Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

tanya si teman “Kita nggak usah ngurusin orang, kalaupun kita memperingatkannya, belum tentu dia percaya, malah kita dikira penipu, khan membahayakan diri kita” timpal si indigo “Bukan begitu, khan kasihan bapak itu, takutnya membahayakan beliau” gerutu si teman
9.882.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai puisi untuk teman
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Teman Malamku

Dalam Cengkeraman Teman Malamku

Ia merasa bodoh karena tidak bisa mengenyahkan pikiran tentang bajingan itu, padahal seharusnya ia sedang merindukan ibunya. Dan ketika menit terus berganti, Vera yang masih belum bisa tertidur, baru menyadari bahwa ternyata sudah jam satu dini hari. Menghela napas pelan, ia meraih ponselnya. Kembali mengusir Dante dari pikirannya dan mengingat nama lain dengan cepat. Ia mencari satu nama di daftar kontak lamanya yang sudah bertahun-tahun tidak ia hubungi. Lyra Corvain. Satu-satunya teman yang tetap bertahan di Silveridge setelah ia pergi ke Arcadia. Satu-satunya sahabat dekat walau mereka tidak saling menghubungi bila tidak ada hal yang sangat mendesak.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi untuk teman
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Hanya saja, Aku tidak tahu kepada siapa hati ini ingin dimengerti Lelah sejatinya, Menaruh harapan pada dia yang tak pernah ada dihadapan Yang hanya memahami lewat pesan demi pesan yang dikirim lewat jari-jemarinya Yang awalnya hanya saling bercanda Yang tanpa sadar seolah saling tumbub rasa Kita terjebak pada kenyamanan yang tidak sengaja, Bertukar cerita hingga larut malam Tentang diam-diam kita saling merindukan] Ya ampun Kenzo, gue terwakili. gumamku Ni anak kek ngerti perasaan yang sedang dirasakan sahabatnya. [Ka, gue mewek baca puisi lu 😢] [Laah, nape lu?] [😢] [Ah, elu mah bikin gue ngerasa bersalah. Gue otw ke tempat lu.]
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi untuk teman
Baca
+Pustaka
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Ana bertanya lagi, suaranya kini bergetar karena wajah Andi yang mendekat hingga Ana bisa mencium aroma pasta gigi yang tadi dikenakan Andi. "Kita tetap temenan. Teman di depan orang-orang, teman yang saling bantu, termasuk bantuin buat nemuin pelepasan masing-masing." Andi menyelesaikan kalimatnya lalu mencium leher Ana membuat gadis itu mendongak. "Kamu nggak perlu memberikan label, kita cukup jadi teman, termasuk teman di ranjang." Andi mendorong Ana hingga gadis itu berbaring dan dalam sekejap ia sudah berada di atas Ana.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi untuk teman
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Diduakan Dengan Teman

Cinta Yang Diduakan Dengan Teman

Ucap Arya membaut teman nya itu makin jengkel. Namun jengkel nya Reyn bukan karena marah. Karena hal seperti itu lah tingkah temannya itu. "Oh ya! Tadi kamu bilang, lama-lama kamu bisa gila kalau berhadapan sama ku! Jadi kami biar tidak jadi gila, jangan berhadapan dong! Mendingan kamu membelakangi aku, biar kamu gak gila." Arya tersenyum melihat teman nya itu seperti orang frustrasi.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi untuk teman
Baca
+Pustaka
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

"Hmmm, mengapa aku selalu merindukannya? Namanya selalu bertahta di dalam hati dan pikiranku. Di tengah kegalauannya, Raidi menulis puisi untuk teman lamanya itu. SAJAK SANG KEKASIH Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi untuk teman
Baca
+Pustaka
CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

CAHAYA (Patung Kuda Di Rumah Mertua 2)

Dia melihat dingin ke arahku. "Ntar jangan nongol ya," ujarku. "Iya. Aku tau diri kok. Apalah daya, cuma jadi teman di saat kesepian," katanya mulai puitis. "Mulai deh baper. Bukan gitu maksudku. Aku takut, ntar teman-temanku pada takut, jadi pada nggak mau lagi main kesini. Ntar, kalau mereka udah terbiasa, aku bakalan kenalin kamu kok."
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai puisi untuk teman
Baca
+Pustaka
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

"Aku gak mau kita jalan terus tanpa ada ikatan yang jelas, Nif. Aku gak mau cuma jadi teman penghilang bete kamu doang. Sebenarnya aku ini siapa kamu?" "Aku bingung, Di ...." Hanif mendesah. "Bingung kenapa? Kamu tinggal jawab jujur ke aku. Kalau memang cuma mau sekadar jadi teman, kamu jangan sok memperlakukan aku istimewa. Kamu bisa langsung bilang!" Adia menaikkan nada suaranya. Adia kesal karena takut Hanif memberikan jawaban yang tidak memuaskan. "Memangnya kalau lebih dari teman kamu mau?"
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai puisi untuk teman
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai puisi untuk teman
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang

Seribu maaf pun tak akan mengubah apa-apa, rahimnya akan tetap terisi janin yang tidak diinginkan sekalipun dia memaafkannya. Jika bisa memilih, Fazia tak ingin berteman lagi dengan Citra. Sudah cukup penderitaannya, dia tak ingin hidupnya lebih kacau dari sekarang ini. Namun, apa yang harus dia katakan? Terpaksa, sekarang ini dia hanya bisa berpura-pura baik-baik saja seperti sebelumnya. “Lusa lo harus ada di pesta ulang tahun gue.” “....” “Dari pertama gue tau kalo tanggal ulang tahun kita cuma beda dua hari, gue langsung kepikiran mau bikin pesta gede buat kita berdua. Jadi, please, anggap pesta gue itu pesta lo juga.”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi untuk teman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status