Pembantu Cantiknya Tuan Muda
Sakit kepala, badan terasa hangat bahkan hingga demam, penglihatannya mulai kabur, kulitnya kemerahan, tubuhnya meriang terasa seperti terbakar, sakit dan nyeri, gatal, dan rasa gelisah bercampur jadi satu.
"Al, kamu kenapa?" Roy yang menyadari perubahan Alfian bertanya.
"Aku pulang duluan." Ujar Alfian dan berlalu pergi meninggalkan pesta. Ia berjalan melewati lorong dengan langkah sempoyongan.
"Alfian, tunggu." Roy berlari menghampiri Alfian yang hendak membuka pintu mobil di parkiran.
"Ada apa?" Alfian berbalik sambil memegang kepalanya yang pusing.