TERPAKSA MENIKAHI KEKASIH PUTRAKU
Rangga menajamkan sorot matanya ke arah bintang dan rembulan, lalu bertanya, “Bintang, anggotamu begitu banyak dan sinarmu membuat langit menjadi indah. Begitu banyak yang mengagumimu. Tapi, saat aku hanya menginginkan satu darimu, kau tak mengijinkanku memilikimu. Aku tak menginginkan lebih. Tolong, sisakan satu untukku yang bisa menghiasi malam indahku”
“Bulan, kau pun bersinar dengan terang, bahkan tanpa pamrih tetap menyinari indahnya alam bumi. Tanpa peduli kau letih, kau tak bahagia, tapi kau terus memenuhi tuntutan dari makhluk yang ada di dunia ini. Tapi mengapa, saat kau ingin bahagia, tak ada yang pernah mau memikirkan kebahagiaanmu. Adilkah ini untukmu, bulan? Akupun sama sepertim
Bab Populer