Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Hanya ingin merasa dekat lagi dengan suaranya sendiri, suara yang perlahan ia biarkan redup selama ini. Bumi berhenti dan merenung pada kalimat yang dulu pernah ditulisnya ini: "Waktu bukanlah musuh, bukan pula kawan. Ia tak mengejar, dan tak pula dikejar. Ia tak menunggumu, dan tak juga menepuk bahumu agar kau menunggunya. Ia tak melintasimu, dan kau pun tak melintasinya. Ia hanya berjalan… sejajar denganmu. Lebih tua—sangat tua. Lebih purwa dari sejarah."
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

tekad Arjuna Dan di antara kabut yang mulai menipis, suara Ratu Rahayu terdengar samar. “Sing eling, Wisangjati… waktu ngan saukur pangeling. Tapi rasa… eta nu nyiptakeun waktu.” (Ingatlah, Wisangjati… waktu hanyalah pengingat. Tapi rasa… dialah yang menciptakan waktu.) Sinar pagi menyelinap di sela-sela kabut yang menggantung di lembah Ciburial.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
Beyond the Light

Beyond the Light

tanya Nyridia sambil menghitung dengan jari. “Empat tahun?!” Arias membulatkan matanya. “Waktu berjalan sangat cepat.” “Apa kau pernah mendengar kalimat ini?” Eugene berdeham supaya suaranya lebih jernih. Namun, suaranya tidak terdengar berubah sama sekali. “Waktu itu bisa menyembuhkanmu sekaligus membunuhmu perlahan.” “Iya,” jawab Pilav singkat. “Sebentar lagi waktumu akan habis.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
Mengulang Waktu Untuk Membalasmu

Mengulang Waktu Untuk Membalasmu

Takdirku, meskipun diriku sudah diberi kesempatan kedua, nyatanya durasi hidupku tetap sama. Hingga sebuah suara membuatku mendongak. Suara dari jam pasir yang pernah kutemui sebelum aku terbangun di masa ini. Jam pasir itu berputar semakin cepat dan menghasilkan kilauan cahaya yang membuatku menutup mata. Sama seperti dulu. “Tuhan, kupasrahkan semuanya padamu. Tetapi jika bisa, bawa aku kembali ke masa itu dan beri aku kebahagiaan yang lebih lama,”
1025.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 769 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

Waktu adalah hal yang tak bisa dikumpulkan tetapi selalu berkurang. Bahkan ketika kekasihnya sendiri yang mengirimkan sepucuk surat itu padanya dan menceritakan beberapa rencana yang dinantikan terwujud pada hari Natal di Lambeth, jemari itu hanya mampu menarikan sebuah pena yang menuliskan, Sungguh luar biasa, mia cara. Kuharap kau menikmati Natal di sana bersama teman-teman dan keluargamu. Akan kunantikan foto-foto yang menjadi bukti kebahagiaanmu terselip dalam amplop suratmu. Meski sepucuk surat itu mendarat di tangan Emma, ada sedikit kesedihan karena ketidakmampuan diri menghapus rindu dalam hati. Realita yang merengkuhnya benar, waktu adalah hal yang tak bisa dikumpulkan tetapi selalu
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Hingga dia menemukan sebuah puisi di mana puisi tersebut dia yakini bukan tulisan Rindu. Dan Albani pun teringat akan kata-kata Adel beberapa waktu lalu yang mengatakan tentang sebuah puisi karya Fahri yang lelaki itu berikan untuk Rindu. Albani pun membaca puisi itu. * Saudade... Dalam kesunyian ini, hatiku menangis, merintih, menahan pedih... Tak ingin munafik jika aku ingin sekali berlari, merusak takdir, merubah waktu...
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 738 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
Dalam Dekapan Waktu

Dalam Dekapan Waktu

kebetulan saja dia merayuku dengan kata-kata 'waktu. Aku langsung memutar tubuh kembali ke arahnya dengan tatapan curiga. Herannya dia hanya berdiri di sana dengan senyuman menggembang sempurna. "Apa yang kau katakan? waktu yang lain? apa kau serius? oh! ya! kau hanya mencoba menggodaku dengan hal itu. Hahaha bodoh sekali! aku berterima kasih kau sudah menolongku tapi bukan berarti kau bisa menggodaku begitu saja," tolakku yang masih merasa tak mungkin ada yang tahu aku bisa berpindah waktu. Rahasia ini ku simpan erat karena terakhir kali aku mengatakan hal itu pada orang yang aku anggap sahabat di sekolah dasar malah menyebarkannya dan seluruh sekolah saat itu menganggap aku anak aneh dan m
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

terang ayahnya. “Baiklah, ini terdengar menakutkan. Kau tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?” tanya Kayla. “Tak ada cara lain. Ini satu-satunya jalan yang tercepat. Saat ini kita tak bisa menghubungi masa depan. Kalau toh bisa, kapan? Ratusan tahun lagi? Itu akan membuang waktu yang sia-sia. Fokus saja kepada misimu. Aku akan fokus kepada misiku agar bisa memperbaiki mesin waktunya,” terang ayahnya.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
Waktu Untuk Bertaruh

Waktu Untuk Bertaruh

Bu Shifa pun merasa jauh lebih tenang, karena dia yakin Suaminya akan selalu ada di sampingnya. ***** “Ah, sudah jam berapa ini?” ucap Bu Shifa pelan sambil melirik ke arah jarum jam dinding, yang menggantung di hadapannya. Suara hewan malam yang terdengar di telinga Bu Shifa, tiba-tiba saja mengejutkan kesadarannya. Tanpa disadari, sehabis mengenang masa lalunya itu, pikiran Bu Shifa malah terjebak, dengan rasa kantuk yang menyerang kedua matanya.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

“Tidak ada masalah, Jun-ho harus mengenal budaya dan agama kita. Surat yang menjelaskan tentang sumpah Allah tentang waktu itu berlaku untuk semua makhluk yang masih hidup dalam dimensi ruang dan waktu. Itu juga hanya menjelaskan tentang pentingnya waktu dan keadaan manusia yang rugi jika mereka tidak memahami makna dan hakikat waktu.” Jun-ho hanya mendengarkan, tetapi ia teingat pada salah satu surat dalam Al Quran mengenai waktu. Ia melihatnya di AI. Dan menemukannya, ia membacanya pelan-pelan. “Demi Waktu”, mengapa Allah bersumpah demi Waktu,” tanyanya dalam hati. Jun-ho tersenyum, “Apakah ada hubungannya dengan sumpah kemarin”? tanya Jun-ho lagi. La Ode Harimao hanya tersenyum, “Kenali d
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai puisi tentang waktu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status