Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ada cinta di dalam kelas

Ada cinta di dalam kelas

Ia tahu bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk memperjelas keadaan dan memecahkan kebuntuan ini. Sambil menunggu kedatangan teman-teman sekelasnya, Angga memutuskan untuk mengirim pesan kepada Arka, Reza, dan Zaki. Dalam pesan tersebut, ia memberi tahu mereka bahwa hari ini kelas libur. Sebenarnya, kelas tidak libur sama sekali. Angga ingin menciptakan situasi di mana ia bisa berbicara dengan Syifa tanpa gangguan.
941 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Manusia memang seperti itu, akan tersesat di tengah sanjungan. Membaca puisi tak lagi mampu memuaskan rasa percaya diri para pelajar yang tengah meledak-ledak. Seseorang mengusulkan untuk membuat puisi di paviliun ini. Jika kelak ada yang lulus ujian, paviliun ini akan menjadi tempat yang dapat dikunjungi oleh siswa di masa mendatang.
9.3428.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.7K kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Life Hates Me

Life Hates Me

" 'Jangan menyerah terhadap kesulitanmu,' 'Kesulitanmu tidak sesulit itu.' Dengan mudahnya bereka bilang begitu, Sebab mereka tidak mau tahu. Senang merasakan sakit yang tak dirasa, Meringkuk dalam kebencian bagaikan gaya. Karena kita harus hidup dengan bahagia, Berhenti membenci dan jadilah bahagia." Setelah aku menyelesaikan bacaan syairku, kelas menjadi lebih hening dari sebelum aku mulai membacanya. Semua teman sekelasku terdiam, tidak ada yang menepuk tangan ataupun memberikan komentar.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Aku dan Teman Suamiku

Aku dan Teman Suamiku

Namun lagi-lagi hanya diam yang ia dapatkan. "Ngelamun terus!" celetuk Ratna, teman sekelas Didu. Ratna ikut duduk di samping Didu. Lelaki itu menoleh dan tersenyum miris. Lalu membuang kembali pandangannya. "Nih, buat lo. Biar ga kayak mayat idup!" Ratna memberikan plastik bening, berisikan gado-gado dan sebotol po***i sweat dingin.
10130.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Diduakan Dengan Teman

Cinta Yang Diduakan Dengan Teman

Ternyata lelaki itu adalah Arman teman sekelas mereka dulu. "Arman" seru mereka berdua serempak. Mereka saling tukar pandang melihat Arman yang sudah lama tidak jumpa. "Hey... Reyn.. Arya! Mengapa kalian disini? Tanya Arman kepada mereka." "Oh.. aku dan Arya sedang bekerja disini" jawab Reyn dengan asal. Arya langsung melihat Reyn dengan sedikit penasaran. Mantan Arya yang bernama Rani melihat mereka berdua dengan tatapan merendahkan.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Jodohku Muridku Sendiri

Jodohku Muridku Sendiri

Baginya, sekolah hanyalah tempat persinggahan yang membosankan. Senin pagi, pengumuman penting dibuat di lapangan upacara: “Hari ini kita akan kedatangan guru baru yang juga akan menjadi wali kelas 12-3.” Itu kelas Devan. Namun, Devan tidak tertarik. Saat yang lain masih berdiri di lapangan, ia malah memilih menyelinap ke kantin. Bersama Raka—teman sekelasnya yang selalu mengikutinya ke mana pun—ia duduk di pojokan, menyalakan rokok secara diam-diam.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Entah berkah atau musibah? Amanda Siti Aura, biar keren gue panggil dia Siti. Dia teman sebangku gue dari kelas 10, dan ternyata kita harus sekelas lagi dan sebangku lagi di kelas 11. Padahal kerjaan sehari-hari kita adalah bacot bacotan, saling menghina, saling memaki, kagak ada akur-akurnya kek bawang merah dan bawang putih.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Ia telah mengkoordinir sembilan orang teman sekelas anggota geng dekil untuk merayakan kelulusan mereka sebagai sukses bersama yang harus dirayakan dan jangan sampai terlupakan. “Malam Senyap Menyergap Kesepianku”, itu salah satu bunyi sub judul dalam laman blog ini. Berisi puisi seronok yang konten kalimatnya makin vulgar dari atas ke bawah. “Sayang, masuklah menyongsongku. Aku sangat kesepian dan merindukanmu. Desakanmu yang meronta, engkau sangat perkasa. Pelukanmu yang makin kuat, kusambut dengan goyangan dahsyat. Oh...aku sungguh menikmati keperkasaanmu, Sayang...,’’ ‘’Mana Di? Nggak ada nomor kontaknya? Kok isinya puisi semua?”Tanya Bayu.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kapan? Baiklah, sekarang aku ingat. Sudah lama sekali. Aku pernah membuat puisi ketika kelas 1 SMP dahulu. Banyak tahun yang lalu ternyata. Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Sleep With My Enemy

Sleep With My Enemy

jawab Ciara beralasan lalu mengambil tumbler di tasnya. Tak lama kemudian guru Bahasa Indonesia pun memasuki kelas. Pak Sastra Wijaya menyapa murid-muridnya dengan ramah lalu berkata, "Subtema kita pagi ini adalah puisi kontemporer. Bapak akan memberi tugas untuk kalian, buat sebuah puisi modern boleh berima atau tak terikat rima sebanyak tiga bait. Silakan dikerjakan hingga 30 menit ke depan ya!" "Baik, Paak!" seru para murid kelas 10-A kompak.
9.818.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Dilla dilawan
seru yah ngeliat para besan ini kompak. apalagi kolab masak sampe2 masakan rumah makan padang pindah ke rumah mereka.... kadang kan kl besan2an ini suka saling ga mau kalah ya kan. duh mama nya igo bikin hati mama cia makin resahkan. yg udah kepikiran jd makin kepikiran. andai dia tau kl suaminya...
Kania Putri
bener banget urusan Steven mending serahkan sama igo kamu cuma duduk manis aja. eh ampun abis kelar makan full tenaga dia anuan astaga kentang amat sih mana udah bugil gitu lanjut gak ya??? tapi masih penasaran tega banget tuh Hartono menghiasi mama Wina kurang bersyukur kamu astaga, keplak juga nih
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status