Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GRAY LOVE

GRAY LOVE

“Aku masih bingung mau mulai ceritanya dari mana, La.” “Ya tinggal lo kasih tau gue, dia itu orangnya gimana? Gitu aja kok repot sih, Ra?” omel Aqila sambil gantian mencomot keripik talasnya. Syara berpikir, mencoba menemukan kata yang tepat untuk membuka curhatannya. “Ternyata Rendi itu orangnya irit bicara, lebih irit dari belanja bulanan Bunda yang hobinya borong diskonan. Rendi juga dingin banget, lebih dingin dari es pisang ijo buatan Qila yang bikin gigi aku ngilu terus. Pokoknya, Rendi itu kok berubah kayak monster, sih? Padahal aku yakin banget dia itu pangeran berkuda putih yang dikirim Tuhan untukku.” oceh Syara benar-benar membuat Aqila tercengang.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as punishing: gray raven character
Read
+Library
Obsesi Cinta sang Mafia Kejam

Obsesi Cinta sang Mafia Kejam

"Baik. Aku akan bermain dalam permainanmu, Raven. Tapi ingat, aku tidak pernah bermain untuk kalah." Raven tersenyum penuh arti. "Kita lihat siapa yang akan menang pada akhirnya." Deana merasakan ada ketegangan yang semakin kuat ketika Raven kembali duduk di kursinya, seolah-olah setiap gerakannya dirancang untuk menjaga atmosfer penuh misteri dan ketidakpastian. Pria ini jelas berbeda dari Bastian. Jika Bastian adalah kekuatan brutal dan dominasi yang tampak di permukaan, maka Raven adalah bayangan yang bermain dalam kelicikan, seorang manipulator yang tahu cara memutarbalikkan situasi tanpa perlu mengangkat senjata.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as punishing: gray raven character
Read
+Library
Tears

Tears

BUGH! Raven memukuli dadanya sendiri sekuat tenaga. Semakin sakit rasanya, makin semakin puas rasanya. Dia ingin menghukum dirinya sendiri atas musibah dan kesusahan yang dibebankan pada bahu kecil putrinya. Setelah tenaganya habis Raven mencium sayang kening putrinya yang tampak tertidur lelap karena kelelahan. Raven mengambil gel pereda memar di dashboard mobilnya. Kemudian dia mengoleskannya pada bekas-bekas kepemilikan pria keparat itu tipis-tipis dan merata. Tangan Raven bergetar, dia nyaris tidak sanggup mengoleskannya pada tubuh putrinya. Dia terlalu sakit hati membayangkan buah hatinya diperlakukan dengan tidak manusiawi seperti itu. Raven tergugu dan tersedak oleh air matanya sendir
1078.5K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as punishing: gray raven character
Read
+Library
Ikrar Dendam

Ikrar Dendam

teriak Guntur. Abram segera menarik Edwin berdiri. Mereka bertiga berlari menuju pintu belakang gudang sementara api mulai menjalar ke peti-peti kayu berisi senjata. Namun ketika hampir mencapai pintu keluar, seseorang tiba-tiba muncul dari balik asap. Seorang pria tinggi dengan jas hitam panjang. Tatapannya dingin. Dan di tangannya tergenggam pistol. Dia adalah Raven. Tanpa banyak bicara, ia langsung menembak. Peluru mengenai bahu Edwin. Dia terjatuh keras ke lantai.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as punishing: gray raven character
Read
+Library
Virginity For Sale

Virginity For Sale

“Kamu akan melakukannya, atau aku akan memastikan hidupmu akan berakhir jauh lebih menyakitkan daripada yang bisa kamu bayangkan.” Raven merasa mual, tangannya mulai gemetar hebat saat ia memegang senjata itu. Dalam benaknya, ingatan-ingatan mengerikan tentang siksaan yang ia alami mulai berkelebat. Ia tidak mau disiksa. Tapi ia juga tidak akan pernah membunuh! Pikirannya pun seolah berperang di dalam benaknya. Jika ia menolak, siksaan keji macam apa lagi yang akan ia terima?
10243.4K viewsCompletedAdded to Library 9.2K Times as punishing: gray raven character
Read
+Library
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Setelah panggilan berakhir, Raven menurunkan ponsel dari telinga dengan perlahan. Ekspresinya menggelap, dan bibirnya membentuk garis tipis yang dingin. “Menarik,” gumamnya dengan rahang mengeras. “‘Kucing peliharaanku’ ternyata sudah cukup punya keberanian untuk menggigit tuannya dari belakang.” ***
1046.1K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as punishing: gray raven character
Show Reviews (16)
Read
+Library
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Read All Reviews
Black Shadow

Black Shadow

Dia merayap di semak dengan hati-hati, dan bersembunyi begitu aman pada sebuah semak belukar yang tidak mungkin ada yang mengira manusia di sana karena rerumputannya penuh duri. "Sial!!" Si asisten pengawal merasa putus asa, mengumpat sejadinya karena merasa gagal melindungi tuan mereka. Asisten yang merasa emosi, lantas menembak lelaki jaket hitam tadi dengan pistol yang terselip di jas hitamnya. "Argghhh," ringis lelaki itu memegang lengannya yang tertembak dan mengeluarkan darah merah yang begitu banyak.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as punishing: gray raven character
Read
+Library
Jebakan Ranjang Suami Tampan

Jebakan Ranjang Suami Tampan

Rain lalu memeluk Vivian dengan erat. ‘Kita lihat, bagaimana aku akan segera mendapatkan Black Swan itu,’ batin Vivian. Wanita itu pun membalas pelukan Rain dan mengedipkan sebelah matanya pada Raven yang sedang berdiri di belakang Rain. Vivian juga menyunggingkan senyuman. Seolah sedang mengejek kekalahan Raven yang telak. Tak bisa dipungkiri, saat ini Vivian merasa sangat senang melihat kebodohan Raven kali ini.
1036.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as punishing: gray raven character
Read
+Library
Senõrita Sang Vampir Mafia

Senõrita Sang Vampir Mafia

Mata Raven Drachov. Aura hitam pekat berpijar di sekeliling tubuh Raven, rambutnya yang selalu rapi kini berantakan, wajahnya gelap dan penuh kemarahan. "Aku sudah muak dengan gangguanmu." Alaric membeku. Ia baru sadar, Raven benar-benar akan membunuhnya kali ini. “Tidak, tidak, tidak… Aku belum selesai! Kau tak bisa membunuhku begitu saja!”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as punishing: gray raven character
Read
+Library
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Ia mengayunkan jubah hitamnya dan berhenti melayang di udara, tubuhnya nyaris tidak mengalami kerusakan apa pun. “Kau pikir hanya kau yang bisa bermain dengan kegelapan?” ejeknya, suara Raven menggema dengan resonansi mistis, dingin dan licik seperti racun dalam madu.
1053.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as punishing: gray raven character
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status