Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
(BUKAN) Duda Biasa

(BUKAN) Duda Biasa

“Gak gitu, mas. Prinsip aku itu, barang siapa yang ngelakuin hal di luar batas toleransi yang aku buat, maka aku bakal marah dan ngelawan sama dia.” “Oh gitu. Jadi apa batasan toleransi kamu?” “Hmmm, ngomong pake nada tinggi, di bentak, samaaaaa ngelakuin kdrt. Pokoknya semua bentuk abusive aku gak suka.” “Oke, i see. Sekarang aku kasih tau batasan toleransi aku.” “Apa?” “Selingkuh dan bohong. Jadi kalo kamu gak mau aku marah kayak Godzila, jangan pernah lakuin dua hal itu.”
47.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 201 Beses bilang puisi toleransi
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Dunia yang Ditolak oleh Akhir > “Tidak semua akhir diterima. Dan tidak semua penolakan berarti kehancuran. Kadang, ia adalah pintu menuju kemungkinan lain.” --- 1. Penolakan yang Bergema Setelah panggung dialog menghilang dan pohon pena menjulang tinggi ke langit cerita, Lena mengira dunia akan tenang. Namun malam itu, saat mereka beristirahat di bawah bayangan kitab tua yang kini terbuka, suara itu datang.
2.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 56 Beses bilang puisi toleransi
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 40 Beses bilang puisi toleransi
Read
+Library
Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

“Tidak, Olivia. Belum cukup. Aku tahu kamu mungkin ragu. Tapi setelah apa yang dia lakukan padamu? Tidak ada salahnya mengambil semua yang pernah ia kerjakan. Lagian… kalau kamu merasa murah hati, kamu bisa saja menawarkan dia pekerjaan sebagai petugas kebersihan. Biarkan dia membersihkan toilet.” Aku menelusuri halaman-halaman itu. “Aku tidak pernah menyentuh perdagangan narkoba sebelumnya,” kataku dengan hati-hati. “Semua orang pernah mengalami pertama kali.” Ia berkedip. “Aku percaya padamu, Bu Olivia.” Lalu, dengan suara lembut seperti bisikan di tepi gelas anggurnya, ia menambahkan, “Jangan merasa bersalah. Fokus saja pada hidup yang lebih bahagia. Kamu sudah bertahan cukup lama.”
6.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 217 Beses bilang puisi toleransi
Read
+Library
Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

Ikhlaskan Hatimu, Aku Pergi!

Naning melanjutkan ceritanya. "Maksud mama buku itu ada tulisan rajahan dan mantra-mantra sihir begitu?" Tebak Zahira yang mendapat anggukan kepala oleh ibunya. "Ih mama, itu saja kok dipermasalahkan. Mau rajahan mau mantra mau tilasmun atau gambar raksasa atau telinga gajah ya diabaikan saja, ih mama aneh-aneh saja. Mau tau nggak jika kita mempercayai hal itu maka ibadah kita selama empat puluh hari tak diterima Allah lho!" Zahira malah balik menasihati ibunya.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 66 Beses bilang puisi toleransi
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Ia menghormati Suri. "Menangislah. Tapi setelahnya bangkitlah. Saya pernah membaca satu buku yang ditulis oleh seorang cendekiawan berbahasa Arab, yang kurang lebih artinya begini. Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kesusahpayahan. Apa kamu setuju dengan cendekiawan itu, Suri?" bujuk Damar simpatik. Ia hanya bisa menyemangati Suri dengan kata-kata. Semoga saja secuil nasehatnya ini bisa membangkitkan semangat berjuang Suri. "Insya Allah, Pak. Insya Allah."
1082.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.6K Beses bilang puisi toleransi
Read
+Library
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Tapi jangan Jadikan Keramahan Kita Untuk Diinjak-injak Oleh Bajingan-bajingan ini.Kita Menghargai Seluruh Niat Baik Bagi Mereka yang Merasa Menjadi Saudara Kita.Tapi Kita Tidak Mau Toleran Dengan Sikap yang Merendahkan,Melecehkan Harga diri Bangsa Kita…,Yang Kita Inginkan Adalah Bahwasanya. Seluruh Negara Di Dunia Saling Menghargai,Saling Mengasihi, Saling Menjaga,Saling Menghormati Tanpa peduli Warna Kulit,Agama, Budaya dan Adat Istiadat Kita. Kita Harus Menghargai Semua Perbedaan, Seperti Semboyan Di Negara Kita. Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa. (Berbeda tapi Satu Jua,Berbeda Tubuh tapi Satu Jiwa) ,Kita Berbeda keyakinan tapi Kita adalah Saudara sesama Umat Manusia.Kita Sa
7.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 230 Beses bilang puisi toleransi
Read
+Library
Terjebak dalam Tubuh Nona Muda Winter

Terjebak dalam Tubuh Nona Muda Winter

Namun, manusia juga memiliki kekurangan, dan kekurangan itu harus di isi oleh bakat manusia yang lainnya. Perbedaan yang saling melengkapi itu akan menciptakan kedamaian yang indah ketika orang-orang sudah menyadari bahwa toleransi tanpa batas di butuhkan oleh semua manusia. “Kau terlihat senang.” Marius yang menyadari kesenangan Winter. Ucapan Marius menarik semua lamunan Winter yang tenggelam memikirkan banyak hal mengenai persiapan kontes ratu sekolah.
10175.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.3K Beses bilang puisi toleransi
Ipakita ang mga Review (45)
Read
+Library
Althaf AbidzarBram
suka karakter kakaknya winter, vincent..karena aku dr kecil pengen py kakak laki² yg bisa jagain nglindungin adeknya kyk vincent ... (lebay dikit ... alias ngayal).. bagus thor..lanjutkan tetap semangat ............
Ikeu Kodila
sejauh ini cerita ini best sih, bener2 terhanyut sedihnya marahnya sampe bener2 mewek bombay, setiap karakter FL sama ML nya bener2 menggambarkan laki2 yg bener2 setia dan suka dengan keteguhan cinta mereka masing2, marvello dan marius jd ingin bertemu dikehidupan nyata ih
Basahin ang Lahat ng Review
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang puisi toleransi
Ipakita ang mga Review (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Basahin ang Lahat ng Review
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Whahaha, kalo nggak gitu mah bukan Arya namanya. Lagu pun dimulai. (IKON_ I AM OK) I ‘m ok, jangan menghiburku, tak perlu kasihan. Tak perlu tetap bersamaku, aku baik-baik saja. I ‘m ok, tak perlu khawatirkan aku, tak perlu memikirkan aku. Aku sudah terbiasa sendiri, I ‘m ok.
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 90 Beses bilang puisi toleransi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status