Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Poison (Racun untuk Maduku)

Poison (Racun untuk Maduku)

Kenapa? "Dengarkan aku," lanjutnya. "Poison itu bekerja tidak dengan cuma-cuma. Setiap kau membuat korbanmu menderita, maka kau juga akan merasakan kesakitan. Gelang lukamu itu adalah bukti, bahwa penderitaan yang dialami korbanmu harus kau bayar dengan rasa sakit yang tak terperi." Kulirik pergelangan tangan kananku, goresan luka bakar yang melingkar di pergelangan tangan ini mengingatkanku pada kejadian menyakitkan malam lalu.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as puisi tentang luka
Read
+Library
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Kata orang, luka karena tersayat pisau ataupun benda tajam lainnya, bekasnya akan menghilang seiring berjalannya waktu, tetapi luka yang diakibatkan karena ucapan dan perbuatan akan sulit hilang karena menyebabkan luka dalam jiwa. Aku menghela napas perlahan, jika ingat itu semua, aku ingin melepas pelukan Rida dan mendorongnya hingga terjatuh lalu menertawakan penderitaannya sekarang, tetapi saat ingat anak-anaknya yang masih kecil, aku malah jadi kasihan. Bukannya mendorongnya hingga jatuh, aku malah semakin mempererat pelukanku.
18.7K viewsCompletedAdded to Library 636 Times as puisi tentang luka
Read
+Library
Kita yang Menjadi Kita

Kita yang Menjadi Kita

Rena menangis tersedu, menggambarkan perasaannya dengan untaian kata yang terdengar seperti puisi indah berisi perih. “Dan ketika tiba saatnya kamu juga mencintaiku. Ketika kamu membuka tanganmu, meraihku dalam pelukmu. Ketika kamu memintaku menjadi bagian napasmu, kamu masih menyakitiku. Seperti ini, kamu menyakitiku dengan menyembunyikan kebenaran tentang jati diriku. Aku telah banyak memiliki bekas luka dan kamu malah menorehkan luka yang lebih besar. Aku telah merangkak dan kamu memintaku untuk lumpuh. Aku tidak bisa lagi-“
108.5K viewsCompletedAdded to Library 228 Times as puisi tentang luka
Read
+Library
Diary Rain

Diary Rain

Harapan untuk sebuah kebahagiaan selalu ada. Tapi selalu ada harga yang harus dibayar. Apakah aku sanggup? Padahal luka ini belum kering. Luka ini selalu basah kembali, bersama hujan yang tiap kali turun.... ~(Rainisa Soedibjo Tunggal)~ Rain POV 2015 "Tidak!!!!"
107.1K viewsOngoingAdded to Library 246 Times as puisi tentang luka
Read
+Library
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Tapi sebelum bercerita, aku akan menyampaikan sebuah puisi sederhana sebagai pembuka cerita yang akan disampaikan olehku. Makhluk Tuhan Setiap hari adalah luka Setumpuk cercaan menimpa Membentuk serpihan duka Di dalam lautan air mata Aku ingin meronta Tapi tak bisa Semakin aku bergerak Digenggam jemariku sangat kuat Sayup-sayup aku berjalan Berniat untuk melarikan diri Tapi lagi dan lagi Bayangan itu seperti hantu yang mengikuti Tubuhku menahan sakit
104.4K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as puisi tentang luka
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

--- Sejak hari itu, Yudha mulai menulis dengan semangat yang lain. Ia tidak lagi menulis tentang kehilangan, tapi tentang kelahiran dari luka. Kisah-kisahnya dipenuhi karakter yang berani berjalan di tengah badai, bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk memahami arti pulang. Satu malam, ia membuka laptop dan menulis: > “Mungkin kita memang ditakdirkan untuk berpisah di bumi, agar bisa saling menemukan dalam tulisan.”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi tentang luka
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Dan jauh di kedalaman, Pangrengga Kala masih bernafas, menunggu saatnya untuk benar-benar bangkit. Ia menyarungkan Kujang Layung dan berkata pelan, “Setiap luka akan mencari makna. Bila tak ditemukan, ia akan berubah menjadi murka. Tugas kita bukan menutup luka itu, tapi membantu bumi mengingat kenapa ia pernah mencintai manusia.” Raksa diam, menatap langit yang mulai tembaga. “Kalau begitu, Juna… ini baru awal, ya?”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as puisi tentang luka
Read
+Library
Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku

Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku

Pengen kamu ada di sini sambil nyanyiin sesuatu. Tidak perlu pisau untuk melukai Andara. Cukup dengan dua potong kalimat singkat yang barusan ia baca. Saat luka yang satu belum sempat mengering, kini luka lain ditorehkan begitu dalam dan tanpa ampun.
9.897.6K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as puisi tentang luka
Show Reviews (23)
Read
+Library
Naomi Sari
Ini slh satu novel yg saya baca di GN yg jln ceritanya cukup menegangkan&menarik. Alur&plot ceritanya oke. Mbak author bikin kita yg baca utk mikir bakal ke arah mana jln ceritanya dan apa isi pikiran si Ananta sebenarnya. Smg tdk dibuat mengecewakan utk endingnya ya mbak author. Love&credits to u!!
Aurora Aurora
dari sekian novel mu thoorr, asli yg ini beneran toxic...!!! beneran kecewa READERS...!!! percuma ngapain, dr awal sampai akhir Ananta ga ada berubah ga di kasih tuh azab si Ananta, sama semua cewe2 yg di ajak jalan, mkan, shopping, bahkan sampe tidur di ranjang malah ga ada rs bersalah sedikitpun.
Read All Reviews
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

tanya Dimas. "Mulai dari gema paling awal," kata Sima. "Dari suara pertama yang membuat kita memilih jalan ini." Karina menarik napas dalam. Lalu ia membaca puisi yang tak pernah selesai ia tulis untuk Dimas. "Aku ingin menjadi luka yang tak ingin sembuh, Agar setiap denyutmu mengingat bahwa aku pernah ada." Saat baris terakhir dibaca, lilin bergetar. Bukan karena angin. Tapi karena suara mulai kembali. Lembut. Samar. Tapi nyata.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as puisi tentang luka
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status