Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Susu Anak Keponakanku

Ibu Susu Anak Keponakanku

“Oma akan kasih kamu asi lagi yang banyak sampe kamu kenyang. Oma cuma... butuh waktu.” Ia menatap langit malam dari jendela. Langit pun memperlihatkan bulan tampak separuh, samar di balik awan. Entah kenapa, dalam kesunyian itu, Rindu merasa dirinya seperti bulan itu juga. Tak sepenuhnya gelap, tapi juga belum bisa terang. Air matanya perlahan turun, ia harus mengakui bahwa keadaannya tidak baik-baik saja.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

ucapnya sambil berbalik dan pergi dengan langkah gontai, setelah jauh dinar berjalan sebuah tangan menyambar bunga mawar dibebatuan, itu adalah lunar, ternyata dia datang hanya saja dia tidak ingin muncul dan menemui dinar, tentu saja lunar marah karena setelah mereka sangat dekat waktu itu dinar tidak datang lagi menemuinya , hingga lunar sangat takut untuk melanjutkan hubungannya, tapi ternyata lunar salah dinar terlihat sangat sedih, dan menyesali perbuatanny. "lunar duduk dibebatuan sambil melihat mawar itu, "aku juga sangat merindukanmu" ucap lunar yang seketika bisa mengeluarkan suaranya, "tapi kenapa semalam aku merasakan panggilan dari kerang itu lagi?" lunar berfikir keras, semalam
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
ISTRI KECIL SANG KAISAR

ISTRI KECIL SANG KAISAR

Di wajahnya, cahaya bulan memantul lembut, menyingkap kerinduan yang tak terucap. Langit malam terbentang luas, dihiasi bulan purnama yang menggantung tenang di antara bintang-bintang redup. Di dalam kamar kecil yang remang, Xiu Jie duduk bersandar di ambang jendela, matanya menatap langit dengan tatapan kosong. "Apakah bulan di sini dengan zamanku sama-sama bulat?" gumamnya pelan, seolah bertanya pada dirinya sendiri. Suaranya nyaris tenggelam oleh desir angin yang menyusup lewat celah dinding kayu.
1037.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 946 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

"Pendaran purnama menerpa kamar Terbayang dinginnya halaman luar Menerawang terpana terang rembulan Menunduk terindu kampung halaman." "Berjudul 'Rindu dimalam sunyi' karya dari Li Bai pujangga legendaris." Cukup memudahkan aku! Ah suasana ini membuat aku semakin semangat saja.
1015.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Langit malam yang mendung ditutupi oleh dedaunan dan ranting-ranting yang bergoyang. Meskipun ia merindukan bulan - yang mungkin juga sedang dilihat Fuschia malam itu. Ia selalu ingin merasa dekat dengan Fuschia, tetapi bulan tidak muncul. Namun ia cukup bersyukur karena awan mendung tidak menumpahkan air. Kalau tidak, malam akan semakin gelap.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 761 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Apakah keduanya akan baik-baik saja malam ini? Ketika cahaya rembulan tak mampu lagi bercahaya. Sementara itu, pencinta cahaya rembulan memilih cahaya rembulan yang tak mampu lagi bercahaya untuk malam itu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAHI KEKASIH PUTRAKU

TERPAKSA MENIKAHI KEKASIH PUTRAKU

Rangga menajamkan sorot matanya ke arah bintang dan rembulan, lalu bertanya, “Bintang, anggotamu begitu banyak dan sinarmu membuat langit menjadi indah. Begitu banyak yang mengagumimu. Tapi, saat aku hanya menginginkan satu darimu, kau tak mengijinkanku memilikimu. Aku tak menginginkan lebih. Tolong, sisakan satu untukku yang bisa menghiasi malam indahku” “Bulan, kau pun bersinar dengan terang, bahkan tanpa pamrih tetap menyinari indahnya alam bumi. Tanpa peduli kau letih, kau tak bahagia, tapi kau terus memenuhi tuntutan dari makhluk yang ada di dunia ini. Tapi mengapa, saat kau ingin bahagia, tak ada yang pernah mau memikirkan kebahagiaanmu. Adilkah ini untukmu, bulan? Akupun sama sepertim
13.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

batin Dewi Rukmini berucap pelan. Bulan sudah muncul. Menghias langit malam hingga terlihat begitu cerah berteman bintang. Kidung kerinduan masih terus dilantunkan Patih dua Dimas Bagus Penggalih. Tanpa memedulikan waktu yang terus berjalan.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Merindu Suamimu

Merindu Suamimu

Kedua tangannya mengusap-usap jemariku lalu menciuminya berkali-kali. "Kenapa harus jantungan sih, Bang?" Aku menahan senyum di sudut bibir. Kekhawatiran Bang Fino sangat berlebihan. "Aku cuma sedikit meriang, paling mau flu aja ini karena kedinginan di daerah pegunungan."
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

"Kalau sekarang kamu belum bisa percaya denganku, nggak masalah. Hidup kita masih panjang, aku akan membuktikannya pelan-pelan lewat tindakan." Tiba-tiba, orang tuaku muncul entah dari mana. Masing-masing membawa sekeranjang mawar merah di tangan. Mereka berseru dengan gembira, "Terima! Terima!" Aku teringat pemandangan yang kulihat di depan hotel pada hari ulang tahunku. Kini, orang yang dikelilingi bunga dan sorakan itu adalah aku sendiri. Untuk kali ini, aku juga ingin sekali saja bersikap egois, menjalani cinta yang datang seperti badai.
22.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status