Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam
Ustaz Rahmad yang duduk di pojok ruangan berbisik pelan,
“Setiap luka di cermin itu menandakan luka yang disembuhkan dalam jiwa. Kadang, retak bukan tanda kehancuran, tapi bukti bahwa sesuatu pernah menyatu dengan begitu dalam, hingga tak mungkin dipisahkan lagi.”
Adrian menatap permukaan cermin yang memantulkan wajahnya dan Lina, dua wajah dalam satu pantulan, perlahan berbaur hingga tak bisa dibedakan. Ia menahan napas.
Lalu, seolah menjawab rasa itu, Lina mulai bergerak.
Kelopak matanya bergetar, perlahan terbuka.
Sorot matanya bening, namun di dalamnya ada kedalaman baru seperti lautan yang memantulkan dua langit berbeda. Raina menahan tangis, menyentuh pipinya lembut.
Hot Chapters