Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui
Tangannya menyusuri pahaku, perlahan naik ke atas, jemarinya dengan lembut mengusap bagian dalamku, ringan seperti bulu.
Aku refleks mencoba merapatkan kedua kakiku, tapi dia menahan lututku dengan satu tangan, berbisik pelan, “Jangan takut, Kak.”
Aku memejamkan mata, tak lagi bergerak.
Dia terlalu jago. Begitu jagonya sampai aku tak tahu apakah dia benar-benar ingin membantuku meredakan atau justru sengaja menggoda.
“Jangan lihat aku seperti itu.” Suaranya serak. “Semakin kamu menahan diri, aku justru semakin…”