Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

"Gak popo, Lif. Lain kali ketemu lagi." "Nggih.." *** Neng Lia Secercah impian kian mengena. Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai
101.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 68 Vezes como puisi tentang senja
Ler
+Biblioteca
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Seakan tak puas rasanya menatap langit yang bertaut dengan ujung laut, menikmati aroma angin yang menusuk penciuman, menikmati debur ombak yang menghasilkan riak putih seperti buih, menikmati senja dengan langit yang men-jingga, menikmati kepakan camar putih yang terbang menukik menyambar mangsa, menikmati hasil karya Tuhan yang membuatnya selalu takjub dan terpana, tanpa sadar lisannya berdecak, lantunan tasbih mengalun memuja-Nya. Arsen Guntara seorang pria tampan yang kini menjelma menjadi pecinta senja, entah sudah beberapa purnama ia menghabiskan senja dengan secangkir cappucino atau latte, duduk di pinggir pantai di atas bebatuan, lisannya merangkai ayat-ayat Al-Qur'an, lalu memindainy
103.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 147 Vezes como puisi tentang senja
Ler
+Biblioteca
Antara Cinta dan Takdir

Antara Cinta dan Takdir

jawab Gentara yang terdengar aneh bagi ku. Kenapa dia tidak menyukai senja? Padahal senja sangat memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya. Oh, apa karena Gentara bukan manusia, jadi dia tidak menyukai senja. "Kenapa? Menurutku suasana ketika matahari terbenam sangatlah indah. Apa yang membuatmu tidak menyukainya?" tanyaku penasaran. "Aku tidak menyukai senja karena disaat itu aku harus kembali menjadi peri. Aku tidak bisa menemani mu jikalau malam tiba. Menyebalkan, bukan?"
104.0K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 139 Vezes como puisi tentang senja
Ler
+Biblioteca
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

Kalian tahu apa arti senja untuk kehidupan? Ya senja bagiku adalah dikala sesuatu yang bahagia tiba-tiba berubah menjadi duka. Semua orang menyukai senja dan semua orang selalu menunggu datangnysa senja. Namun tidak bagiku, aku tidak menunggu bahkan mengharapkan senja. Karena senja untuku adalah sebuah petaka yang dimana aku harus menyelesaikannya seorang diri.
103.2K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 106 Vezes como puisi tentang senja
Ler
+Biblioteca
Seruni Senja

Seruni Senja

Jawab Ira. Mahli terus melihat kearah Ira yang terlihat sedikit cemas itu, Mahli pun tersenyum, Ira sadar jika Mahli sedang menertawakannya. “Kenapa kamu tertawa?” Tanya Ira “Tidak, aku baca puisi ini sangat lucu jadi aku tertawa.” Jawab Mahli mengalihkan pembicaraan. “Sebentar, aku masih penasaran kenapa kamu mengajak ku untuk membaca puisi di sini?” Tanya Ira.
106.7K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 133 Vezes como puisi tentang senja
Ler
+Biblioteca
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Rinai bergemercik mendendangkan tahmid Seperti dedaunan bergerak-gerak melantunkan takbir Lembayung memesonakan indra, mengucap kidung kesyukuran Mata ini sembab, sesembab tebing-tebing disinggahi embun Ada lantunan dzikir di setiap hela embusan nafas Berucap tiada henti karena kehilangan Kudayungkan asa di senja-Mu yang megah Bilakah Engkau titipkan tulang rusuk yang Engkau kasihi? Seperti Engkau mengasihi seisi alam di senja ini Mengasihi sepasang merpati mengalunkan kepakan menuju bias cahaya Apakah ujian-Mu ini masih panjang? Apakah masih banyak kehilangan yang Engkau takdirkan untukku? Apakah masih banyak senja yang mesti kulalui dengan lantunan-lantunan panjatku pada-Mu?
1010.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 290 Vezes como puisi tentang senja
Ler
+Biblioteca
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Menulis kini bukan pelarian, tapi pilihan. Tulisan pertamanya tentang kelelahan yang jujur. Tentang berhenti sejenak tanpa merasa gagal. Responnya sederhana, tapi hangat. Malam itu, Anggi duduk di teras lagi. Langit gelap, tapi tidak mengancam. Rendra keluar membawa selimut tipis, menyampirkannya di bahu Anggi. “Kamu masih takut hujan?” tanya Rendra lembut.
1.7K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 40 Vezes como puisi tentang senja
Ler
+Biblioteca
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Matahari terbenam menyinari wajah-wajah tersenyum semua orang dengan warna keemasan. Melihat pemandangan harmonis di hadapannya, Windy tiba-tiba teringat sore di saat Yudha berlutut di dekat selokan untuk mencari cincin. "Ada apa?" Axel dengan peka menyadari Windy sedang termenung. Windy menggeleng dan menautkan jari-jari mereka. "Aku cuma merasa ... bahagia." Benar, bahagia. Tidak ada kecurigaan ataupun pengkhianatan, hanya restu tulus dari kedua keluarga.
15.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 395 Vezes como puisi tentang senja
Ler
+Biblioteca
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

POV: Senja Ada pepatah bilang keledai yang bodoh saja tak ingin terperosok di lubang yang sama.. Sedangkan diriku malah mengulang kesalahan yang sama… "Kamu mau kan menikah denganku?," kataku sekali lagi pada Langit. Langit terlihat terkejut dengan pertanyaan absurd dariku. Mungkinkah dia menganggapku aneh?. "Senja, kukira ini terlalu singkat. Aku baru mengenalmu dan kita baru saja bertemu," katanya.
1.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 31 Vezes como puisi tentang senja
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
10
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status