claudia's Gift Shop

Cerita kakek Tong dengan panjang lebar. “Buku-buku dongeng itu mungkin memang hanya karangan semata, tapi bagaimana dengan puisi lama yang barusan kakek singgung? Kakek sendiri yang mengatakan bahwa itu ditulis oleh raja terdahulu, apa itu benar-benar terjadi?” tanya Yao. Mendengar pertanyaan Yao, kakek Tong tertawa dengan keras.Ia mengambil posisi berlutut, mendekatkan wajahnya ke Yao dan menatapnya tajam.
104.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 101 Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Walaupun memang setiap hari aku selalu menantinya dan berharap menjaga kami di rumah, namun kalau mengalami hal seseram itu, aku pun akan berpikir dua kali untuk pulang ke rumah. “Jadi …. Kira-kira siapakah wanita itu??!” celetuk mas Bejo. “Hanya Tuhan yang tau, Mas. Hahaha .…” jawab mang Danu. Siapa wanita itu? Apa yang ia lakukan di rumah itu saat aku dan keluargaku berada di dalamnya? Begitu pula dengan lagu-lagu sunda tadi. Memang, semasa hidup setiap pagi Kakek selalu memutarkan lagu khas sunda dan itu menjadi rutinitas setiap pagi. Tapi kan, Kakek sudah nggak ada? Lalu siapa yang memutarkan lagu-lagu itu?
105.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 195 Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
The Princess Troublemaker

The Princess Troublemaker

Padahal yang sebenarnya terjadi justru berbanding terbalik. Gadis berponi tersebut melipat kaki, pipinya pun jatuh menempel pada tempurung lutut. "Tian, gue sayang kakek. Kalau boleh jujur, gue mau ngadu dan nangis sejadi-jadinya di depan kakek karena beliau yang selalu ada di sisi gue kapan pun itu, tapi gue nggak berani buat pulang. Gue takut. Gue udah jadi anak dan adik yang gagal. Gue takut jadi cucu yang gagal gue sementara smeua orang tau kalau gue adalah cucu yang paling kakek sayangin terlepas segala macam bentuk kelakuan nakal gue. Jadi dari sini aja, ya, Tian. Dari sini aja gue doain kakek sembuh. Gue bakalan rajin ibadah buat doain kesembuhan kakek. Gue berharap kakek selalu seha
101.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 36 Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
Pria Pengganti di Malam Pengantinku

Pria Pengganti di Malam Pengantinku

Abercio meraih tissue untuk emmbersit hidungnya berkali-kali, sebelum kembali melanjutkan, "Ketika aku bercerita tentang Kakek, aku dapat merasakan kesedihan Mommy. Aku dapat melihat matanya Mommy yang berkaca-kaca, dapat mendengar suaranya yang bergetar. Saat aku bicara di makam Mommy, semua kata-kata itu aku tujukan padanya, aku bahkan memancingnya dengan mengatakan wanginya mirip dengan wangi Mommy. Aku berharap Mommy langsung mengungkapkan dirinya, tapi tetap saja Mommy bertahan dengan sandiwaranya."
9.9155.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.1K Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
Karma 3 Kubalaslah Sakit yang Kau Berikan.

Karma 3 Kubalaslah Sakit yang Kau Berikan.

pintanya terkekeh pelan. "Kakek mantan seorang patriot, tentulah untuk mengurusi perkara kecil seperti itu bukanlah hal yang sulit, aku harap kakek memberiku kiat-kiat melakukan sesuatu," ucapku menderaikan tawa "Kau lebih cerdik dariku, andai kau bodoh mungkin kau tak akan pernah jadi menantuku, berada di rumah ini dari keadaan dibenci hingga dicintai merupakan prestasi besar untukmu," pujinya.
4.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 177 Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
Menikah Dengan Paman Tunanganku

Menikah Dengan Paman Tunanganku

Zack menjawab polos, “Ayahku dan kakek Tuan Keenam dulu melewati hidup-mati bersama. Saat keluarga Tuan Keenam mengalami musibah dan ia masih kecil, orang tuaku diam-diam merawatnya.” “Oh…” Paman Kelima menepuk bahu Zack pelan. “Pantas saja. Pantas saja kau masih hidup.” “Hah?!” Zack langsung tersinggung. “Paman Kelima, apa ini karena aku tidak pandai baca puisi? Dari semua puisi yang kutahu, hanya ini yang menggambarkan berenang!” “Dan puisi lain yang kau tahu?” tanya Paman Kelima datar.
9.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 239 Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
Sang Gula Kelapa di Langit Kahuripan

Sang Gula Kelapa di Langit Kahuripan

Perempuan tua itu berulang kali mengucapkan terima kasih apalagi ketika diperhatikan suaminya tampak tidak menderita lagi. "Untuk seterusnya, kakek harus jauh dari bau yang menyengat juga jauh dari debu dan hawa dingin" ujar Gesang Suci memijiti kaki orang tua itu. Demikianlah mereka bercakap-cakap sambil menunggu nenek memasak daging kalong buat suaminya. Namun agaknya perempuan tua itu memasak cukup nasi buat kedua tamunya sehingga ketika masakan siap, diajaknya mereka makan.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Tapi kali ini berbeda. Ini adalah pengakuan. Resmi. Jelas. Berat. Ia menahan napas, membiarkan tiap kata Jais meresap masuk seperti embun ke tanah yang retak. “Waktu muda, Kakek bahkan lebih buruk dari Rafka dan Elvano,” lanjutnya dengan tawa getir. “Kecuali kemampuan mengukir dan menilai barang antik yang dipaksakan oleh ayah Kakek dengan rotan, tak ada yang bisa Kakek banggakan.”
1023.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 466 Beses bilang puisi tentang kakek
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status