Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sosok Teman Khayalan

Sosok Teman Khayalan

Terlihat tulisan tangan yang indah. [ Aku seharusnya adalah pohon yang menjulang tinggi. Aku tidak butuh gunung yang menyokongku. Aku tidak boleh menangis dan harus melewati setiap rintangan! ] Dengan mata memerah, aku menutup buku itu. Setelah berpamitan dengan guru tua, perasaanku menjadi campur aduk. Ketua kelas berkata, "Sepertinya Regina nggak berniat jahat padamu."
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

00 – Sesi “Menulis Surat untuk Ketakutan” Setiap peserta diminta: Menulis surat untuk ketakutan mereka. Mengungkapkan emosi, marah, rindu, atau penerimaan. Anya menulis surat: “Untuk rasa takutku: kamu adalah teman lama. Aku sering membiarkanmu menutup langkahku. Tapi hari ini, aku ingin menari bersamamu, tidak lagi lari. Terima kasih sudah mengajarkan aku untuk berani.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

‘Cinta yang di tanam pada kewajiban luhur akan tumbuh meskipun kejelitaan berubah jadi uban dan keperkasaan berubah jadi renta. Sembari Maha rapikan rambut Pulung, entah sejak kapan ponselnya berpindah tangan ke Pulung. “Teman mas pintar banget bikin puisinya.” “Dia paling jado, Yang. Semasa sekolah dulu tiap ikut lomba pasti menang terus.” “Aku lapar. Pengen di masakin indomie sama mas.” “Nggak mau turun ke bawah?”
1.518.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Mas Dosen, I Love You

Mas Dosen, I Love You

Pak Ardi yang ngeliat kegaduhan di kelas cuma bisa senyum santai dan ngomong, “Oke, teman-teman. Jangan terlalu serius. Kita bahas soal puisi lagi, ya?” Rani yang masih merasa canggung, akhirnya ngerasa kayak orang gila di tengah-tengah kelas yang terus-terusan jadi bahan obrolan. Dia cuma berharap bel cepat berbunyi supaya semua ini selesai. “Gue gak kuat, deh. Gue butuh liburan!” pikir Rani dalam hati, sambil mengutuk dirinya sendiri karena udah terlalu mikirin hal yang enggak jelas.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
SUGAR DADDY TERAKHIRKU

SUGAR DADDY TERAKHIRKU

] [Kemungkinan malam ini dia sedang merayu agar bisa ‘berdiri’] Semua tulisan itu adalah ejekan yang berasal dari teman-teman sekolahnya. Mereka bahkan tidak peduli Mae masih ada di grup obrolan itu, menulis apapun yang ingin dikatakan, tidak menimbang apakah Mae akan tersinggung atau tidak. Tulisan bernada serupa seperti itu berderet-deret, saling bersahutan, kurang lebih ratusan.
1033.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Sierra
sepenasaran-penasaranku pada kelanjutan kisah mae-ash lebih penasaran lagi ama author yg seolah ga kehabisan ide bikin cerita semua novelnya jd karya yg berhasil bikin pembaca jatuh cinta. mana karakter2 utamanya tipikal cerdas semua duh. ka ai ga pengen buka kelas onlen ngajar nulis ta aku mau jadi
Silent Heart
Lanjut ke 'Sugar Daddy Terakhirku', sub judulnya aja tertata rapi dan indah. Dan jalan ceritanya bener-bener beda dari novel sebelumnya yang ku baca. Jadi gak bosen sama sekali. Per bab nya selalu bikin penasaran dan banyak kejutan. Gak sabar tunggu karya Kak Ai selanjutnya. Semangat terus ya Kk Ai
Baca Semua Ulasan
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

pintaku Aku pergi menuju kelas dan meninggalkan Mas Rama di lapangan. Teman-teman sekolah juga sudah mulai berdatangan dan aku memulai untuk belajar di sekolah
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Goodbye Pacar

Goodbye Pacar

Atau mungkin orang yang akan mendekatinya itu berasal dari planet lain. Di sekolah kadang ia hanya berdiam diri di kelas, atau sesekali menghabiskan waktunya di perpustakan. Dan ke kantin ketika merasa lapar saja. Kadang ia juga mengisi waktunya dengan duduk sendiri di taman belakang sekolah. Sekedar untuk merenung, meratapi nasib malangnya yang belum juga berakhir. Untungnya ia memiliki satu teman baik di sekolah. Setidaknya ia memiliki teman untuk berbagi cerita atau untuk teman mengobrol saja. Memiliki satu teman namun orang itu sangat ia percaya. Temannya adalah teman sebangkunya. Temannya itu juga sama sepertinya yakni pendiam. Namun jika mereka berbicara mereka tidak terlihat dua gadis
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

Teriak Gita dengan semangat 45 "Enggak usah banyak ngomel kalau mau bantu lu kesini aja bantuin gue cari tuh buku, udah satu jam nih gue lumutan disini." Gita itu walaupun orangnya kalau ngomong suka pakai toa tapi dia sahabat gue yang paling the best. Iya'iyalah paling the best orang gue cuman punya temen satu doang di kelas. Bukannya gue sombong sih ga mau temenan sama yang lan tapi gue minder soalnya temen-temen gue penampilannya pada wow banget.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Pharmacist Save the Villain

Pharmacist Save the Villain

"Tidak mungkin ada kata manis yang terlontar dari bibir jika hati sudah berdarah-darah." ~Aleeya Puspita Wulandari~ *** “Teman SMA, satu kelas terus dari kelas satu sampai kelas tiga,” sambarku sebelum Ardhan menyelesaikan kalimatnya. Ardhan mengerutkan kening. “Aleeya kita, kan, pernah pa–” “Dulu, aku agak tomboi jadi, ya, suka kumpul-kumpul anak cowok,” potongku cepat sambil terkekeh.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

Menyunggingkan senyum di wajahnya yang tampak menyorotkan tatapan mata bermanik coklat kemerahan bercahaya pudar dengan sedikit kesenduan, dalam waktu sekejap … Mahendra memusatkan perhatiannya kepada murid perempuan yang bertempat di bangku belakang itu pun, tambah-tambah melebarkan senyuman. “Sayangnya aku kena friendzone.” ~•••~ “Raras~! Pulang bareng yuk.” Memutar wajah ke arah orang yang memanggilnya segera setelah keluar dari kelas XII AP, Rarasati yang menemukan teman masa sekolah dasar, menengah pertama, dan kini sekolah menengah atas yang sayangnya berbeda kelas, … tersenyum dengan tipis.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai puisi untuk teman sekelas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status